Surabaya, MMI — Di tengah pesatnya arus teknologi informasi dan tantangan kompleks generasi muda di era digital, penguatan nilai toleransi terus digalakkan di lingkungan pelajar.
Guna menjawab kebutuhan tersebut, Kelompok 8 Mata Kuliah Agama Islam G737 UPN “Veteran” Jawa Timur sukses menyelenggarakan kegiatan edukatif berbasis digital.
Kegiatan berupa “Webinar Moderasi Beragama melalui Sejarah Penaklukan Konstantinopel” ini dilaksanakan secara daring melalui platform virtual.
Kolaborasi strategis ini menggandeng pengurus OSIS serta IPNU IPPNU MA Darul Ulum Waru sebagai mitra sekaligus sasaran utama program. Through forum interaktif ini, nilai-nilai keagamaan yang seimbang dan inklusif diperkenalkan kepada para kader muda.
Acara virtual ini dilaksanakan pada hari Jumat, 12 Juni 2026, mulai pukul 13.30 hingga 15.15 WIB. Pemilihan media virtual berupa Zoom Meeting dinilai sangat adaptif untuk menjangkau para pelajar secara luas tanpa sekat geografis.
Seluruh rangkaian kegiatan dipandu langsung oleh tim mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur di bawah bimbingan dosen pengampu Imroatul Ajizah, S.Pd, M.Pd.
Tercatat puluhan siswa yang merupakan pengurus inti organisasi pelajar MA Darul Ulum Waru hadir dan berpartisipasi aktif dalam ruang digital tersebut. Kehadiran mereka merepresentasikan semangat generasi muda untuk tumbuh menjadi agen pembawa kedamaian.
Inisiasi program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya merawat keberagaman budaya dan agama di Indonesia secara berkelanjutan. Di samping itu, pembelajaran sejarah Islam selama ini sering kali hanya dimaknai sebatas pencapaian militer semata.
Padahal, peristiwa besar seperti penaklukan Konstantinopel oleh Sultan Muhammad Al-Fatih pada tahun 1453 menyimpan cetak biru nyata terkait nilai kemanusiaan.
Melalui webinar ini, panitia ingin merekonstruksi pemahaman sejarah agar para pelajar dapat memetik hikmah luhur tentang kepemimpinan yang bijaksana. Internalization nilai ini diharapkan mampu membentengi diri pelajar dari pengaruh radikalisme dan fanatisme buta.
Pelaksanaan webinar ini berjalan secara sistematis melalui beberapa tahapan agenda yang telah dirancang terperinci. Agenda diawali dengan pembukaan oleh host, perkenalan tim pelaksana, serta pemaparan materi inti menggunakan fitur berbagi layar.
Baca Juga: Sosialisasi Serasi: Toleransi Terjadi, Umat Beragama Terlindungi bagi Siswa/Siswi SD Medokan Ayu I
Narasumber menjelaskan secara sosiologi-historis mengenai kebijakan inklusif Sultan Al-Fatih yang menjamin keselamatan fisik, kebebasan beribadah, hingga perlindungan harta masyarakat Kristen Ortodoks. Setelah sesi pemaparan usai, kegiatan berlanjut ke sesi tanya jawab interaktif melalui fitur raise hand dan chatbox Zoom.
Pada sesi ini, para pelajar dilatih berpikir kritis dalam mengorelasikan hikmah sejarah dengan realita sosial masa kini.
Sebagai metode evaluasi akhir, panitia mengintegrasikan aspek teknologi digital dengan menyelenggarakan kuis interaktif melalui platform Quizizz. Para peserta diwajibkan memindai kode batang yang ditampilkan di layar utama salindia presentasi untuk menjawab sepuluh soal kompetitif.
Hasil rekapitulasi nilai kuis menunjukkan tingkat pemahaman yang sangat baik, di mana mayoritas siswa berhasil memperoleh skor di atas rata-rata.
Sebelum ruang Zoom resmi ditutup, pemateri memberikan penegasan nilai serta refleksi bersama berdasarkan hasil kuis. Pendekatan interaktif ini terbukti sukses mengubah paradigma berpikir pelajar menjadi lebih terbuka dan inklusif.
Baca Juga: Mahasiswa UPN “Veteran” Jatim Kampanyekan Pengabdian Moderasi Beragama melalui Pendekatan Hybrid
Meskipun terdapat tantangan teknis seperti adanya peserta yang menonaktifkan kamera atau terlambat mengisi kuis, hal tersebut dapat diatasi dengan baik melalui koordinasi sigap tim pelaksana. Suksesnya implementasi program ini memicu harapan besar bagi keberlanjutan dampak positif di masa depan.
Para pengurus OSIS dan kader IPNU IPPNU MA Darul Ulum Waru diharapkan berkomitmen penuh menjadi pelopor kerukunan di lingkungan sekolah dan media sosial.
Melalui konsistensi kegiatan serupa, diharapkan akan lahir generasi cerdas yang memiliki komitmen kebangsaan kuat demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Penulis:
1. Sachi Mariam Marcelina W. (25052010043)
2. Ilham Nur Wali (25052010073)
3. Riky Dwi Saputra (25052010077)
4. Kayla Gizha Anjani (25052010085)
5. Diannita Muslimah D. (25052010098)
Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT)
Dosen Pengampu: Imroatul Ajizah, S.Pd., M.Pd.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













