Merawat Keberagaman sebagai Kekuatan Bangsa Indonesia

keberagaman adalah kekuatan
Ilustrasi Bendera Republik Indonesia. (source: pixabay.com)

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki akan keanekaragamannya. Mulai dari Sabang hingga Merauke. Kita hidup di tengah-tengah perbedaan mulai dari suku, Bahasa, adat, budaya, dan agama.

Menurut data Badan Pusat Statistik, Indonesia memiliki lebih dari 1.300 suku bangsa dan ratusan Bahasa daerah di dalamnya.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Dari sini bisa kita lihat bahwa ini bukan sekadar hanya angka statistik, tetapi cermin dari betapa majemuknya bangsa kita ini.

Keberagaman ini bukan sekedar sesuatu hal yang muncul begitu saja, melainkan ini hasil dari perjalanan panjang sejarah, pertemuan antar budaya, dan semangat akan adanya gotong royong yang telah ada dan mengakar dari dulu hingga sekarang ini.

Namun, keberagaman yang seharusnya dijadikan sebagai sumber kekuatan bangsa Indonesia sendiri malah berubah menjadi sumber perpecahan jikalau tidak kita rawat dengan baik dan tidak menggunakan hati.

Baca juga: Nama Nama Suku di Indonesia dan Asalnya

Sejak dari zaman penjajahan lalu kemerdekaan, para pendiri bangsa sudah menyadari bahwa Indonesia hanya dapat berdiri kokoh jika kita dapat menyatukan perbedaan yang ada di Indonesia.

Hal tersebut tergambar pada semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang memiliki makna walaupun kita berbeda-beda tetapi tetap satu.

Semboyan ini bukan hanya sekedar simbol biasa, namun di dalamnya mengandung kalimat yang sangat indah, memiliki nilai dasar yang dapat menuntun kehidupan bangsa dan negara untuk tetap bersatu dalam hal apapun yang akan terjadi.

Tanpa kemampuan untuk menghargai perbedaan, Indonesia tidak akan mampu berdiri sebagai negara yang kuat, kokoh, dan berdaulat hingga saat ini.

Namun, di tengah arus era globalisasi dan perkembangan teknologi pada saat ini, tantangan dalam merawat keberagaman akan semakin besar dan sulit.

Media sosial, yang seharusnya dijadikan sebagai sarana untuk mempererat hubungan antar suku, daerah, agama, dan budaya, kadang justru dijadikan tempat untuk penyebaran ujaran kebencian dan berita hoaks yang dapat memecah belah kesatuan bangsa.

Baca juga: Konflik Budaya di Indonesia: Ketika Perbedaan Tak Dipahami

Konflik yang berbasis tentang agama, suku, budaya, dan politik sangat cepat untuk tersulut hanya karena adanya perbedaan pendapat. Dari fenomena ini menunjukkan bahwa kesadaran akan pentingnya toleransi dalam hal apapun masih perlu untuk diperkuat di bagian lapisan Masyarakat yang ada di Indonesia.

Padahal, jika kita melihat lebih dalam lagi, justru keberagaman merupakan pondasi kekuatan yang luar biasa bagi bangsa Indonesia.

Dari setiap daerah memiliki kearifan lokal yang berbeda, nilai sosial, dan juga dengan budaya yang berbeda dengan hal ini seharusnya kita sadar untuk saling melengkapi dari satu dengan yang lainnya.

Contohnya, budaya gotong royong yang sudah tumbuh di berbagai belahan daerah dan menjadi simbol persatuan dalam keberagaman bangsa.

Di Bali pada umumnya kita mengenal sebagai “menyama braya” yang memiliki makna untuk hidup saling menghormati antar sesama manusia.

Di Jawa ada istilah kata “tepo seliro” yang di dalamnya menekankan pentingnya empati dan tenggang rasa.

Lalu, di Minangkabau terdapat falsafah “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah” yang menekankan keharmonisan antar adat dan agama.

Semua nilai itu pada dasarnya untuk mengajarkan hal yang sama atau bisa kita sebut dengan hidup berdampingan dalam perbedaan.

Keberagaman juga dapat memperkaya kreativitas dan inovasi bangsa. Melihat dari bagaimana seni, musik, dan kuliner yang ada di Indonesia menjadikannya dikenal oleh seluruh dunia. Batik, yang berasal dari Jawa, kini telah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.

Begitu pula dengan tarian tradisional seperti Saman dari Aceh, yang menggambarkan kekompakkan dan kebersamaan.

Bahkan dalam dunia kuliner, keberagaman rasa dari berbagai daerah seperti rendang, papeda, gudeg, hingga coto Makassar mencerminkan kekayaan cita rasa Nusantara yang tidak dimiliki oleh negara lain.

Semua itu merupakan salah satu bukti nyata bahwa keberagaman adalah sumber kekuatan dan memiliki rasa kebanggaan nasiona tersendiri.

Namun, untuk menjadikan keberagaman sebagai sumber  kekuatan, diperlukan sebuah kesadaran dan komitmen dari seluruh masyarakat. Merawat keberagaman suku bukanlah perkara yang mudah dan bukan juga sebagai tanggung jawab pemerintah, tetapi juga sebagai tanggung jawab setiap warga negara.

Baca juga: Manfaat Toleransi: Pentingnya Hidup Rukun dalam Keberagaman

Ada beberapa hal sederhana yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Yang pertama, dengan cara menumbuhkan sikap dan rasa toleransi. Toleransi bukan berarti harus menyetujui semua perbedaan yang ada, namun dengan cara menghormati dan mau menerima bahwa orang lain juga memiliki pandangan, keyakinan, dan budaya yang berbeda dengan kita.

Kedua, dengan memperkuat komunikasi kan dialog antar kelompok. Banyaknya konflik terjadi karena kurangnya untuk saling memahami satu dengan yang lainnya. Melalui komunikasi dan dialog inilah kita dapat lebih terbuka dan dapat saling mendengarkan, kita dapat membangun jembatan pengertian yang kuat. Ketiga, dengan cara menjunjung tinggi nilai kemanusiaan di atas perbedaan.

Pendidikan juga memiliki nilai yang penting untuk menanamkan nilai-nilai keberagaman bangsa dari usia dini. Sekolah yang seharusnya bukan hanya dijadikan sebagai tempat untuk belajar ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang untuk belajar hidup bersama dalam perbedaan.

Para guru dan tenaga pendidikan perlu menanamkan nilai-nilai toleransi, empati, dan solidaritas melalui metode pembelajaran. Misalnya, dengan mengenalkan budaya yang ada di berbagai daerah, membiasakan kerja kelompok antar lintas latar belakang, atau dapat mengadakan kegiatan yang diman untuk mempertemukan siswa yang ada di berbagai daerah.

Dengan cara ini, generasi muda akan tumbuh menjadi pribadi yang terbuka dan ia dapat menghargai perbedaan yang ada di bangsa Indonesia.

Selain itu, media massa juga memiliki tanggung jawab dan peran yang besar dalam merawat keberagaman.

Media harus mampu untuk menjadi jembatan informasi yang dapat membangun, bukan justru untuk menebarkan provokasi. Di era digital saat ini, Masyarakat pun juga harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial.

Sebelum menyebarkan berita, pastikan sumbernya sudah jelas atau belum. Jangan mudah untuk terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas akan kebenarannya. Sikap bijak dan kritis di dunia digital merupakan salah satu bagian penting dari upaya untuk menjaga persatuan bangsa.

Merawat keberagaman juga bukan hanya untuk menegakkan keadilan bagi sosial saja. Tapi karena pada dasarnya, banyak konflik yang muncul bukan sekedar hanya karena perbedaan suku atau agama saja, tetapi juga karena adanya ketidakseimbangnya ekonomi dan  sosial.

Jika setiap warga negara di perlakukan dengan adil dan memiliki kesempatan yang sama, maka dengan sendirinya akan tumbuh rasa kebersamaan. Oleh karena hal itu, pemerintah perlu terus memperkuat kebijakan yang berpihak pada pemerataan Pembangunan, agar tidak ada daerah atau kelompok yang merasa tertinggal atau terabaikan.

Pada akhirnya keberagaman bukan hal yang menakutkan dan tidak perlu kita takuti, melainkan perlu kita rayakan. Justru dengan hal ini, bangsa Indonesia menunjukkan keunikannya dimata belahan dunia.

Ketika banyaknya negara yang terpecah belah karena adanya perbedaan, namun Indonesia tetap berdiri dengan kokoh karena mampu menjadikan perbedaan sebagai satu kesatuan yang sama.

Inilah kekuatan sejati yang di miliki oleh bangsa Indonesia yang dimana kekuatan ini lahir dari semangat gotong royong, saling menghormati, dan rasa cinta terhadap tanah air.

Indonesia menjadi negara yang sangat beragam memang sulit, tetapi justru dari situlah keindahannya mulai tercipta.

Tugas kita sebagai generasi penerus bangsa hanyalah untuk menjaga dan merawat keberagaman itu agar tidak pudar dimakan oleh zaman.

Karena selama kita tetap teguh dalam memegang nilai-nilai persatuan, toleransi, dan keadilan, Indonesia akan tetap kuat, tangguh, dan dapat menjadi rumah yang aman untuk kita semua.

Penulis: Bening Sekar Wangi
Mahasiswa Prodi Tadris Biologi Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon 

Dosen Pengampu: Wisnu Hatami, M.Pd.

Editor: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses