Mengapa Antropologi Penting di Tengah Keberagaman Masyarakat Modern?

ilmu antropologi
Foto: Dok. MMI

Di tengah kehidupan masyarakat yang beragam, banyak konflik terkait perbedaan budaya, suku, hingga cara pandang manusia.

Padahal, keberagaman merupakan realita dan tidak dapat dihindari dari kehidupan sosial ini.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Hal ini menunjukan pemahaman terhadap keberagaman masih belum dimanfaatkan secara optimal.

Maka dari itu, diperlukan pendekatan antropologi untuk mempelajari keberagaman tersebut.

Antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia baik dari segi kehidupan sosial maupun kebudayaannya secara menyeluruh.

Menurut Bapak Antropologi Indonesia, Bapak Koentjaraningrat, antropologi adalah ilmu yang mempelajari manusia secara menyeluruh, mulai dari perkembangan manusia sebagai makhluk biologis, sejarah manusia, sejarah bahasa, persebaran dan keanekaragaman kebudayaan manusia.

Kali ini kita akan mengenal bagaimana perkembangan ilmu antropologi yang melalui empat fase tahapan.

Fase pertama adalah fase penemuan dan pencatatan. Fase ini terjadi sebelum tahun 1800.

Pada fase ini berbagai informasi masyarakat di Asia, Afrika, Amerika dan Oseania didapatkan dari perjalanan para pedagang, pelaut, hingga pegawai kolonial dari Eropa.

Tertulis deskripsi kehidupan masyarakat yang mereka temui. Mulai dari adat istiadat, bahasa dan kebiasaan masyarakat setempat.

Hingga munculah istilah etnografi yaitu deskripsi mengenai kehidupan suatu suku bangsa.

Kemudian ada fase penyusunan dan analisis bahan etnografi yaitu fase kedua. Fase ini berkembang pada pertengahan abad ke-19.

Di fase ini para ilmuwan mengumpulkan lalu menganalisis berbagai catatan etnografi.

Kemudian munculah konsep evolusi kebudayaan, di mana pandangan bahwa masyarakat dan kebudayaan manusia berkembang secara bertahap, yang awalnya tingkat sederhana menuju tingkat yang lebih kompleks.

Ilmu antropologi-pun mulai berkembang sebagai ilmu akademik yang mempelajari kebudayaan masyarakat.

Berlanjut di fase ketiga, dimana perkembangan antropologi sebagai ilmu akademik pada awal abad ke-20.

Pada fase ini banyak perguruan tinggi mulai mempelajari ilmu antropologi secara sistematis.

Tidak hanya mengandalkan catatan perjalanan, tetapi para peneliti langsung terjun ke masyarakat.

Karena metode penelitian lapangan merupakan ciri penting dalam penelitian antropologi.

Pada fase keempat antropologi memasuki fase modern yang berkembang setelah tahun 1930.

Di fase ini antropologi tidak hanya mempelajari masyarakat tradisional tetapi juga digunakan untuk memahami persoalan sosial pada masyarakat modern.

Berlanjut antropologi dimanfaatkan dalam banyak bidang seperti pendidikan, pembangunan masyarakat, dan kesehatan.

Melalui perkembangan tersebut, antropologi berkembang dari sekadar catatan perjalanan mengenai kehidupan masyarakat menjadi ilmu pengetahuan yang memiliki metode dan teori yang sistematis.

Dengan mempelajari antropologi, manusia dapat memahami keberagaman budaya serta menghargai perbedaan yang ada dalam kehidupan masyarakat di berbagai belahan dunia.

Melalui empat fase tahapan tersebut, antropologi yang awalnya sekadar catatan perjalanan berkembang hingga menjadi ilmu pengetahuan yang memiliki teori dan metode sistematis.

Maka dari itu, dengan mempelajari antropologi manusia dapat memahami keberagaman.

Sehingga bisa dapat saling menghargai perbedaan dari segala kehidupan masyarakat di seluruh dunia.


Referensi

Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Nurmansyah, G., Rodliyah, N., & Hapsari, R. A. 2019. Pengantar Antropologi: Sebuah Ikhtisar Mengenal Antropologi. Bandar Lampung: Universitas Bandar Lampung.
https://publikasi.ubl.ac.id/index.php/Monograf/catalog/book/35


Penulis: Jenay Nasywaa Farros Nadirah
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Pamulang


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses