Mahasiswa UPN “Veteran” Jatim Kampanyekan Pengabdian Moderasi Beragama melalui Pendekatan Hybrid

kampanye moderasi beragama
Foto: Choirun Nissa

Surabaya, MMI –  Sejumlah mahasiswa dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui kampanye moderasi beragama berbasis media sosial dengan pendekatan hybrid (QR code dan Car Free Day), kegiatan ini berlangsung di Taman Bungkul, Surabaya, pada Minggu pagi pukul 07.00–09.00 WIB (15/12/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan oleh kelompok 3 kelas G726 dalam rangka pemenuhan ujian akhir semester (UAS) mata kuliah Agama Islam, dengan melibatkan mahasiswa semester satu sebagai peserta kegiatan.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Dalam kegiatan tersebut, kelompok pengabdian melakukan sosialisasi nilai-nilai moderasi beragama secara ringkas dan komunikatif, dengan menekankan pentingnya sikap toleransi, keadilan, serta penolakan terhadap segala bentuk kekerasan antar umat beragama. 

Selain penyampaian informasi secara langsung, masyarakat juga diajak untuk mengakses video edukatif di YouTube melalui pemindaian QR code yang tertera di brosur.

Video tersebut berisi tips mengenai cara menerapkan perilaku moderasi beragama tanpa sikap ekstrem dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan ini dipilih dengan tujuan untuk memperluas jangkauan pesan kepada masyarakat melalui media sosial di ruang publik Car Free Day (CFD).

“Kami ingin mengajak masyarakat dari semua kalangan untuk menyadari pentingnya sikap toleransi dan menghargai perbedaan antar umat beragama,” ujar Safaniya Yasmin, salah satu anggota kelompok. 

Baca Juga: Mahasiswa UPN “Veteran” Jatim Gelar Pengabdian di SMAN 17 Surabaya: Moderasi Beragama Jadi Pondasi Sukses Menuju PTN

Moderasi beragama dipahami sebagai cara pandang atau sikap dalam kehidupan antar umat beragama. Program ini berupaya menanamkan pentingnya nilai-nilai toleransi, inklusivitas, berkeadilan, serta semangat hidup berdampingan dalam keberagaman.

“Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan tips bagaimana menerapkan moderasi beragama tanpa menyudutkan agama lain,” ujar Choirun Nissa, ketua kelompok.  

Pemilihan metode QR code dilakukan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai sarana ajakan pada tips moderasi beragama.

Selain itu, QR code dinilai sangat praktis dan efisien karena memudahkan masyarakat mengakses informasi tanpa harus mencarinya secara manual melalui mesin pencari.

Meski dilaksanakan secara sederhana, kelompok pengabdian mampu menjangkau masyarakat secara langsung di lokasi.

Seluruh materi berhasil disampaikan, ditandai dengan berhasilnya dibagikan semua brosur dan antusiasme masyarakat dalam memindai QR code.

Partisipasi tersebut menunjukkan bahwa pendekatan hybrid dapat menjadi alternatif yang efektif dan unik dalam kampanye moderasi beragama berbasis media sosial. 

Baca Juga: Strategi Komunikasi Bahasa Indonesia dalam Menyatukan Pembelajaran Agama dan Umum di Perguruan Tinggi Berbasis Al-Qur’an dan Sunnah

“Harapannya dari program ini, kami bisa memberikan manfaat serta pemahaman kepada pengunjung CFD bahwasannya moderasi beragama itu penting dalam kehidupan kita. Dari moderasi beragama kita bisa menciptakan lingkungan yang rukun dan damai,” tutup ketua kelompok. 

 

Penulis: Encik Alya Calista Permatasari (25043010200)
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, UPN “Veteran” Jawa Timur

Dosen Pengampu: Dr. A. Muammar Alawi, M.Pd.I.

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses