Kemampuan berbahasa yang baik dan benar merupakan fondasi penting dalam pendidikan dasar.
Salah satu aspek penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar adalah penguasaan kata baku dan tidak baku.
Namun, pada praktiknya, banyak siswa kelas IV SD masih mengalami kesulitan membedakan kedua jenis kata tersebut.
Hal ini disebabkan oleh kebiasaan berbahasa sehari-hari yang lebih dominan menggunakan bahasa tidak baku, baik dalam percakapan langsung maupun media digital.
Pembelajaran yang masih berpusat pada buku teks dan metode ceramah sering membuat siswa kurang tertarik dan pasif.
Akibatnya, materi kata baku dan tidak baku dianggap membosankan dan sulit dipahami.
Kondisi ini menuntut guru untuk menghadirkan media pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar.
Salah satu alternatif media pembelajaran yang dapat digunakan adalah Papan Misteri Kata Baku dan Tidak Baku.

Media ini dirancang dalam bentuk papan permainan sederhana yang berisi kartu-kartu kata.
Siswa diajak untuk menebak, mengelompokkan, dan mendiskusikan kata-kata yang termasuk baku maupun tidak baku melalui aktivitas bermain sambil belajar.
Penggunaan Papan Misteri ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan guru, tetapi juga terlibat langsung secara aktif.
Mereka berdiskusi dengan teman, mengemukakan pendapat, dan belajar dari kesalahan dengan cara yang menyenangkan. Suasana kelas menjadi lebih hidup dan interaktif.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada siswa kelas IV SD, penggunaan media Papan Misteri Kata Baku dan Tidak Baku menunjukkan peningkatan penguasaan kosakata siswa.
Baca Juga: Pentingnya Media Pembelajaran yang Menarik untuk Meningkatkan Semangat Belajar Siswa SD
Siswa menjadi lebih mampu mengidentifikasi kata baku dan tidak baku serta memahami penggunaannya dalam kalimat yang tepat.
Selain itu, motivasi belajar siswa juga meningkat karena pembelajaran terasa seperti permainan, bukan sekadar tugas akademik.
Media ini juga membantu guru dalam menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa.

Guru berperan sebagai fasilitator, sementara siswa menjadi subjek aktif dalam proses pembelajaran.
Hal ini sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran bermakna dan partisipatif.
Keunggulan lain dari Papan Misteri adalah mudah dibuat dan digunakan. Guru dapat menyesuaikan isi kata dengan tingkat kemampuan siswa dan konteks lingkungan sekitar.
Media ini tidak memerlukan teknologi canggih, sehingga dapat diterapkan di berbagai sekolah, termasuk yang memiliki keterbatasan sarana.
Baca Juga: Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital Interaktif: Jenis, Contoh, dan Manfaatnya di Era Modern
Melalui penggunaan media pembelajaran yang inovatif seperti Papan Misteri Kata Baku dan Tidak Baku, pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar dapat menjadi lebih efektif dan menyenangkan.
Siswa tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, kreativitas guru dalam memilih dan mengembangkan media pembelajaran memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Papan Misteri dapat menjadi salah satu solusi sederhana namun bermakna untuk membantu siswa menguasai bahasa Indonesia dengan lebih baik sejak dini.
Penulis:
1. Sella Br Sembiring
2. Karena Stepi Br Sembiring
3. Ade Thesalina Herpeninta
4. Emmiya Febrina
Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Quality
Dosen Pengampu: Hasni Suciawati, S.Pd., M.Pd.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












