PEDULI-TBC: Strategi Mahasiswa Kesehatan Masyarakat UIN Jakarta dalam Mewujudkan Keberlangsungan Program RW Bebas TBC di RW 07, Kelurahan Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan

lingkungan bebas TBC
Foto: Dok. Penulis

Tangerang Selatan, MMI – Indonesia masih menempati peringkat kedua sebagai negara penyumbang kasus TBC terbesar di dunia. Kurangnya pengetahuan mengenai TBC, sikap negatif terhadap TBC, dan perilaku berisiko menjadi masalah utama yang teridentifikasi (02/02/2026).

Seperti di RW 07, Kelurahan Sawah Baru, masalah ketidaktahuan masyarakat terhadap program RW Bebas TBC milik Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan juga menjadi penyebab dari ketidakberlangsungan program itu sendiri.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Berdasarkan hasil analisis tersebut, Mahasiswa Kelompok 2 Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) Program Studi Kesehatan Masyarakat UIN Jakarta merancang strategi penguatan program RW Bebas TBC dengan tiga rangkaian kegiatan utama bertema “PEDULI-TBC: Peningkatan Dukungan Lingkungan Bebas TBC” di RW 07 sebagai wilayah prioritas intervensi.

Salah satu rangkaian kegiatan, yaitu penyuluhan bagi tokoh masyarakat dan kader dilaksanakan pada Senin, 2 Februari 2026 di Masjid Baitis Salmah, Kelurahan Sawah Baru dengan total 15 peserta dan 8 tamu undangan yang terdiri dari pihak kelurahan, puskesmas, tokoh masyarakat, dan ibu-ibu kader kesehatan di RW 07.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tokoh masyarakat dan kader mengenai TBC, sehingga pengetahuan mengenai TBC yang didapat oleh mereka dapat diteruskan kepada masyarakat luas.

Baca Juga: Panduan Lengkap Pengobatan Penyakit TBC untuk Pemulihan Optimal

“Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum yang memperkuat kolaborasi antara kelurahan, puskesmas, serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang berdaya menghadapi TBC,” ucap Khansa Syahla sebagai Ketua Pelaksana dalam sambutannya.

“Harapannya kegiatan yang dibuat oleh adik-adik mahasiswa ini bisa menjadi gerbang utama bagi RW lain, karena sejatinya RW Bebas TBC bukan hanya RW dengan tidak adanya penderita, melainkan RW dengan masyarakat yang 100% paham atau terpapar akan pengetahuan TBC,” ucap Ibu Daru Nuryasari selaku perwakilan dari pihak Puskesmas Sawah Baru.

lingkungan bebas TBC
Foto: Dok. Penulis

Kegiatan ini diawali dengan pengisian pre-test, dilanjut dengan pemaparan materi berjudul “Kenali, Cegah, Lawan TBC” oleh Ibu Catur Rosidati, MKM. yang merupakan dosen Kesehatan Masyarakat UIN Jakarta.

Beliau menjelaskan pengetahuan dasar mengenai TBC mulai dari definisi, penyebab, cara penularan, pencegahan dan pengobatan, gejala, faktor risiko, mitos atau fakta mengenai TBC, serta pentingnya dukungan bagi penderita.

lingkungan bebas TBC
Foto: Dok. Penulis
lingkungan bebas TBC
Foto: Dok. Penulis

Untuk menilai adanya peningkatan pengetahuan, diadakan post-test. Dalam kegiatan ini video dokumenter edukatif karya mahasiswa juga ditayangkan.

Baca Juga: Sosialisasi Penyuluhan Penyakit Tuberkulosis (TBC)

Video tersebut memuat kisah penyintas TBC, disertai pesan edukasi yang disampaikan oleh tenaga kesehatan sebagai contoh media edukasi TBC yang dapat digunakan secara berkelanjutan.

Acara dilanjut dengan pemaparan materi kedua berjudul “Kader Hebat, RW Sehat” yang menekankan tentang strategi konseling kader dengan teknik “GATHER” atau Greet, Ask, Tell, Help, Explain, dan Return Visit.

lingkungan bebas TBC
Foto: Dok. Penulis
lingkungan bebas TBC
Foto: Dok. Penulis

“Kegiatan ini juga diharapkan dapat membuat kader menjadi lebih percaya diri dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat sekitar dan menjadi langkah awal untuk mewujudkan seluruh RW Bebas TBC tahun 2030, bisa asal terus digaungkan,” kalimat ini disampaikan oleh Bapak Yudhi Rusdiyanto selaku perwakilan dari pihak Kelurahan Sawah Baru.

Berikut ditampilkan juga beberapa media sebagai “produk” hasil karya mahasiswa yang dapat digunakan untuk edukasi berkelanjutan oleh pihak puskesmas, tokoh masyarakat dan kader setempat.

Kegiatan ini tentunya mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak, karena telah menjadi solusi dari akar permasalahan Ketidakberlangsungan Program RW Bebas TBC di RW 07, seperti belum adanya pelatihan awal bagi kader, masyarakat yang masih mengandalkan sumber informasi tidak resmi terkait TBC, ketiadaan media informasi mengenai TBC di lingkungan sekitar, dan pemanfaatan media digital yang belum optimal.

lingkungan bebas TBC
Foto: Dok. Penulis

Baca Juga: Strategi Mahasiswa PMM Bhaktiku Negeri Gelombang 3 Kelompok 37 UMM Meminimalisir Penyebaran TBC di Desa Panggunrejo

Video dokumenter dapat ditonton melalui link berikut:


lingkungan bebas TBC

Penulis: PBL Kelompok 2 – Puskesmas Sawah Baru
1. Sita Nafeyla Putri Zahra
2. Siti Athifa Maritza
3. Khansa Syahla Hidayat
4. Tsania Auliatunisa
5. Sandrina Nofiaelita
6. Salsabila Wahdaniyah
Mahasiswa Prodi Kesehatan Masyarakat, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta


Dosen Pengampu: Catur Rosidati, S.K.M., M.K.M.


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses