Pendidikan komputer, adalah dua hal yang berbeda namun menjadi 1 tujuan yang sama, itulah program studi pendidikan komputer. Dengan membayangkan satu gedung yang memiliki 2 lantai, lantai pertama adalah ”pendidikan”, di mana pendidikan itu di kenal sebagai nilai, etika, dan interaksi antar manusia.
Sedangkan lantai ke dua adalah ”komputer”, di mana kata komputer itu dikenal sebagai perangkat keras (hardware) yang biasa di temukan di banyak tempat, seperti laboratorium komputer, perpustakaan, kantor, sekolah dan di manapun. Kata ”komputer” jika di kenal lebih luas lagi adalah sebagai alat hitung, disitu letak semua program maupun code dihitung dan dijalankan.
Di pendidikan komputer itu bukan memisahkan dua dunia yang saling bertabrakan, pendidikan komputer justru menyatukan dua dunia yang saling bertolak belakang menjadi satu kesatuan dengan menggabungkan 2 teori yang berbeda menjadi satu tujuan yang menjadi bekal untuk mempersiapkan diri di dunia kerja.
Sederhananya, pendidikan komputer mempelajari teori belajar pendidikan dan ilmu komputer untuk merangkai sistem, sistem yang ditujukan adalah bagaimana seorang manusia merangkai sistem yang dapat digunakan untuk membantu dunia pendidikan agar sejalan dengan perkembangan zaman yang semakin pesat.
Baca Juga: Sekolah Tanpa Kertas: Siapkah Pendidikan Indonesia Masuk Era Digital?
Karena itu, mahasiswa pendidikan komputer tidak hanya belajar teori teknologi, namun juga mempelajari bagaimana teori belajar, konsep pembelajaran digital, hingga perilaku manusia. Dalam dunia pendidikan dan komputer, mahasiswa diajarkan dua teori yang berbeda.
Mahasiswa pendidikan komputer akan bertemu dengan mata kuliah yang tidak mendalami kedua nya, mereka akan bertemu dengan teori belajar dan ilmu komputer sebagai dasar wajib nya, dan berbagai mata kuliah umum yang menjadi pedoman untuk dunia kerja kedepannya.
Sekilas terlihat aneh, namun dua teori tersebut saling terhubung. ”pendidikan” mengajarkan kita tentang berpikir kritis (critical thinking), etika (character building), bisa memecahkan permasalahan (problem solving) hingga membedakan 2 hal yang nyata (real) dan hoaks ( fake).
Dan ”komputer” sebagai laboratorium logika, di mana semua teori pendidikan bisa dilakukan di komputer yang kaya akan angka, rumus, bahkan logika. Berbeda dengan buku yang bersifat pasif, Komputer bersifat interaktif, banyak hal yang bisa dilakukan hanya dengan satu perangkat.
Baca Juga: Era Baru Pembuatan Video: Bagaimana Alat Pintar Mengubah Pengalaman Editing
Di pendidikan komputer, mahasiswa banyak menjalani kegiatan dari berbagai bidang: membuat website, aplikasi, menghitung algoritma secara manual, mempelajari perilaku manusia, teori belajar dan pembelajaran, sampai mensimulasikan pembelajaran berbasis digital. Setiap dari semester ke semester selanjutnya selalu ada hal baru yang dilakukan, hal ini biar dunia perkuliahan akan terasa lebih dinamis.
Pendidikan komputer mengajarkan kepada mahasiswanya dengan pola pikir komputasi (computational thinking) yaitu mengajarkan agar melakukan setiap tugas atau apapun itu secara bertahap, ibarat seperti membuat website dimulai dari kerangka web terlebih dahulu (HTML) lalu memperindah tampilan nya dengan style yang modern (CSS), dan memberikan fungsi dan kesan interaktif agar tidak monoton (JS).
Bahkan di luar dunia profesional, pola pikir ini sangat berlaku di kehidupan sehari-hari: agar selalu mengerjakan tugas atau melakukan sesuatu apapun dengan tidak terburu-buru dan melakukan nya dengan langkah per langkah. Perkembangan zaman yang pesat membuat pendidikan komputer berperan luas di zamannya.
Saat ini, lulusan pendidikan komputer tidak hanya bekerja sebagai guru, namun banyak ditemukan sebagai programmer, data analyst, UI/UX Designer, guru les private, bahkan bisa menjadi full stack developer website maupun aplikasi. Hal ini menunjukkan bahwa menggabungkan teori pendidikan dengan ilmu komputer sangat dibutuhkan di berbagai bidang pekerjaan.
Baca Juga: Pentingnya Literasi Keuangan Digital dan Analisis Risiko sebelum Investasi Online
Pada akhirnya, dua dunia yang berbeda bukan menjadi pemisah yang harus dihindarkan, justru disatukan untuk mencapai tujuan yang jelas, perpaduan ilmu yang di gabungkan bukan sekedar asal belajar lalu selesai.
Satu atap yang menyatukan dunia pendidikan dan dunia ilmu komputer tidak dapat dilihat sebagai pilihan, namun sebagai serangkai yang utuh. Dengan menyatu nya antara dunia pendidikan dan komputer, pendidikan dapat di akses secara digital yang tak terbatas jumlahnya, di bawah atap inilah dunia akan melahirkan generasi yang cerdas akan digital namun memiliki etika yang terdidik.
Penulis: Muhammad Raihan Raffi (2405176004)
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Komputer Universitas Mulawarman
Dosen Pengampu: Marwah Ulwatunnisa, M.Pd
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












