Pemikiran Politik Islam dan Pemerintah Desa dalam Menangani Covid-19

masjidil haram saat corona
Foto: dream.co.id

Oleh: Iin Rahfa Maulyna
Mahasiswa Universitas Syiah Kuala

Virus corona menjadi wabah yang tidak bisa disepelekan, tersebar di berbagai belahan dunia islam. Virus ini juga menyebabkan kematian yang tidak sedikit jumlahnya. Iran, Arab Saudi, Qatar, Turki, Uni Emirat Arab, Mesir, Bahrain, Pakistan, Kuwait, Malaysia dan Indonesia menjadi negara-negara yang sedang berjuang untuk mengatasi tersebarnya virus mematikan ini. Semua negara memberikan prioritas terhadap upaya mencegah warga yang belum terdampak dan mengobati warga yang positif corona. Virus corona juga virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit yang disebabkan virus corona atau yang dikenal dengan sebutan Covid-19 menjadi pandemi yang intensitasnya semakin tinggi dan penyebarannya yang cepat di seluruh dunia Islam dan di Indonesia.

Banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi ringan seperti flu, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Penderita yang berat bisa mengakibatkan terjadinya gejala demam tinggi, batuk berdahak bahkan bisa berdarah, sesak napas dan nyeri dada. Namun, virus ini adalah virus yang  menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, infeksi paru-paru yang berat, hingga bisa mengakibat kematian. Virus corona ini adalah virus baru yang muncul pada akhir 2019 yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, walaupun banyak berita yang menyebutkan bahwa banyak menyerang lansia, tetapi virus ini juga bisa menyerang mulai dari bayi, anak-anak, hingga orang dewasa termasuk ibu hamil dan ibu menyusui. Virus corona ini mudah sekali menyebar, bahkan virus itu bisa saja menempel di salah satu tempat atau barang yang sudah disentuh oleh pasien yang terinfeksi virus corona. Virus corona ini sudah memakan korban hingga ratusan orang  meninggal dan puluhan ribu lainnya terinfeksi. Virus corona ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia yang lain.

Jadi konsenkuensinya, seluruh konflik politik yang menjadi pemandangan harian di Timur-Tengah berhenti total. Semua orang di dunia sedang berjuang untuk memastikan virus corona tidak menyebakan korban yang meninggal dalam jumlah yang besar lagi. Maka dari itu, setiap negara mengambil langkah yang sangat tegas dan terukur untuk memberikan perlindungan terhadap warga negaranya.

Contohnya misalnya Arab Saudi merupakan  negara yang sejak awal mengambil langkah dan juga memberikan dampak besar bagi dunia islam, yaitu larangan bagi jamaah umrah untuk melakukan ibadah dari berbagai dunia, termasuk Indonesia. Mereka semua yang sudah berada di dalam perjalanan, yang tersebar di berbagai negara, seperti Malaysia, Singapuraa, Turki, Qatar, dan Uni Emirat Arab harus kembali ke negara masing-masing. Mereka tidak bisa melakukan perjalanan ke Arab Saudi karena larangan keras bagi jamaah untuk masuk ke Tanah Suci dalam rangka melakukan ibadah umrah.

Sikap yang diambil oleh pemerintan Arab Saudi itu termasuk membuat kepanikan bagi parah jamaah dan biro travel umrah yang sudah merencanakan perjalanan ibadah jauh-jauh hari. Tapi kita semua harus memaklumi dengan kondisi seperti ini, jadi pemerintah Arab Saudi cepat dalam menggambil keputusan agar setiap warga negara Arab Saudi tidak terjangkit virus corona. Tetapi jumat peminat untuk berangkat ibadah umrah setiap tahunnya selalu bertambah.

Namun, negara Arab Saudi tidak main-main dalam mengambil dan membuat keputusan dalam menangani dampak penyebaran virus corona. Pencegahan dan deteksi dini merupakan langkah yang harus diambil mengigat Mekkah dan Madinah merupakan dua kota suci yang hendak melaksanakan ibadah umrah. Maka, Arab Saudi mengambil langkah eksrem dengan menutup pintu bagi jamaah ibadah umrah.

Virus corona atau disebut juga dengan kata COVID-19 ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir Desember 2019. Kabar soal munculnya virus ini, ada yang mengatakan dari makanan hingga hewan-hewan liar (seperti kelelawar). Badan kesehatan dunia (WHO) pada awal kemunculan virus ini menyatakan bahwa kemungkinan sumber utamanya adalah hewan. Berita munculnya virus corona di Wuhan disebarkan pertama kali oleh seorang dokter yang bernama Li Wenliang. Pada saat itu ia melihat penyakit yang terinfeksi pada 7 orang pasien dari pasar laut lokal telah didiagnosis menderita penyakit yang mirip SARS dan telah dikarantina di rumah sakit, yang penyakit tersebut adalah virus corona. Sebelumnya, pemerintah Indonesia yakin bahwa virus ini tidak akan bisa masuk ke Indonesia dan Indonesia pada saat itu adalah negara yang belum terinfeksi serta aman dari kabar munculnya virus mematikan tersebut. Namun hal lain mungkin bisa terjadi, kemudian pada senin, 2 Maret 2020 presiden Joko Widodo resmi mengumumkan bahwa dua warga negara Indonesia positif virus corona atau COVID-19.

Sebelum virus corona masuk ke indonesia, Indonesia telah melakukan kesiap-siagaan seperti kemenkes mengeluarkan Surat Edaran kepada seluruh Dinas kesehatan Provinsi dan kab/kota untuk mengantisipasi apabila masuknya virus corona ini ke Indonesia, serta juga melakukan simulasi. Dan setelah masuknya virus corona ini ke Indonesia, Indonesia sendiri semakin memperketat penjagaan, setiap tempat kunjungan harus adanya alat pengukur suhu, bandara semakin diperketat seperti setiap tamu yang masuk harus dilakukan pengecekan, melakukan physical distancing, tidak boleh melakukan perjalanan mudik, tamu yang baru pulang dari luar negeri atau luar kota yang merupakan garis merah virus corona harus melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari serta sekarang sudah adanya PSBB.

Pemerintah Aceh juga menghimbau bahwa perangkat desa juga harus mengambil peran khusus dalam mempercepat penanggulangan covid-19. Desa harus tunduk terhadap apa yang telah diamanatkan oleh pemerintah untuk memutus mata rantai penularan virus corona ini. Hal-hal yang dilakukan desa dalam mengatasi wabah corona ini, bisa dilakukan dengan:

  1. Perangkat desa harus mengolah arus data dan informasi seluruh warganya. Data dan informasi mencakup kondisi ekonomi warga.
  2. Perangkat desa harus mampu untuk mengelola kendali informasi terkait covid 19. Jangan sampai masyarakat cemas dalam menghadapi wabah karena mendapat kabar yang tidak jelas.
  3. Perangkat desa membuat aturan-aturan baru yang sesuai dengan kebutuhan desa dalam menanggulangi wabah.
  4. Perangkat desa harus memberikan informasi terkait covid-19 setiap hari.

Sesuai dengan teori Modal Sosial bahwa jika ada suatu masalah besar di dalam masyarakat membutuhkan nilai-nilai sosial. Artinya, dibutuhkan suatu kerjasama seluruh kelompok sosial dalam menyelesaikan masalah tertentu. Modal sosial mampu mengarahkan masyarakat untuk sadar berkonstribusi dalam menyelesaikan masalah yang ada. Menurut Robert Putnam, modal sosial menjadi penyegar dalam kehidupan sosial yang secara subtansi memiliki kepercayaan bertindak secara bersama dalam menwujudkan suatu tujuan bersama.

Tujuan saat ini yang ingin di capai adalah melawan virus corona dan mencegah serta menangani permasalahan di dalam masyarakat. Apabila telah terciptanya stabilitas di dalam kehidupan akan menjadi motivasi besar pula dalam melawan virus ini. Pemerintah dalam menerapkan modal sosial untuk menyelesaikan masalah virus corona ini tentu harus adanya kebijakan yang efektif dalam menggerakan masyarakat agar dapat terarah dalam proses penyelesaian masalah wabah corona ini.

Di desa Menasah Kreung, Ingin Jaya, kab. Aceh Besar melakukan berbagai upaya dalam mengatasi penyebaran covid 19. Perangkat desa menghimbau semua warga harus bergotong royong dengan mematuhi apa yang pemerintah anjurkan. Dengan demikian, warga harus bekerja sama dalam mencegah penyebaran virus corona ini. Pemerintah Desa melakukan upaya-upaya umum yang harus dilakukan dan ditaati oleh warga antara lain, yaitu:

  • Memberikan himbauan mengenai informasi virus corona. Seperti melakukan evaluasi dengan memberitahu apa itu Covid kepada masyarakat desa agar masyarakat tidak cemas dan tetap waspada. Menjelaskan tata caranya agar masyarakat saat keluar rumah tetap memakai masker dan selalu mencuci tangan.
  • Desa Menasah Krueng ini membuat aturan-aturan baru dalam penanganan wabah ini, hal ini untuk mencegah terjadinya konflik sosial selama pandemi.

Misalnya:

  1. Membuat aturan dalam penerimaan tamu. Di desa ini membuat kebijakan lockdown mandiri, dimana setiap tamu yang masuk harus ada persetujuan serta pengecekan suhu tubuh.
  2. Setiap warga yang telah melakukan perjalanan ke luar negeri atau luar kota yang merupakan garis merah virus corona harus melapor terlebih dahulu kepada perangkat desa. Dan warga yang melakukan perjalanan tersebut harus melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari.
  3. Tidak boleh membuat kerumunan serta kegiatan yang mengumpulkan orang banyak. Jadi desa ini membatasi perkumpulan, bahkan untuk beberapa waktu desa ini pernah melarang dilakukannya proses pelamaran serta pernikahan dan resepsi untuk mengikuti arahan dari pemerintah aceh demi memutus mata rantai penyebaran virus corona.
  4. Warga di himbau untuk dapat menerapkan polah hidup sehat untuk terhindar dari virus tersebut.
  5. Saat terjadinya musibah seperti orang meninggal, desa ini memperbolehkan untuk berkunjung ke rumah duka dengan syarat tetap memakai masker serta meenjaga jarak.
  6. Menutup semua warung kopi untuk sementara sampai batas waktu yang ditentukan, agar masyarakat desa tidak datang dan berkumpul sehingga hal tersebut dapat memutus rantai penularan.
  7. Untuk beberapa waktu desa ini juga mengimbau bahwa masyarakat untuk tetap tinggal di rumah.

Kebijakan pemerintah desa yang telah di buat seperti untuk tetap di rumah aja, sangat direspon baik oleh warga maka hal itu menjadi salah satu contoh kekuatan modal sosial yang ampuh dalam menyelesaikan wabah ini. Pemerintah desa yang saya tempati ini juga melakukan aksi nyata atau langkah-langkah khusus dalam mencukupi ekonomi warga, dengan dilakukannya hal ini maka akan sangat bermanfaat bagi keselamatan warga dan kesejahteraan warga. Desa yang saya tempati ini memberikan bantuan-bantuan berupa sembako ke setiap rumah-rumah warga, ini dilakukan agar warga tetap di rumah saja selama pandemi virus corona ini. Sembako yang di salurkan berupa minyak makan, beras, gula dan indomie untuk kebutuhan sementara warga selama lockdown berlaku.

Desa juga melakukan penyemprotan desinfektan diseluruh badan jalan, hal tersebut dilakukan agar dapat mematikan kuman-kuman yang telah menempel. Peyemprotan desinfektan ini juga dilakukan di meunasah gampong Lubuk batee ini untuk mengatasi penyebaran virus corona karena tempat ibadah adalah tempat yang paling rame di datangin oleh masyarakat gampong, apalagi telah memasukin bulan suci Ramdhan.

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI