Penerapan Program Afiliasi Berbasis Virtual Grub dalam Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai Upaya Peningkatan Perekonomian pada Masa Covid-19

umkm di masa pandemi

Ahzha Andhar ‘Awwady
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Telp. +6281330088556
G91219061>
E-mail: [email protected]

Abstrak

Pandemi Covid-19 merupakan wabah yang terjadi secara tak terkendali pada lebih dari 200 negara di dunia. Pandemi tersebut tidak hanya menyebabkan krisis kesehatan di dunia, tapi banyak juga dampaknya pada berbagai sektor. Salah satunya sektor ekonomi. Hampir 99% pelaku ekonomi di Indonesia adalah UMKM. Lesunya omzet UMKM Indonesia saat ini sangat berpengaruh pada merosotnya perekonomian Indonesia. Pemerintah telah berupaya dalam berbagai hal untuk membantu rakyat kecil para pelaku UMKM dalam kelangsungan hidup. Namun, kunci kebertahanan mereka nyatanya, yaitu pada kelancaran usaha. Penerapan program afiliasi berbasis virtual team dalam mendukung perekonomian negara sekaligus penerapan physical distancing dapat dilakukan pada UMKM. Penerapan program afiliasi akan berdampak cukup baik kepada perekonomian negara maupun kehidupan para pelaku UMKM serta pengurangan tingkat pengangguran di tengah pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan WFH (Work From Home).

Kata kunci: Pandemi, Covid-19, Perekonomian, UMKM, Afiliasi, Virtual Team.

Pendahuluan

Virus Corona tengah menjadi perbincangan hangat sejak awal tahun 2020. Virus Corona baru 2019 atau yang akrab disapa Novel Corona Virus (2019-nCoV) merupakan salah satu jenis virus baru penyebab Covid-19 yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina, pada Desember 2019. Virus tersebut mampu menginfeksi manusia dan hewan dengan sangat cepat hanya melalui droplet seseorang yang terinfeksi ketika batuk, bersin, maupun berbicara. Droplet hanya mampu menjangkau udara sejauh satu meter, sehingga dapat diantisipasi dengan menjaga jarak dan menggunakan masker.

World Health Organization (WHO) telah resmi mengumumkan virus Corona sebagai pandemi dunia sejak 11 Maret 2020. Pernyataan pandemi tersebut didasarkan atas tingkat penyebaran wabah yang tak terkendali ke berbagai negara di dunia. Seperti pada grafik di atas terlihat bahwa terjadi peningkatan drastis kasus positif Covid-19 pada bulan Maret. Pandemi diumumkan tidak hanya sebagai peringatan atas kesiapsiagaan kebutuhan medis melainkan kesiapsiagaan atas berbagai aspek yang akan terpengaruh, salah satunya aspek ekonomi.

Hampir seluruh aspek ekonomi akan terganggu salah satunya adalah UMKM. Peran manusia dalam sektor UMKM sangat dibutuhkan dalam bergulirnya roda ekonomi, tetapi dalam pandemi ini mengharuskan untuk work from home (bekerja dari rumah) dan jelas selain itu pembelian barang juga tidak bisa langsung bertemu antara penjual dan pembeli. Berangkat dari masalah berikut, penulis berusaha untuk membuat atau mengemukakan pendapat agar terciptanya kestabilan ekonomi kembali.

 Rumusan Masalah

  1. Bagaimana mengatasi masalah ekonomi saat pandemi Covid-19?
  2. Bagaimana cara mengoptimalkan ekonomi selama masa Covid-19?

Tujuan Penelitian

Diharapkan agar pembaca nanti dapat menambah wawasan tentang perkembangan ekonomi UMKM saat  pandemi Covid-19 untuk menganalis strategi roda kehidupan UMKM saat pandemi Covid-19 dan juga untuk mengurangi pengangguran sementara saat pandemi Covid-19

Kajian Pustaka

Perekonomian dunia saat ini tengah terjadi krisis akibat tingginya kasus Covid-19 di dunia. Merosotnya perekonomian Tiongkok sangat berdampak pada perekonomian dunia. Hal ini dapat dibuktikan oleh tabel berikut:

Selain itu pada sektor perdagangan, Tiongkok serta negara-negara besar lainnya yang memiliki kasus Covid-19 cukup tinggi, seperti Italia, Amerika, Jepang, dan Korea Selatan juga sangat mempengaruhi perekonomian karena mereka masuk dalam negara dengan tingkat ekspor dan impor tertinggi di dunia.

Indonesia menjadi salah satu negara incaran virus Corona berikutnya. Kasus pertama diinformasikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020. Kasus tersebut terus meningkat hingga 3.293 kasus positif pada 9 April 2020 dan perekonomian Indonesia sudah mulai carut marut. Berbagai sektor industri sangat terpengaruh akibat wabah yang tak tertangani dengan sigap. Salah satu industri yang sangat terdampak dan memengaruhi penurunan perputaran ekonomi Indonesia, yaitu UMKM.

UMKM merupakan salah satu contoh usaha yang berkontribusi cukup besar dalam perkembangan perekonomian Indonesia, khususnya pada tahun 1997 hingga 1998. Saat terjadi krisis moneter, UMKM justru menjadi penopang perekonomian pada saat itu. Bahkan pasca krisis tersebut, UMKM di Indonesia terus meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun.

Pandemi Covid-19 telah membuktikan bahwa UMKM memiliki peran yang sangat penting terhadap perekonomian Indonesia. Perekonomian Indonesia turun drastis selain akibat dari industri pariwisata dan manufaktur, nyatanya ada UMKM yang tidak mampu lagi menopang krisis ekonomi akibat pandemi ini. Sektor UMKM dinilai memiliki tingkat kerentanan terhadap pandemi ini paling tinggi karena umumnya UMKM berpenghasilan dari perputaran dagangan tiap harinya.

Jumlah UMKM di Indonesia saat ini berjumlah sekitar 65 juta unit dan menyerap tenaga kerja sebanyak 97% atau sekitar 116,98 juta orang. UMKM juga mampu menyumbang 60% Porduk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Apabila UMKM dapat diperhatikan dan dikelola lebih baik pada masa pandemi ini, maka UMKM kemungkinan mampu untuk mengembalikan perekonomian Indonesia.

Pada masa pandemi Covid-19, banyak UMKM yang mengalami kelesuan, di antaranya omzet mereka mulai mengalami penurunan dari akhir Februari lalu hingga saat ini beberapa UMKM tidak mendapatkan pemasukan bahkan terpaksa merumahkan karyawannya. Hal tersebut terjadi akibat dari gerakan physical distancing. Banyak orang yang tidak berbelanja karena tidak ada yang bepergian keluar. Apabila permasalahan ini tak ditangani dengan baik, ditakutkannya akan terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di mana-mana yang tak terbendung.

Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2E LIPI) telah memprediksi bahwa pandemi virus Corona akan memberikan dampak yang berarti pada UMKM Indonesia. LIPI juga telah mengkaji bahwa salah satu sektor pariwisata yang paling terdampak, yaitu UMKM terutama pada bidang makanan-minuman, sebesar 27% dan kerajinan, sebesar 17,03%.

Banyak pekerja menjadi WFH di masa pandemi Covid-19, meski pada kenyataannya tak semua pekerjaan mampu dikerjakan di rumah. Bagi UMKM seharusnya hal tersebut bukanlah hal yang mustahil. Era modern telah banyak memanfaatkan teknologi supaya organisasi tetap dapat bekerja fleksibel dan menghasilkan. Penting untuk adanya edukasi kepada pelaku UMKM membentuk dynamic organization di tengah pandemi ini dengan tetap bekerja di rumah.

Metode Penelitian

Metode Pengumpulan data

Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan pengumpulan data-data dari literatur yang telah dipublikasi sebelumnya dan beberapa pendapat pribadi dari penulis sendiri.

Metode Penelitian Quasi Eksperimental Semu

Hasil dari pencarian data-data yang di cari oleh penulis akan di lakukan penyusunan dan memasukkan beberapa opini dan buah pikir milik penulis untuk menganalisis pertanyaan-pertanyaan dari perumusan masalah yang sudah ada.   Penelitian Quasi Eksperimental Semu ini membantu untuk menjelaskan bagaimana aspek-aspek permasalahan yang belum dapat dikuantitatifkan dengan melihat kemungkinan-kemungkinan lain yang berkaitan.

Hasil dan Pembahasan

Afiliasi merupakan suatu strategi pemasaran di mana seorang afiliator akan mengenalkan atau mempromosikan produk/jasa dari suatu usaha tersebut hingga ia mendapatkan kesepakatan penjualan dengan pelanggan. Afiliasi adalah salah satu strategi pemasaran yang sangat efektif pada masa pandemi Covid-19 karena dapat dilakukan di rumah saja dan bermodalkan gadget. Selain itu, pelaku UMKM tidak perlu pusing terhadap pengeluaran gaji tetap karyawan karena afiliator hanya akan menerima gaji/komisi berdasarkan atas jumlah produk yang dapat ia jual. Afiliasi diharapkan mampu meningkatkan omzet UMKM karena strategi pemasaran ini bersifat luas dan dapat dilakukan oleh siapapun sehingga masyarakat tetap mengetahui keberadaan UMKM tersebut serta dapat dengan mudah mempertemukan penjual dan pembeli di tengah pandemi Covid-19. Para pelaku UMKM akan sangat merasa terbantu atas dagangannya yang dikenal luas dan terjual, serta konsumen akan merasa terbantu atas informasi penjual ataupun produk yang ternyata sedang mereka butuh atau inginkan ada di sekitarnya. Selain itu, program afiliasi juga mampu menurunkan angka pengangguran akibat pandemi ini karena mereka tetap dapat bekerja meski di rumah. Hal tersebut akan sangat berdampak pada perekonomian Indonesia.

Menjalankan usaha atau organisasi dengan program afiliasi tetap perlu adanya kontrol dan komunikasi antara anggota afiliasi dengan pelaku usaha. Hal tersebut dilakukan untuk mempertemukan maksud, tujuan, kendala, dan solusi sebagai keberlanjutan kerja dan organisasi ke depannya. Dalam suatu organisasi, komunikasi antar pihak masih sangat penting dan dibutuhkan sebagai strategi ke depannya. Virtual team akan diterapkan juga pada pengelolaan program afiliasi ini. Pertemuan secara daring maupun laporan usaha dan informasi bisnis harus tetap berjalan meski tak pernah tatap muka secara langsung. Physical distancing tidak akan menghalangi UMKM untuk tetap berkembang dan maju dalam membantu berputarnya roda perekonomian Indonesia.

Motivasi antar anggota afiliasi maupun dukungan dari pelaku usaha supaya organisasi tetap dapat berjalan baik juga perlu dilakukan. Dewasa ini, umumnya pata pelaku afiliasi merupakan generasi muda dimana mereka selalu memiliki ide kreatif dalam memasarkan suatu produk. Kendala yang ada sebaik mungkin mampu mereka komunikasikan dalam grup sebagai bentuk tantangan organisasi dan tim dalam menjalankan pemasaran produk di tengah pandemi. Dalam virtual team afiliasi pasti akan terjadi persaingan dalam meraih penjualan sebanyak-banyaknya. Hal tersebutlah yang akan menjadi tantangan tersendiri oleh pelaku UMKM. Jika hal tersebut mampu dilalui dan dikomunikasikan dengan baik, justru dapat meningkatkan motivasi dan semangat kerja para anggota tim afiliasi dalam mencapai penjualan semaksimal mungkin.

Jika proses keberjalanan program afiliasi berbasis virtual team tersebut dapat berjalan baik, dengan komunikasi, motivasi, dan semangat antar tim terjaga, maka UMKM tersebut mampu membentuk suatu organisasi yang dinamis sehingga mampu bersaing dan berjuang melawan krisis ekonomi di tengah pandemi Covid- 19 sehingga akan berdampak terhadap perekonomian negara menjadi lebih baik. Dari sini, dukungan pemerintah dan generasi muda juga diperlukan untuk mengedukasi pelaku UMKM maupun memfasilitasi mereka para pelaku UMKM yang masih gagap teknologi.

Pandemi Covid-19 merupakan momok untuk berbagai negara, sektor, dan manusia sendiri. Generasi milenial hingga z yang memiliki kemampuan berpikir kreatif, penguasaan teknologi, dan semangat mudah diharapkan untuk dapat membantu laju perekonomian di dunia terutama Indonesia dapat tetap stabil di tengah pandemi. Peran generasi muda sangatlah penting dalam bersama melawan pandemi tak terkendali. Jangan biarkan rakyat kecil ikut menderita atas terjadinya pandemi ini dan berkontribusilah bersama pemerintah membantu rakyat yang membutuhkan bantuan.

Kemungkinan masalah yang akan timbul ialah beberapa masyarakat yang kurang mengerti dengan market place yang sekarang ada karena mereka masih belum paham betul dengan teknologi. Peran pemuda juga sangat dibutuhkan karena sebagai pemuda yang baik harus berguna untuk orang lain. Caranya dengan mengajarkan atau membantu pemakaian aplikasi yang kurang dipahami. Dengan itu, bukan hanya perekonomian yang akan kembali mengggeliat tapi juga sosialisasi yang sempat terputus akan kembali lagi.

Kesimpulan

Saat pandemi Covid-19 ini hampir seluruh aspek ekonomi terpengaruh dan laju ekonomi negara Indonesia berpotensi untuk melemah saat pandemi maupun pasca pandemi. Program afiliasi ini diharapkan dapat menutup salah satu celah melemahnya laju ekonomi Indonesia. Dengan adanya program afiliasi ini diharapkan agar UMKM yang sempat lesu di awal pandemi Covid-19 ini kembali menggeliat dan ekonomi di Indonesia tidak terpuruk pasca pandemi Covid-19. Program afiliasi ini hanya salah satu dari komponen dalam bidang usaha UMKM masih perlu banyak komponen dan pihak yang harus ikut campur dalam sebuah usaha. Tidak akan pernah bisa teratur jika semua komponen yang diperlukan tidak sama-sama berjalan.

Referensi

Andrea Lidwina, D. H. (2020, Maret 16). Ekonomi Dunia Menanggung Beban Covid-19. Dipetik 9 April, 2020, dari katadata.co.id: https://katadata.co.id/analisisdata/2020/03/16/ekonomi-dunia-menanggung-beban-covid-19

Epidemiological. (2020). Situation update worldwide, as of 9 April 2020. Dipetik April 9, 2020, dari European Centre for Disease Prevention and Control: https://www.ecdc.europa.eu/en/geographical-distribution-2019-ncov-cases

Prussakov, Evgenii. (2011). Affiliate Program Management: An Hour A Day. Canada: John Wiley & Sons, Inc.

Purwanto, Antonius. (2020, Maret 31). Ujian UMKM Menahan Corona. Dipetik April 9, 2020, dari kompas.id: https://bebas.kompas.id/baca/riset/2020/03/31/ujian-umkm-menahan-korona/

RANDALL S. PETERSON, E. A. (2003). Leading and Managing People in The Dynamic Organization. Mahwah: Lawrence Erlbaum Associates,Inc.

Sebayang, Rehia. (2020, Maret 12). WHO Nyatakan Wabah COVID-19 jadi Pandemi, Apa Maksudnya?. Dipetik April 9, 2020, dari CNBC Indonesia: https://www.cnbcindonesia.com/news/20200312075307-4-144247/who-nyatakan-wabah-covid-19-jadi-pandemi-apa-maksudnya

WHO Team. (2020, April 8). Coronavirus disease (COVID-19) Pandemic. Dipetik April 9, 2020, dari World Health Organization: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019

Editor : Sitti Fathimah Herdarina Darsim

Baca juga:
Efektifnya Platform Online bagi UMKM Selama Pandemi Covid-19 di Indonesia
Keberlangsungan UMKM di Masa Pandemi Covid-19
Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Sektor UMKM di Indonesia

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI