Transformasi Layanan Kesehatan, Mahasiswa UBSI Rancang Aplikasi Rekam Medis Berbasis Web untuk RS Karya Medika Bantar Gebang

Sistem Informasi Rekam Medis

Bekasi – Perkembangan teknologi di sektor kesehatan kini menuntut fasilitas kesehatan (faskes) untuk mengimplementasikan sistem yang lebih modern guna meningkatkan efisiensi tata kelola administrasi. Menjawab tantangan tersebut, seorang mahasiswa Program Sarjana Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Ilham Kurniawan, sukses membangun dan menyerahkan platform Sistem Informasi Rekam Medis Rawat Jalan berbasis web untuk Rumah Sakit Karya Medika Bantar Gebang. Senin, (29/06/2026)

Kegiatan penyerahan dan serah terima aplikasi ini dilakukan secara resmi bersama Direktur Rumah Sakit, dr. Medardus Iman Prasetyo, MARS.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Platform Sistem Informasi Rekam Medis Berbasis Web

Platform digital ini merupakan produk luaran dari riset skripsi berjudul “Implementasi Sistem Informasi Rekam Medis Rawat Jalan pada Rumah Sakit Karya Medika Bantar Gebang”. Dalam proses penyusunannya, Ilham dibimbing secara intensif oleh dua dosen pengampu, yakni Nurul Afni, M.Kom. serta Nurmala Dewi, M.Kom. Pihak manajemen faskes menyambut positif kehadiran teknologi ini dan turut serta menyaksikan jalannya demonstrasi program beserta sesi tanya jawab teknis.

Latar Belakang Pengembangan Sistem

Urgensi pembuatan perangkat lunak ini didasari oleh sistem operasional rekam medis di RS Karya Medika Bantar Gebang yang dinilai masih semi-manual dan mengandalkan formulir kertas. Metode konvensional tersebut memicu beberapa kendala utama, mulai dari lambatnya pencarian berkas fisik pasien yang memicu antrean panjang, tingginya risiko duplikasi nomor rekam medis, hambatan waktu saat petugas memindahkan data pelaporan, hingga risiko kerusakan fisik dokumen rekam medis.

Guna mengatasi masalah tersebut, sistem informasi usulan ini dirancang untuk mengintegrasikan seluruh sirkulasi data klinis ke dalam pangkalan data digital secara terpusat. Proses rekayasa perangkat lunak ini sepenuhnya mengadopsi framework CodeIgniter dengan menerapkan model pengembangan Waterfall yang berjalan linear dan sekuensial, mulai dari tahap analisis kebutuhan hingga fase pengujian fungsionalitas sistem.

Fitur dan Hak Akses Pengguna

Sistem rekam medis elektronik ini mengakomodasi lima hak akses pengguna utama secara spesifik, yaitu admin, petugas pendaftaran, dokter, apoteker, dan pimpinan. Admin memegang kendali atas manajemen user dan pelacakan log aktivitas. Petugas pendaftaran bertugas mengelola profil identitas pasien serta mengarahkan sistem antrean per poliklinik tujuan.

Dokter dapat mencatat keluhan klinis menggunakan standar rekam medis digital berbasis SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Plan) yang terintegrasi dengan kode penyakit internasional ICD-10. Di sisi lain, apoteker mengelola transaksi e-resep farmasi, sementara pimpinan dapat memantau grafik statistik dashboard laporan kunjungan.

Aplikasi berbasis web ini dilengkapi oleh beragam modul operasional unggulan, seperti penomoran otomatis format RM-XXXX untuk mengeliminasi nomor ganda, fitur penyaringan data medis pasien secara instan, mekanisme finalisasi penguncian dokumen rekam medis, sistem sinkronisasi stok obat di apotek yang otomatis berkurang, serta pengamanan data berbasis peran (Role-Based Access Control) yang dioperasikan cukup melalui peramban internet.

Manfaat Implementasi Sistem

Dengan adanya inovasi digital ini, pasien dipermudah karena tidak diwajibkan lagi membawa kartu berobat fisik. Petugas kesehatan juga dapat mengakses data rekam jejak klinis pasien secara instan hanya dengan mencari nama atau nomor identitas di dalam pangkalan data demi mendukung ketepatan keputusan medis dokter.

Ilham berharap implementasi teknologi ini mampu menjadi solusi konkret yang mendongkrak mutu pelayanan kesehatan di RS Karya Medika Bantar Gebang, sekaligus menjadi kontribusi nyata mahasiswa UBSI dalam mendukung program transformasi digital faskes nasional.

Melalui studi kasus ini, penerapan aplikasi pengarsipan medis berarsitektur digital terbukti mampu memotong birokrasi administrasi yang lambat. Peralihan menuju era digitalisasi rekam medis elektronik terintegrasi ini sukses meningkatkan aspek akurasi data, efisiensi waktu pelayanan, serta jaminan keamanan arsip riwayat kesehatan pasien secara jangka panjang.


Penulis: Ilham Kurniawan
Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI)


Dosen Pengampu:
– Nurul Afni, M.Kom.
– Nurmala Dewi, M.Kom.


Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses