Dari Limbah Jadi Berkah: Ibu-Ibu PKK Desa Tirtomarto Belajar Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi bersama Mahasiswa KKN IPB

KKN-T IPB
Kegiatan Mahasiswa KKN-T IPB (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Tirtomarto, MMI – Siapa sangka, minyak jelantah yang selama ini hanya menjadi limbah dapur ternyata bisa disulap menjadi lilin aromaterapi yang cantik, wangi, dan memiliki nilai jual tinggi? Inilah yang dipelajari para ibu PKK Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan yang diadakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University Kelompok MALANGKAB15 (15/07/2025).

Bertempat di Balai Desa Tirtomarto, acara yang digelar pada 15 Juli 2025 ini berlangsung meriah. Puluhan ibu rumah tangga hadir dengan penuh semangat.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

 

Belajar Bijak Kelola Limbah, Ciptakan Peluang Usaha

Kegiatan dimulai dengan pemaparan materi tentang dampak negatif pembuangan minyak jelantah ke lingkungan. Minyak bekas pakai yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan air, dan jika digunakan berulang kali untuk memasak dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Mahasiswa KKNT menjelaskan bahwa masalah ini bisa diubah menjadi peluang usaha apabila masyarakat mampu melihat minyak jelantah dari sudut pandang baru.

Ide ini sederhana tapi berdampak besar. Kami ingin mengajak masyarakat melihat limbah bukan hanya sebagai sampah, tetapi sebagai sumber potensi ekonomi,” ujar salah satu mahasiswa KKNT yang memberikan penyuluhan.

Dalam sesi berikutnya, para mahasiswa memperkenalkan cara membuat lilin aromaterapi dari minyak jelantah. Proses pembuatannya ternyata sederhana, hanya memerlukan minyak jelantah yang sudah disaring, pewarna, pewangi, dan sumbu.

Baca juga: MBKM Magang Riset UPNVJT 2023: Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Biodiesel dengan Katalis CaO dari Limbah Tulang Sapi

Semua bahan tersebut mudah ditemukan di rumah atau dibeli dengan harga terjangkau. Setelah sesi teori, para peserta diajak praktik membuat lilin aromaterapi. Suasana balai desa pun berubah menjadi “laboratorium mini”.

Tawa para ibu terdengar saat mereka menuang minyak ke wadah lilin, memasang sumbu, dan menambahkan pewangi sesuai selera. Aroma wangi segera memenuhi ruangan, menciptakan suasana yang hangat dan penuh semangat belajar.

 

Antusiasme Tinggi, Semangat Tak Terbendung

Banyak peserta yang tidak menyangka minyak bekas bisa diolah menjadi lilin yang cantik dan menarik. “Saya baru tahu kalau minyak bekas bisa dijadikan lilin yang wangi dan bagus seperti ini. Ternyata gampang dan seru juga buatnya,” kata salah satu ibu PKK sambil menunjukkan lilin aromaterapi.

Pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membuka wawasan para ibu tentang peluang usaha baru. Beberapa peserta bahkan langsung mengusulkan untuk mengembangkan lilin aromaterapi sebagai usaha kelompok PKK.

Dengan desain yang menarik dan aroma yang menenangkan, produk ini memiliki potensi untuk dipasarkan, terutama di era meningkatnya minat masyarakat terhadap produk ramah lingkungan.

 

Dampak Positif bagi Lingkungan dan Ekonomi Rumah Tangga

Kegiatan ini memberikan pemahaman penting bahwa pengelolaan limbah rumah tangga bisa menjadi cara efektif untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menambah pendapatan keluarga. Dengan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, para ibu PKK dapat membantu mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh pembuangan minyak sembarangan.

Selain itu, keterampilan ini dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan dengan modal yang relatif kecil. Lilin aromaterapi hasil kreasi ibu-ibu PKK Desa Tirtomarto dapat dijual dalam berbagai bentuk dan aroma sesuai permintaan pasar. Kreativitas dalam desain dan kemasan juga membuka peluang untuk menarik segmen konsumen yang lebih luas.

Mahasiswa KKNT IPB Kelompok MALANGKAB15 berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan ini akan terus dimanfaatkan dan dikembangkan. Dengan pengetahuan baru ini, para ibu PKK tidak hanya mampu menciptakan produk ramah lingkungan, tetapi juga berpotensi memperoleh penghasilan tambahan bagi keluarga.

Kegiatan di Desa Tirtomarto ini menjadi bukti bahwa inovasi sederhana bisa memberikan dampak positif yang besar. Dari minyak jelantah yang dulunya hanya dianggap limbah, kini lahir produk kreatif yang mempercantik ruangan, menghadirkan aroma menenangkan, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

 

Penulis: KKN-T IPB MALANGKAB15
Mahasiswa IPB University

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses