Kearifan Lokal Hajat Laut: Tradisi Masyarakat Pesisir Pangandaran sebagai Warisan Budaya

Kearifan Lokal Hajat Laut: Tradisi Masyarakat Pesisir Pangandaran sebagai Warisan Budaya

Pangandaran, surga tropis di pesisir Samudera Hindia. Kondisi alam yang indah dengan pasir putih dan hitam, lingkungan berbukit yang bersih dan landai, serta pemandangan matahari terbenam yang sungguh indah. Wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran mengatakan Pangandaran adalah Bali kedua.

Ini adalah tempat yang tidak hanya memiliki keindahan alam, tetapi juga keharmonian keanekaragaman budaya yang menakjubkan. Salah satu ciri kekayaan budaya Pangandaran yang paling menonjol dan khas adalah tradisi Hajat laut Di balik pemandangan menakjubkan ini terdapat kisah-kisah kuno yang membentuk identitas masyarakat pesisir dan warisan budaya mereka yang berharga.

Hajat Laut merupakan festival masyarakat pesisir Pangandaran. Hajat Laut merupakan acara yang biasa diadakan di wilayah pesisir, khususnya pesisir selatan, pada hari Kamis menjelang Kriwon setiap hari Jumat pada bulan Muharram.

Bacaan Lainnya
DONASI

Tradisi ini telah ada selama berabad-abad dan mewakili hubungan kuat antara manusia dan laut. Ritual ini biasanya dilakukan menjelang musim penangkapan ikan atau menjelang penangkapan ikan. Pesta laut ini bertujuan untuk mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kebahagiaan dan keselamatan kepada para nelayan.

Selain itu, Hajat laut juga bertujuan untuk memastikan para nelayan selalu aman dalam melakukan aktivitas penangkapan ikan sehari-hari. Ada pula yang meyakini acara tersebut merupakan acara mendoakan keselamatan nelayan kepada Dewi Loro Kidul, tokoh mitos yang konon merupakan pelindung pantai selatan. Hajat Laut memiliki banyak mamfaat.

Baca Juga: Tradisi Weton dalam Pandangan Islam

Semua diawali dengan persiapan yang matang dan penentuan tanggal pastinya menggunakan penanggalan Jawa. Salah satu momen terpenting adalah ‘naikaa’, saat orang datang ke pantai dengan membawa makanan, bunga, dan kepala hewan ternak seperti sapi dan kambing. Ketiga sesaji tersebut kemudian dibawa ke tengah laut dan ditenggelamkan (dienang).

Setelahnya, tarian dan musik tradisional memenuhi udara. Orkestra gamelan memainkan musik yang unik, dan para penari dengan kostum warna-warni menampilkan gerakan-gerakan yang mengingatkan pada memancing dan berlayar.

Para penari ini menyampaikan pesan kuno tentang keharmonisan antara manusia dan alam. Hajat Laut merupakan acara yang mempersatukan masyarakat dan lebih dari sekedar ritual. Seluruh desa berpartisipasi dalam mempersiapkan dan melaksanakan ritual tersebut.

Saatnya seluruh masyarakat bersatu untuk melestarikan tradisi ini dan menikmati aura magis yang terkandung dalam setiap langkah ritual. Hajat Laut merupakan warisan budaya dan upacara keagamaan yang menampilkan filosofi dan gaya hidup masyarakat pesisir Pangandaran.

Dengan cara ini, tradisi lokal dan kearifan lokal dapat dilestarikan. Hajat laut menawarkan warisan budaya yang kaya berupa musik, tari, dan cerita.

Ritual ini melibatkan pemahaman tentang alam dan hubungan antara manusia dan alam. Hal ini merupakan ajakan bagi para seniman, peneliti, dan penikmat budaya untuk mengkaji identitas budaya Pangandaran lebih dalam.

Hajat laut merupakan pertanda kuat bahwa warisan budaya dapat berperan sebagai penghubung kuat antara masa lalu dan masa depan. Meski zaman terus berubah, masyarakat Pangandaran tetap merayakan tradisi ini dengan penuh kebanggaan.

Sebagai bagian dari upaya konservasi, beberapa komunitas telah membawa kehidupan laut ke luar. Kearifan lokal Pangandaran yang sangat berharga adalah Hajat laut yang menghubungkan manusia dengan laut dan alam. Warisan budaya ini harus dijaga dan dilestarikan agar tetap diingat dan dihargai oleh generasi mendatang.

 

Penulis: (1) Farhan Alfikhi Ramadhan
(2) Prof. Dr. Drs. Sam’un Jaja Raharja, M.Si.
(3) Sari Usih Natari, STP., MM
Mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis, Universitas Padjadjaran

Editor: I. Khairunnisa

Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI