Mahasiswa KKN Sosialisasikan Pentingnya Penggunaan APD bagi Petani Kakao di Desa Melaya, Jembrana

KKN UNS
Dokumentasi bersama dengan Petani Kakao setelah Sosialisasi Penggunaan APD di Desa Melaya (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Jembrana, Bali, MMI – Kolaborasi antara mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret dan Universita Udayana mengadakan kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi petani kakao di Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran petani terhadap keselamatan dan kesehatan kerja dalam aktivitas pertanian, terutama saat proses penyemprotan pestisida dan pengolahan hasil kebun kakao.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Desa Melaya dikenal sebagai salah satu sentra produksi kakao di Bali Barat. Sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani yang secara rutin berinteraksi dengan bahan kimia seperti pestisida dan pupuk.

Berdasarkan observasi mahasiswa KKN, sebagian petani masih belum menggunakan APD secara lengkap saat bekerja di kebun, seperti sarung tangan, masker, dan pelindung mata. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Koordinator kelompok KKN UNS (Habib Riziq), menjelaskan bahwa penggunaan APD menjadi langkah penting dalam melindungi petani dari paparan bahan berbahaya. Petani sering menganggap penggunaan APD merepotkan atau tidak nyaman, padahal APD sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit, pernapasan, dan mata dari paparan bahan kimia,” ujarnya.

Baca juga: Menembus Pasar Ekspor dengan Kakao Tropis Berbasis Blockchain

Kegiatan sosialisasi dilakukan di rumah Bli Kadek selaku Koordinator Kelompok Kakao di Desa Melaya. Kegiatan sosialisasi dilakukan melalui pendekatan partisipatif, di mana mahasiswa memberikan penjelasan langsung, demonstrasi penggunaan APD yang benar, serta membagikan brosur edukatif mengenai keselamatan kerja di sektor pertanian.

Mahasiswa juga menyerahkan contoh APD sederhana seperti sarung tangan karet, masker kain, dan pelindung wajah yang mudah diperoleh dan digunakan sehari-hari.

Kepala Desa Melaya memberikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut. “Kami menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN yang memperhatikan aspek keselamatan kerja petani. Edukasi semacam ini penting agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya melindungi diri saat bekerja,” ujarnya.

Penyerahan APD untuk Petani (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap dapat menumbuhkan budaya kerja aman di kalangan petani Desa Melaya. Penggunaan APD diharapkan tidak hanya menjadi kebiasaan sesaat, tetapi juga menjadi bagian dari perilaku kerja yang berkelanjutan untuk menjaga kesehatan petani dan meningkatkan produktivitas perkebunan kakao secara keseluruhan. Dan setelah dilakukannya sosialisasi ini beberapa petani kakao di Desa Melaya sudah menerapkan penggunaan APD ketika bertani.

Penerapan Penggunaan APD oleh Petani Kakao (Sumber: Dokumentasi Penulis)

 

Penulis: Tim KKN UNS 2025 
Mahasiswa Universitas Sebelas Maret
Dosen Pembimbing: Prof. Dr. Ir. Kuncoro Diharjo, S. T., M. T.

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses