Mahasiswa UNS Gelar Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme dari Kulit Jeruk untuk Kelompok Wanita Tani Desa Mranggen

pelatihan eco-enzyme
Mahasiswa UNS Gelar Pelatihan Pembuatan Eco-Enzyme dari Kulit Jeruk untuk Kelompok Wanita Tani Desa Mranggen. Sumber: Penulis.

Kelompok mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan angkatan 2023 penerima Hibah Pembelajaran Berdampak Kelompok 1919 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sukses menggelar pelatihan pembuatan eco-enzyme berbahan dasar kulit buah jeruk kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Mranggen.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (27/05/2026), dan merupakan bagian dari program pembelajaran berbasis dampak nyata bagi masyarakat.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Mengubah Limbah Menjadi Manfaat

Eco-enzyme adalah cairan serbaguna yang dihasilkan dari proses fermentasi limbah organik, salah satunya kulit buah jeruk. Cairan ini memiliki beragam kegunaan praktis dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pupuk organik cair untuk tanaman, pembersih kaca, hingga cairan pembersih lantai dan permukaan rumah tangga lainnya.

Melalui pelatihan ini, para peserta dari KWT Desa Mranggen diajak untuk memahami cara memanfaatkan limbah kulit jeruk yang selama ini hanya dibuang begitu saja menjadi produk bernilai guna tinggi.

Selain ramah lingkungan, pembuatan eco-enzyme juga relatif mudah, murah, dan dapat dilakukan dengan bahan-bahan yang tersedia di sekitar rumah.

Kegunaan Eco-Enzyme:

  • Pupuk organik cair untuk menyuburkan tanaman.
  • Pembersih kaca, lantai, dan permukaan rumah tangga.
  • Penghilang bau tidak sedap di rumah.
  • Cairan ramah lingkungan pengganti bahan kimia berbahaya
  • Dapat dikembangkan menjadi produk komersial bernilai ekonomi.

Baca Juga: KKN UNTAG Surabaya 2023: Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik Dapur Menjadi Eco Enzym yang Mempunyai Sejuta Manfaat

Kolaborasi Tiga Pihak

Kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi yang solid antara tiga pihak, yaitu Kelompok 1919 UNS selaku pelaksana program, BUMDes Gotong Royong selaku mitra pelaksana di tingkat desa, dan Pemerintah Desa Mranggen yang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan.

Sinergi antara mahasiswa, lembaga desa, dan pemerintah desa ini menjadi kunci keberhasilan program sehingga dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.

Pihak BUMDes Gotong Royong turut berperan aktif dalam memfasilitasi koordinasi dengan anggota KWT dan menyediakan sarana pendukung selama kegiatan berlangsung. Sementara itu, Pemerintah Desa Mranggen memberikan ruang dan legitimasi agar program ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat setempat.

Antusias dan Wawasan Baru bagi KWT

Para anggota Kelompok Wanita Tani menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka mengikuti setiap tahapan pelatihan dengan seksama, mulai dari pengenalan bahan, proses fermentasi, hingga cara penyimpanan dan penggunaan eco-enzyme yang tepat.

Bagi sebagian besar peserta, ini adalah pertama kalinya mereka mengenal eco-enzyme secara langsung dan mempraktikkan pembuatannya.

Berdasarkan hasil wawancara, Bapak Wiyono selaku Ketua BUMDes Gotong Royong menyampaikan, “Kegiatan sosialisasi eco-enzyme yang dilaksanakan oleh mahasiswa penerima hibah sangat bermanfaat bagi Kelompok Wanita Tani karena dapat menambah ilmu dan wawasan, khususnya mengenai pemanfaatan limbah organik menjadi eco-enzyme yang berguna bagi lingkungan maupun kehidupan sehari-hari.”

Kegiatan ini berhasil menambah wawasan baru bagi para anggota KWT, khususnya dalam hal pengelolaan limbah organik rumah tangga yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Dengan bekal ilmu yang diperoleh, diharapkan para anggota KWT dapat mempraktikkan pembuatan eco-enzyme secara mandiri di rumah masing-masing, bahkan berpotensi mengembangkannya menjadi produk yang dapat dipasarkan melalui BUMDes Gotong Royong.

Baca Juga: Implementasi Program Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik di MA AI Kautsar: Gerakan Bank Sampah

Harapan ke Depan

Melalui program Hibah Pembelajaran Berdampak ini, Kelompok 1919 UNS berharap ilmu dan keterampilan yang telah diberikan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Mranggen.

Tidak hanya sebatas pelatihan sesaat, tetapi menjadi langkah awal menuju kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.

Program seperti ini juga menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mampu hadir dan memberikan kontribusi langsung bagi masyarakat sesuai dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi.


Penulis: Tim Hibah Berdampak 1919 Desa Mranggen UNS
1. Adisha Dania Sayyidina (K6423002)
2. Hawa Khoirunnisa (K6423038)
3. Muhammad Yoga Rudy Saputra (K6423049)
4. Muthia Haifa Luthfiana (K6423050)
5. Nina Ayu Permata Sari (K6423054)
6. Selviana Wahyu Putri Azzahra (K6423068)
7. Selvi intan Rahmadani (K6423067)
8. Vannia Griselda (K6423073)
9. Yasyifa Ananda Ferlita (K6423075)
Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Sebelas Maret (UNS)


Dosen Pengampu: Dr. Moh. Muchtarom, S.Ag., M.S.I.


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses