Universitas Mercu Buana Gelar Kuliah Peduli Negeri: Edukasi Antisipasi Scam Digital, Cyberbullying, dan Pelatihan Public Speaking di SMA Budhaya II St. Agustinus

Scam Digital
Universitas Mercu Buana melalui program Kuliah Peduli Negeri (KPN) menggelar edukasi literasi digital di SMA Budhaya II St. Agustinus, Jakarta Timur. Kegiatan bertajuk Think Smart, Act Smart, and Speak Smart ini menghadirkan penyuluhan antisipasi scam digital, seminar cyberbullying, serta pelatihan public speaking guna membekali siswa menghadapi tantangan era digital dengan lebih cerdas, aman, dan percaya diri. (Ilustrasi: Dok. MMI)

Jakarta, MMI – Di tengah meningkatnya penggunaan teknologi digital di kalangan remaja, Universitas Mercu Buana (UMB) melalui program Kuliah Peduli Negeri (KPN) menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk “Think Smart, Act Smart, and Speak Smart” di SMA Budhaya II St. Agustinus, Jakarta Timur (25/05/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan literasi digital serta kemampuan komunikasi siswa dalam menghadapi tantangan era digital.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Latar Belakang Kegiatan

Tim pengusul dari Universitas Mercu Buana menjelaskan bahwa kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap data nasional terkait kerentanan digital pelajar. Berdasarkan laporan Global Anti-Scam Alliance (GASA), sebanyak 66 persen orang dewasa Indonesia pernah mengalami penipuan digital dalam setahun terakhir dengan total kerugian mencapai Rp49 triliun.

Baca Juga: Maraknya Love Scamming yang Terjadi pada Anak-Anak dan Remaja Melalui Hubungan Virtual

Indonesia bahkan menempati peringkat kedua dari 112 negara yang paling rentan terhadap praktik penipuan digital dalam Global Fraud Index 2025.

Selain ancaman scam, fenomena cyberbullying juga terus meningkat. Data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mencatat kenaikan kasus kekerasan di lingkungan pendidikan dari 91 kasus pada 2020 menjadi 573 kasus pada 2024.

Riset akademis bahkan menunjukkan sekitar 40 persen siswa di Indonesia mengalami cyberbullying yang berdampak pada gangguan kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi.

Baca Juga: Cyberbullying: Transformasi Kekerasan Komunikasi di Era Digital dan Tantangan Penegakan Hukum

Materi Edukasi dan Pelatihan

Dalam sesi penyuluhan, peserta diajak mengenali berbagai modus scam digital, seperti phishing, social engineering, investasi bodong, dan penipuan rekrutmen kerja palsu, lengkap dengan simulasi analisis kasus nyata.

Sesi seminar membahas dampak psikologis cyberbullying serta kaitannya dengan jejak digital yang berpotensi memengaruhi reputasi dan karier siswa di masa depan, mengingat sekitar 80 persen perekrut kerja kini memeriksa jejak digital kandidat sebelum merekrut.

Baca Juga: Ketika Kata Menjadi Luka: Cyberbullying sebagai Senjata Halus Kekerasan Digital yang Tak Terlihat, namun Mematikan

Dalam sesi pelatihan public speaking, siswa tidak hanya diberikan pemahaman mengenai teori dasar berbicara di depan umum, tetapi juga diajak mempraktikkan secara langsung teknik-teknik komunikasi yang efektif.

Materi yang disampaikan meliputi cara menyusun pesan yang jelas dan terstruktur, penggunaan bahasa verbal dan nonverbal yang tepat, hingga strategi membangun rasa percaya diri saat berbicara di hadapan audiens.

Para peserta diharapkan mampu menjadi generasi muda yang percaya diri, komunikatif, serta bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Apresiasi dari Pihak Sekolah dan Dosen Pendamping

Kepala Sekolah Menengah Atas Budhaya II St. Agustinus menyambut baik kegiatan ini dan berharap para siswa dapat mengimplementasikan materi yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di dunia maya maupun dalam interaksi sosial.

Salah seorang guru menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras tim pelaksana Universitas Mercu Buana.

“Tadi kami melihat bahwa sungguh luar biasa karena kalian bekerja dengan maksimal sesuai dengan apa yang sudah kalian rencanakan. Semoga apa yang sudah menjadi praktik hari ini dapat kalian teruskan di kemudian hari,” ujar Ibu Endah selaku guru BK SMA Budhaya II St. Agustinus.

Sementara itu, dosen pendamping kegiatan ini, Bapak Andri Budiwidodo, S.Si., M.Ikom., juga berharap program Kuliah Peduli Negeri dapat memberikan manfaat yang luas bagi seluruh peserta.

“Harapan saya kegiatan ini akan memiliki manfaat dan dampak yang besar bagi siswa dan mahasiswa. Semoga sukses seluruh kegiatan ini dan saya ucapkan terima kasih,” tuturnya.

Rangkaian Kegiatan

Kegiatan yang berlangsung pada pukul 09.30 WIB tersebut menghadirkan tiga sesi utama, yaitu penyuluhan mengenai scam digital, seminar cyberbullying, dan workshop public speaking bagi siswa kelas X.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan tim pengusul, dosen pengampu, dan kepala sekolah. Selanjutnya dilakukan penyerahan plakat serta dokumentasi bersama sebelum para siswa dibagi ke dalam kelompok untuk mengikuti tiga sesi materi secara paralel.


Penulis:
Andhira Zahra Imejza (44223010120)
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Mercu Buana
Clara Suwandi (44223010129)
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Mercu Buana 


Dosen Pengampu: Andri Budiwidodo, S.Si, M.Ikom.


Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses