Surabaya – Program Kampus Mengajar yang diikuti oleh mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 memberikan pengalaman berharga dalam meningkatkan kemampuan public speaking di depan kelas.
Dosen pembimbing, Dey Prayogo, turut berpartisipasi dalam membimbing siswa selama program ini.
Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan siswa di sekolah dasar, sekaligus mengasah keterampilan berbicara di depan umum.
Selama program magang, saya mempelajari berbagai teknik dan strategi public speaking yang efektif.
Saya mengajarkan cara menyusun materi presentasi yang menarik dan bagaimana menyampaikan informasi dengan jelas dan lugas.
Salah satu mahasiswa menjelaskan, “Kami belajar bagaimana cara menarik perhatian siswa dengan menggunakan alat peraga dan media visual. Selain itu, saya juga dilatih untuk berinteraksi dengan audiens agar mereka lebih terlibat dalam pembelajaran.”
Mahasiswa juga mendapatkan pelatihan tentang pengelolaan emosi dan pengendalian suara saat berbicara di depan kelas.
Baca Juga: Pengalaman Magang di SMPN 41 Surabaya: Editing untuk Meningkatkan Eksistensi Sekolah di Sosial Media
“Saya belajar bagaimana cara mengatur nada suara dan intonasi agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh siswa,” tambahnya.
Program ini tidak hanya berfokus pada teknik berbicara, tetapi juga pada pengembangan kepercayaan diri saya ketika berdiri di depan kelas.
Program Kampus Mengajar melibatkan berbagai pihak, termasuk mahasiswa dari Prodi Ilmu Komunikasi, guru-guru di sekolah, serta siswa-siswa yang menjadi audiens.
Dosen pembimbing, Dey Prayogo, berperan penting dalam memberikan arahan dan bimbingan kepada mahasiswa selama proses magang.
“Kami berkolaborasi dengan guru-guru di sekolah untuk memastikan bahwa materi yang diajarkan relevan dan sesuai dengan kurikulum,” ungkap mahasiswa.
Guru-guru di sekolah juga memberikan umpan balik kepada mahasiswa mengenai metode pengajaran mereka.
“Kerja sama ini sangat penting agar kami dapat mengetahui apa yang berjalan baik dan apa yang perlu diperbaiki,” kata salah satu guru di SD tempat mahasiswa mengajar.
Baca Juga: Ternyata Begini Serunya Kerja di TV: Pengalaman Magang yang Tak Terduga
Dengan adanya kolaborasi ini, siswa dapat belajar dari pengalaman praktis dan mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang dunia pendidikan.
Kegiatan magang dilaksanakan di beberapa sekolah dasar di Kota Surabaya. Mahasiswa mengunjungi sekolah-sekolah tersebut secara berkala untuk melaksanakan sesi pengajaran.
“Kami merasa senang bisa mengajar di sekolah-sekolah ini karena suasana belajar yang menyenangkan dan antusiasme siswa sangat tinggi,” kata salah satu mahasiswa peserta magang.
Setiap sesi pengajaran berlangsung selama satu hingga dua jam, di mana siswa menyampaikan materi tentang berbagai topik, seperti kesehatan, lingkungan, dan keterampilan sosial.
“Kami mencoba membuat pembelajaran menjadi interaktif dengan melibatkan siswa dalam diskusi dan permainan edukatif,” ucap mahasiswa.
Program Kampus Mengajar dilaksanakan selama satu semester, dimulai pada tanggal 9 September hingga 10 Desember 2024.
Selama periode ini, mahasiswa secara rutin mengunjungi sekolah untuk melaksanakan kegiatan pengajaran setiap minggu.
“Kami memiliki jadwal tetap sehingga siswa bisa menyaksikan kehadiran kami setiap minggu,” jelas ucap salah satu mahasiswa.
Baca Juga: Menyelami Dunia Magang di Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY
Kegiatan ini juga mencakup evaluasi berkala untuk menilai kemajuan siswa serta efektivitas metode pengajaran yang digunakan oleh siswa.
Public speaking adalah keterampilan esensial dalam dunia pendidikan dan profesional. Kemampuan ini tidak hanya berguna untuk presentasi akademik tetapi juga untuk membangun komunikasi yang efektif dengan orang lain.
“Public speaking membantu kami untuk lebih percaya diri saat berbicara di depan umum dan berinteraksi dengan orang lain,” kata mahasiswa.
Melalui program ini, siswa menyadari bahwa kemampuan berbicara di depan umum sangat penting untuk masa depan mereka.
“Di dunia kerja nanti, kemampuan ini akan sangat membantu saya dalam berkomunikasi dengan rekan kerja maupun klien,” tambah mahasiswa.
Proses pengajaran dilakukan melalui pendekatan interaktif yang mendorong partisipasi aktif siswa. Mahasiswa menggunakan metode pembelajaran aktif seperti diskusi kelompok, permainan peran, dan presentasi kreatif untuk menarik perhatian siswa.
“Kami mencoba membuat suasana kelas menjadi menyenangkan agar siswa tidak merasa bosan,” ungkap mahasiswa.
Baca Juga: Membangun Kepercayaan Diri Lewat Public Speaking: Rise Up Elevate Your Skill!
Umpan balik dari guru dan siswa sangat membantu siswa dalam memperbaiki teknik berbicara mereka. “Setiap kali kami selesai mengajar, guru memberikan masukan tentang apa yang berhasil dan apa yang perlu ditingkatkan,” kata mahasiswa.
Dengan demikian, siswa dapat terus belajar dan berkembang dalam keterampilan public speaking mereka.
Kesimpulan
Pengalaman magang Kampus Mengajar di Universitas 17 Agustus 1945 telah memberikan kesempatan emas bagi mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi untuk meningkatkan kemampuan public speaking mereka.
Melalui interaksi langsung dengan siswa dan bimbingan dari dosen serta guru-guru di sekolah, siswa merasa lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja dan pendidikan.
Program ini bukan hanya meningkatkan keterampilan berbicara, tetapi juga membangun rasa percaya diri serta kemampuan sosial yang sangat penting bagi masa depan mereka.
Penulis: Putri Dwi Wahyu P.
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














