Surabaya, MMI – Di tengah meningkatnya tren lari di kalangan generasi muda, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menghadirkan konsep fun run berbeda melalui kegiatan Red Miles Running: RUN The City.
Berbeda dengan event lari pada umumnya yang identik dengan perlengkapan olahraga khusus dan kompetitif, kegiatan ini mengusung konsep run in cotton yang mengajak peserta berlari menggunakan kaus katun sehari-hari sehingga menciptakan suasana lari yang lebih santai.
Kegiatan fun run sejauh 5 kilometer ini diselenggarakan pada Minggu (24/05/2026) di Café Moments sebagai bagian dari proyek mahasiswa kelas MICE A Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dengan dosen pengampu Dewi Sri Andika Rusmana, S.I.Kom., M.Med.Kom.
Dengan menyasar siswa SMA sebagai peserta utama, kegiatan ini tidak hanya menghadirkan aktivitas olahraga, tetapi juga ruang interaksi sosial bagi generasi muda dan ajang temu komunitas.
Ketua pelaksana kegiatan, Rafy Raditya, menjelaskan bahwa konsep run in cotton dipilih untuk menghadirkan pengalaman lari yang lebih santai dan inklusif.
“Melalui Red Miles, kami ingin menghadirkan kegiatan lari yang lebih santai untuk anak muda. Selain berolahraga, kegiatan ini juga menjadi tempat bertemu komunitas dan ruang interaksi bersama teman-teman yang hadir,” ujar Rafy dalam wawancara.
Start dan finish fun run dilakukan di Café Moments pada pukul 06.30, dengan peserta mulai menyelesaikan rute sekitar pukul 07.00.
Jalur lari dimulai dari Café Moments menuju Jalan Nias, kemudian belok kiri ke Jalan Sulawesi, dilanjutkan ke Jalan Ngagel, Jalan Bung Tomo, Ngagel Jaya Barat, Ngagel Jaya Tengah, Pucang Anom, Kerta Jaya, dan kembali lagi ke Jalan Nias sebagai titik finish di Café Moments.
Salah satu titik yang dilalui peserta dalam rute tersebut adalah area Makam Pahlawan Ngagel. Kehadiran lokasi ini memberikan pengalaman yang berbeda bagi peserta karena memadukan aktivitas olahraga dengan suasana kawasan yang memiliki nilai historis di Kota Surabaya.
Baca Juga: Warta 17 YPTA Surabaya Perkuat Publikasi Digital bersama Mahasiswa UNTAG Surabaya

Sepanjang rute lari, peserta didampingi oleh beberapa pacer yang bertugas memandu jalur, memberikan semangat, serta membantu memantau kondisi peserta selama kegiatan berlangsung.
Kehadiran pacer dinilai penting mengingat banyak peserta yang masih tergolong pemula, khususnya siswa SMA yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Salah satu peserta bernama Felicia mengungkapkan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan pacer cukup membantu untuk menjaga semangat selama berlari.
“Ini saya masih awal-awal lari, baru sekitar satu kilometer. Untungnya ada pacer yang semangatin, jadi pas mulai panas kita bisa jalan dulu, terus ada pacer lainnya yang tetap kasih semangat,” ujarnya.
Setelah seluruh peserta menyelesaikan rute lari, acara dilanjutkan dengan games interaktif berhadiah serta penampilan dari DJ Romeo sebagai penutup acara. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang olahraga sekaligus interaksi sosial yang lebih dekat dengan gaya hidup generasi muda.

Penulis: Muhammad Thahirul Amin Jayani
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













