Di era digital dan artificial intelligence atau AI yang mulai mengalami perkembangan signifikan, banyak profesi mulai dipertanyakan keberlangsungannya, termasuk profesi guru bahasa Inggris.
Hadirnya berbagai platform seperti Chat GPT, DeepSeek, dan Gemini membuat siswa kini dapat belajar bahasa Inggris secara mandiri hanya melalui ponsel mereka. Siswa dapat dengan mudahnya mengakses, bertanya, bahkan meminta platform AI untuk membuatkan materi dan latihan soal.
Namun, dalam upaya mewujudkan SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, peran guru bahasa Inggris dinilai masih memiliki posisi penting dalam dunia pendidikan. Bahkan, keberadaan guru bahasa Inggris dinilai mampu membawa perubahan besar dalam proses pembelajaran di era digital ini.
“Peran guru bahasa Inggris masih sangat penting dan teknologi tidak bisa sepenuhnya menggantikan metode pembelajaran yang efektif,” ujar salah satu mahasiswi dari Pendidikan Bahasa Inggris di UNNES.
Bahwasanya guru tidak hanya mengajar atau menyampaikan materi saja. Namun, guru juga berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pembimbing. Di samping itu, hadirnya guru bisa membuat suasana kelas lebih interaktif dan komunikatif.
Sebab guru juga dapat membimbing kemampuan komunikasi dan membantu perkembangan karakter siswa. Adanya SDG 4 yang menekankan pendidikan inklusif dan berkualitas juga membuat peran guru tidak akan tergantikan.
AI sebagai teknologi yang sedang berkembang dengan pesat memang bisa membantu akses belajar. Siswa dapat mencari materi lewat AI. Namun, AI tidak bisa sepenuhnya menggantikan adanya interaksi manusia. Sehingga, teknologi hanya menjadi alat pendukung. Bukan menggantikan peran guru sepenuhnya.
Dalam pandangan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris semester akhir, tantangan terbesar yang dihadapi guru bahasa Inggris di era digital dan globalisasi adalah pengaruh teknologi yang berkembang sangat cepat.
Para narasumber menilai siswa kini semakin bergantung pada media digital dan kecerdasan buatan untuk menyelesaikan tugas, sehingga rentan kehilangan minat terhadap pembelajaran konvensional yang hanya berfokus pada teori tata bahasa.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, mereka merekomendasikan guru agar terus berinovasi dengan memanfaatkan platform digital, media interaktif, dan mini games berbasis AI.
Pendekatan yang lebih komunikatif dan kreatif juga dinilai penting, sehingga siswa tidak hanya memahami materi, melainkan aktif menggunakan bahasa Inggris dalam konteks nyata agar pembelajaran tetap relevan dan menarik.
Dalam pandangan narasumber, guru bahasa Inggris akan tetap menjadi figur penting meskipun teknologi berkembang pesat. Pembelajaran bahasa tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara seperti penutur asli, tetapi juga memahami konteks, budaya, serta makna komunikasi.
Baca Juga: Urgensi Bahasa Inggris Wajib di SD 2027: Menakar Relevansi dan Kesiapan Guru
Interaksi langsung antara guru dan siswa dinilai penting untuk melatih kemampuan komunikasi nyata yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh AI.
Narasumber juga menekankan bahwa guru bahasa Inggris di masa depan perlu memiliki metode pembelajaran yang fleksibel dan adaptif. Guru harus mampu menyesuaikan strategi pembelajaran dengan kemampuan masing-masing siswa agar seluruh peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.
Dalam perspektif mahasiswa akhir Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, ketersediaan guru bahasa Inggris yang baik sangat mempengaruhi kemampuan siswa untuk bersaing di tingkat global.
Guru yang baik bisa membantu siswa belajar bahasa Inggris dengan lebih baik, sehingga mereka lebih siap untuk menghadapi kemajuan dalam pendidikan, teknologi, dan dunia kerja internasional. Bahasa Inggris juga membantu siswa untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan dari berbagai negara.
Di zaman SDG 4, pengajaran bahasa Inggris tetap jadi salah satu fokus dalam kurikulum karena bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang digunakan di banyak bidang.
Karena itu, belajar bahasa Inggris masih sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memberikan lebih banyak kesempatan bagi siswa di masa depan.
Pengaruh Teknologi dalam Pendidikan Bahasa Inggris
Kemajuan teknologi memberikan dampak besar terhadap pembelajaran bahasa Inggris. Saat ini, siswa dapat belajar melalui aplikasi digital, video pembelajaran, hingga AI yang mampu membantu menerjemahkan teks dan memperbaiki tata bahasa secara otomatis. Teknologi membuat pembelajaran lebih mudah diakses kapan saja dan di mana saja.
Namun, penggunaan teknologi juga menimbulkan tantangan baru. Ketergantungan terhadap AI dapat mengurangi kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan belajar secara mandiri. Oleh karena itu, guru bahasa Inggris perlu memanfaatkan teknologi secara seimbang agar pembelajaran tetap efektif dan bermakna.
Data dari EF English Proficiency Index (EF EPI) menunjukkan bahwa kemampuan bahasa Inggris masyarakat Indonesia pada tahun 2025 masih berada pada kategori ‘rendah’ dengan peringkat ke-80 dari 123 negara.
Data tersebut menunjukkan bahwa kualitas pendidikan bahasa Inggris di Indonesia masih perlu ditingkatkan agar mampu bersaing secara global.
Selain itu, laporan EF EPI 2025 juga menyebutkan bahwa penilaian dilakukan terhadap lebih dari 2,2 juta peserta tes dari berbagai negara. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan bahasa Inggris menjadi indikator penting dalam kesiapan sumber daya manusia menghadapi persaingan internasional.
Hubungan dengan SDG 4
SDG 4 menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi semua orang. Menurut data UNICEF SDG 4 Quality Education, pendidikan berkualitas memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup, mengurangi kesenjangan sosial, dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global.
Dalam konteks ini, guru bahasa Inggris memiliki kontribusi besar dalam mendukung tercapainya SDG 4. Guru tidak hanya mengajarkan kemampuan bahasa, tetapi juga membantu siswa memperoleh keterampilan komunikasi global, berpikir kritis, dan literasi digital.
Pembelajaran bahasa Inggris yang berkualitas dapat membuka akses siswa terhadap ilmu pengetahuan internasional, peluang pendidikan, serta persaingan kerja di tingkat global.
Selain itu, perkembangan pendidikan global menunjukkan bahwa penguasaan bahasa Inggris masih menjadi prioritas penting. Pemerintah Indonesia bahkan mulai memperkuat posisi bahasa Inggris dalam kurikulum pendidikan untuk meningkatkan daya saing generasi muda di era globalisasi.
Pada akhirnya, perkembangan AI bukanlah akhir dari profesi guru bahasa Inggris, melainkan awal dari perubahan peran mereka dalam dunia pendidikan.
Di tengah tuntutan era digital dan tujuan SDG 4 untuk menciptakan pendidikan berkualitas, guru bahasa Inggris tetap memiliki posisi penting yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh teknologi.
Dengan kemampuan beradaptasi dan memanfaatkan inovasi secara bijak, guru akan tetap menjadi jembatan yang membantu siswa menghadapi tantangan global di masa depan.
Penulis:
1. Anisa Annabila (2302040039)
2. Nasila Celsia (2302040045)
3. Syifa Daffa Ariestya (2302040062)
4. Annisa Nabila Faiza Zahra (2302040071)
Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Negeri Semarang
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












