Air Keran Sudah Direbus, tetapi Masih Perlu Diwaspadai? Peran Analisis Pangan dalam Menjamin Keamanan Pangan

Keamanan Air Keran
Ilustrasi Air Keran (Sumber: Penulis)

Mie instan menjadi makanan praktis yang sering dikonsumsi banyak orang, terutama anak kos dan pekerja. Cara memasaknya yang mudah membuat mie instan sering dipilih ketika sedang sibuk atau tidak memiliki banyak waktu untuk memasak.

Saat memasak mie, sebagian orang masih menggunakan air mentah atau air keran karena menganggap air akan aman setelah direbus hingga mendidih. Padahal, air yang sudah mendidih belum tentu sepenuhnya aman digunakan untuk memasak.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Banyak orang mengira bahwa bahaya air keran hanya berasal dari bakteri atau mikroorganisme. Memang, merebus air hingga mendidih dapat membantu membunuh sebagian besar bakteri dan mikroorganisme lainnya. Namun, ada hal lain yang sering tidak disadari, yaitu adanya kandungan mineral berlebih dan cemaran logam pada air.

Zat seperti besi, mangan, bahkan timbal dapat berasal dari lingkungan, sumber air, maupun saluran pipa yang digunakan. Zat-zat tersebut tidak hilang meskipun air sudah direbus hingga mendidih.

Air yang terlihat jernih juga belum tentu aman digunakan untuk memasak. Pada beberapa kasus, air dapat mengandung zat tertentu yang tidak dapat dilihat secara langsung.

Maka dari itu, kualitas air perlu diperiksa melalui pengujian laboratorium agar dapat diketahui apakah air masih aman untuk dikonsumsi atau tidak. Hal ini menunjukkan bahwa keamanan pangan tidak hanya dilihat dari makanan yang dikonsumsi, tetapi juga dari bahan yang digunakan saat memasak, termasuk air.

Di sinilah analisis pangan memiliki peran yang sangat penting. Analisis pangan adalah proses pemeriksaan bahan pangan untuk mengetahui kandungan zat di dalamnya. Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan berbagai metode laboratorium untuk memastikan makanan dan bahan pangan aman dikonsumsi serta memiliki kualitas yang baik. Analisis pangan tidak hanya dilakukan pada makanan jadi, tetapi juga pada bahan baku, air, dan proses pengolahan makanan.

Menurut buku berjudul Analisa Pangan yang ditulis oleh Harini et al. (2019), analisis pangan digunakan untuk mengetahui kandungan suatu bahan serta membantu menentukan kualitas dan keamanan pangan melalui berbagai metode pengujian laboratorium.

Melalui analisis pangan, kandungan zat dalam makanan dapat diketahui dengan lebih jelas. Analisis ini membantu mengetahui apakah suatu makanan memiliki kandungan gizi yang cukup, mengalami kerusakan, atau justru mengandung zat berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan.

Analisis pangan sangat penting pada industri pangan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Analisis pangan dapat dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif untuk mengetahui jenis dan jumlah kandungan zat dalam bahan pangan.

Salah satu analisis yang sering dilakukan adalah analisis protein. Analisis ini digunakan untuk mengetahui kadar protein pada makanan seperti susu, telur, ikan, daging, dan kacang-kacangan. Protein merupakan zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan, pembentukan otot, dan perbaikan jaringan tubuh.

Melalui analisis protein, kualitas suatu bahan pangan dapat diketahui sehingga produk yang dihasilkan tetap memiliki nilai gizi yang baik.

Selain protein, dilakukan juga analisis lemak untuk mengetahui kadar lemak dalam makanan. Analisis ini penting karena lemak memang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi. Namun, jika jumlahnya terlalu tinggi, lemak juga dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu.

Melalui analisis lemak, produsen makanan dapat mengetahui apakah suatu produk termasuk tinggi lemak, rendah lemak, atau masih dalam batas aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Analisis karbohidrat juga memiliki peran penting dalam bidang pangan. Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh. Karbohidrat banyak ditemukan pada bahan pangan seperti serealia, umbi-umbian, gula, dan berbagai produk olahan pangan.

Aliwasa et al. (2024) menjelaskan bahwa karbohidrat terdiri atas monosakarida, disakarida, oligosakarida, dan polisakarida yang memiliki fungsi berbeda dalam bahan pangan. Melalui analisis karbohidrat, jumlah energi yang terkandung dalam makanan dapat diketahui. Analisis ini juga digunakan untuk mengetahui jenis dan kadar karbohidrat dalam suatu bahan pangan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif.

Tidak hanya itu, analisis vitamin dan mineral juga sering dilakukan untuk mengetahui kandungan zat gizi penting dalam makanan. Sebagai contoh, analisis vitamin C pada buah dan sayur dilakukan untuk mengetahui apakah kandungan vitaminnya masih baik setelah proses penyimpanan atau pemasakan.

Sementara itu, analisis mineral digunakan untuk mengetahui kandungan zat seperti kalsium, zat besi, magnesium, dan natrium yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan.

Analisis pangan juga digunakan untuk mengetahui keamanan suatu makanan. Misalnya, pengujian dilakukan untuk mengetahui apakah makanan mengandung cemaran logam berat, bahan kimia berbahaya, atau mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit. Pada industri pangan, pengujian seperti ini sangat penting agar produk yang dijual tetap aman dikonsumsi masyarakat.

Selain digunakan dalam industri, analisis pangan juga sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Adanya analisis ini membuat masyarakat lebih memahami pentingnya memilih bahan makanan yang aman dan berkualitas. Masyarakat juga menjadi lebih bijak dalam mengolah makanan, termasuk dalam memilih air yang digunakan untuk memasak.

Melalui analisis pangan, kualitas dan keamanan makanan juga dapat lebih terjamin. Analisis pangan membantu memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi aman dan memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh. Oleh karena itu, analisis pangan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat serta meningkatkan kualitas pangan yang dikonsumsi setiap hari.

 

Simpulan

Analisis pangan penting dilakukan untuk mengetahui apakah makanan dan bahan yang digunakan, termasuk air, aman untuk dikonsumsi. Analisis ini membantu mengetahui kandungan gizi serta mendeteksi adanya zat berbahaya yang tidak dapat dilihat secara langsung. Kualitas dan keamanan makanan dapat lebih terjamin melalui analisis pangan sehingga lebih baik untuk kesehatan.

 


Penulis: Alya Putri Ramadhani (4444240120)
Mahasiswa Teknologi Pangan, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa


Dosen pengampu: Winda Nurtiana, S.T.P., M.Si.


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Referensi

Harini, N., Asnani, A., dan Nurhayati, S. 2019. Analisa Pangan. Malang: Universitas Brawijaya Press.

Aliwasa, A., Teguh, T., Fratama, R., Ramadhan, A., Cahyuda, N., Hetrik, M. 2024. Analisis Karbohidrat pada Produk Mie Berbasis Sagu. Jurnal Agroindustri Pangan. Vol. 3(3): 138-149.

 

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses