Semua Orang itu Cerdas

Cerdas merupakan kata yang tidak asing didengar oleh telinga kita terutama untuk peserta didik belajar di sekolah. Keberhasilan peserta didik biasanya dipengaruhi oleh faktor kecerdasan. Peserta didik yang mampu mendapatkan nilai dan prestasi yang tinggi dianggap lebih cerdas dibanding dengan peserta didik yang lain. Tetapi tidak ada jaminan bahwa nilai ataupun prestasi dapat menentukan kesuksesan dalam belajar di sekolah.

Profesor Gardner menemukan teori kecerdasan majemuk atau Multiple Intelligences yang meyakini bahwa ada banyak kecerdasan yang dimiliki seseorang. Teori ini juga menekankan pentingnya model pembelajaran yang mampu mengembangkan salah satu kecerdasan hingga maksimal.

Ada sekitar sembilan kecerdasan yang umum atau telah diketahui dan masih bertambah dan dan mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Kesembilan kecerdasan tersebut meliputi kecerdasan logika, kecerdasan verbal, kecerdasan spasial, kecerdasan musikal, kecerdasan kinestetik, kecerdasan naturalis, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan eksistensial.

Pertama adalah kecerdasan logika/matematika. Kecerdasan ini meliputi kemampuan untuk menganalisis, memahami hipotesis, dan tentunya menyelesaikan permasalahan matematika. Beberapa tokoh yang ahli dalam bidang matematika antara lain Isaac Newton, Albert Einstein, Blaise Pascal, B.J. Habibie.

Kedua adalah kecerdasan verbal/bahasa. Kecerdasan ini meliputi kemampuan dalam menggunakan bahasa untuk mengekspresikan dan memaknai arti yang kompleks. Beberapa tokoh yang ahli dalam bidang bahasa antara lain William Shakespeare, W.S. Rendra, Wiji Thukul.

Ketiga adalah kecerdasan spasial/visual. Kecerdasan ini merupakan kemampuan menghasilkan imajinasi atau daya khayal dalam menciptakan representasi grafis. Mereka sanggup berfikir tiga dimensi, yaitu daya khayal ruang bidang, penalaran spasial, manipulasi gambar, keterampilan grafis dan seni. Beberapa tokoh yang ahli dalam bidang visual antara lain Andy Warhol, Pablo Picasso, John Kenn Mortensen, Farid Stevy Asta.

Keempat adalah kecerdasan musikal/ritmik. Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan seseorang membedakan nada, ritme, dan timbre kemudian dapat memproduksinya. Beberapa tokoh yang ahli dalam bidang musik antara lain Beethoven, Mozart, W.R. Supratman.

Kelima adalah kecerdasan tubuh/kinestetik. Kecerdasan ini berkaitan dengan hubungan antara pikiran dan tubuh seperti menari, berolahraga, bela diri. Beberapa tokoh yang ahli dalam bidang kinestetik antara lain Pele, Bruce Lee, Didik Nini Thowok.

Keenam adalah kecerdasan naturalis. Kecerdasan ini berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam memahami alam, manusia, hewan, tumbuhan. Kecerdasan ini sangat penting karena dapat membantu lingkungan sekitarnya dalam mengantisipasi peristiwa alam.

Ketujuh adalah kecerdasan interpersonal. Kecerdasan ini merupakan kemampuan dan berinteraksi dengan orang lain. Beberapa tokoh seperti Abraham Lincoln dan Mahatma Gandhi menggunakan kecerdasan ini untuk mengubah dunia.

Kedelapan adalah kecerdasan intrapersonal. Kecerdasan ini merupakan kemampuan untuk memahami diri sendiri. Biasanya kecerdasan ini dikatkan dengan kebijaksanaan. Beberapa tokoh yang memiliki kecerdasan ini Socrates, Aristotele, Plate, Friedrich Nietzsche.

Kesembilan adalah kecerdasan eksistensial. Kecerdasan ini biasa disamakan dengan kecerdasan spiritual. Kecerdasan ini dipandang sebagai kombinasi interpersonal dan intrapersonal dengan ditambahkan komponen nilai.

Dengan melihat banyaknya kecerdasan yang ada dapat menghapuskan stereotip bahwa orang yang cerdas hanya mereka yang unggul dalam bidang akademik seperti di sekolah khususnya di sekolah konvensional. Setiap orang mempunyai porsi masing-masing tidak bisa dibandingkan hanya karena kurang cerdas dalam beberapa hal tertentu. Sekolah sebagai lembaga pendidikan memiliki peran penting dalam mengembangkan kecerdasan yang dimiliki setiap peserta didik. Dalam pendidikan formal biasanya hanya mengutamakan beberapa kecerdasan saja dibuktikan dengan sistem ujian nasional. Walau sekarang ujian nasional sudah tidak menjadi penentu kelulusan, siswa tetapi masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi dunia pendidikan.

Setelah memahami tentang beragam kecerdasan yang ada dan dimiliki manusia, Anda bisa menentukan sendiri kecerdasan apa yang Anda atau orang di sekitar Anda miliki. Dari sembilan kecerdasan manusia memiliki satu atau beberapa kecerdasan. Penting untuk mengembangkan kecerdasan yang dimiliki untuk melihat potensi sesorang di masa depan. Akan menjadi apa atau seperti apakah seseorang di masa depan berkaitan erat dengan kecerdasan yang dimiliki. Bagaimana cara seseorang tersebut mengembangkan kecerdasan yang dimilikinya juga berperan penting. Jadi lakukanlah hal-hal yang Anda suka dan cintai untuk mendapatkan kehidupan yang Anda inginkan.

Ulul Fahmi

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI