Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan program yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam memanfaatkan limbah kulit buah coklat sebagai bahan baku alternatif pakan ikan lele. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa Program Studi Budidaya Perikanan Universitas Muhammadiyah Gresik bekerja sama dengan Lukmanul Hakeem School.
Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan mengenai pentingnya pengelolaan limbah organik, proses pembuatan pakan ikan lele berbahan kulit buah coklat, serta manfaatnya bagi budidaya perikanan yang berkelanjutan. Kegiatan ini terbagi menjadi beberapa tahapan.
Persiapan alat dan bahan pembuatan pakan ikan lele berbahan dasar kulit buah coklat yang dilakukan oleh tim pengabdian sebelum pelaksanaan kegiatan, sosialisasi mengenai potensi pemanfaatan kulit buah coklat sebagai bahan baku alternatif pakan ikan lele kepada siswa kelas V dan VI Lukmanul Hakeem School, praktik pembuatan pakan ikan lele menggunakan kulit buah coklat, mulai dari proses pengolahan bahan, pencampuran, hingga pencetakan pakan. uji coba pemberian pakan hasil olahan kepada ikan lele serta penjelasan mengenai manfaat, kandungan nutrisi, dan cara penggunaannya dalam kegiatan budidaya.
Evaluasi kegiatan melalui sesi diskusi, tanya jawab, dan pemberian umpan balik kepada siswa untuk mengukur pemahaman serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan limbah organik sebagai produk yang bernilai guna.
THAILAND Mahasiswa Program Studi Budidaya Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) melaksanakan kegiatan edukasi mengenai pemanfaatan limbah kulit kakao sebagai bahan baku pakan alternatif ikan lele di Lukmanul Hakeem School, Thailand.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program magang internasional yang bertujuan memberikan edukasi tentang pengelolaan limbah pertanian sekaligus memperkenalkan inovasi budidaya perikanan yang ramah lingkungan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa kelas V dan kelas VI Lukmanul Hakeem School dengan pendampingan guru serta mahasiswa UMG. Melalui program ini, para siswa diperkenalkan pada potensi limbah kulit kakao yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya hanya menjadi limbah pertanian.

Dalam kegiatan edukasi, mahasiswa menjelaskan bahwa kulit kakao masih memiliki kandungan nutrisi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran pakan ikan apabila diolah dengan metode yang tepat.
Selain dapat mengurangi pencemaran lingkungan akibat penumpukan limbah, pemanfaatan kulit kakao juga menjadi salah satu solusi untuk mengurangi biaya produksi dalam budidaya ikan lele yang selama ini didominasi oleh penggunaan pakan komersial.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya pengelolaan limbah pertanian serta manfaat ekonomi dari pemanfaatan kulit kakao.
Selanjutnya, siswa diajak mengikuti praktik langsung pembuatan pakan berbahan dasar kulit kakao, mulai dari proses pembersihan bahan, pengeringan, penghalusan, pencampuran dengan bahan pakan lainnya, hingga proses pencetakan pakan.

Tidak hanya mengikuti praktik pembuatan pakan, para siswa juga diberikan kesempatan untuk mengamati proses pemberian pakan hasil olahan tersebut kepada ikan lele.
Kegiatan ini bertujuan agar siswa memahami bahwa limbah pertanian dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan bermanfaat bagi sektor perikanan.
Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan aktif bertanya dan terlibat dalam setiap tahapan praktik.
Guru pendamping juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini karena mampu memberikan pengalaman belajar secara langsung melalui pendekatan teori dan praktik.
Berdasarkan hasil pengamatan selama kegiatan, pakan berbahan dasar limbah kulit kakao dapat diterima dengan baik oleh ikan lele dan mampu mendukung pertumbuhan ikan selama masa pemeliharaan.
Selain itu, penggunaan kulit kakao sebagai bahan baku alternatif berpotensi mengurangi penggunaan pakan komersial sehingga dapat membantu menekan biaya produksi budidaya ikan.
Melalui kegiatan ini diharapkan siswa Lukmanul Hakeem School memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan limbah pertanian, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta menumbuhkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Program ini juga menjadi bentuk kerja sama internasional dalam bidang pendidikan dan perikanan, sekaligus memperkuat komitmen Universitas Muhammadiyah Gresik dalam mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Penulis: Fajar Andi Wijayanto
Program Studi Budidaya Perikanan, Universitas Muhammadiyah Gresik
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















