Abstrak
Artikel ini membahas penerapan strategi bimbingan karier dengan teknik modeling untuk meningkatkan kematangan karier murid di SMK Muhammadiyah Sumowono. Teknik modeling digunakan untuk memfasilitasi murid dalam meniru perilaku, sikap, serta strategi pengambilan keputusan dari figur atau role model yang relevan dengan dunia kerja. Kajian menunjukkan bahwa teknik modeling efektif meningkatkan pemahaman diri, pengetahuan karier, motivasi, serta kesiapan murid dalam merencanakan masa depan karier. Penerapan strategi ini direkomendasikan sebagai pendekatan inovatif dalam layanan bimbingan karier di sekolah kejuruan.
Kata Kunci: Bimbingan Karier, Modeling, Kematangan Karier, SMK, Vokasi.
Pendahuluan
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki mandat utama untuk mempersiapkan peserta didik menuju dunia kerja, baik sebagai tenaga kerja profesional maupun wirausahawan (Kemdikbud, 2022). Dalam konteks tersebut, Tompo, (2024) menyatakan kematangan karier menjadi aspek penting yang harus dimiliki murid, meliputi kemampuan memahami diri, mengenali peluang kerja, merencanakan pilihan karier, dan membuat keputusan secara mandiri. Namun, realita di SMK Muhammadiyah Sumowono menunjukkan bahwa sebagian murid masih menghadapi keraguan menentukan arah karier, kurang memahami potensi diri, serta belum memiliki rencana karier yang jelas setelah lulus.
Layanan bimbingan dan konseling, khususnya bimbingan karier, berperan signifikan dalam membantu murid mengembangkan kematangan karier. Salah satu teknik yang efektif ialah teknik modeling, yaitu pembelajaran melalui peniruan perilaku, sikap, dan strategi yang ditampilkan oleh figur teladan. Melalui modeling, murid memperoleh penguatan visual dan pengalaman inspiratif yang membantu mereka menginternalisasi aspek-aspek penting dalam pengembangan karier. Oleh karena itu, artikel ini membahas strategi bimbingan karier berbasis teknik modeling sebagai pendekatan untuk meningkatkan kematangan karier murid di SMK Muhammadiyah Sumowono.
Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah penelitian kepustakaan/ library research. Sari (2020) menyatakan penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang dilakukan dengan menghimpun informasi dan data dari berbagai sumber pustaka maupun internet yang relevan dengan masalah penelitian. Proses ini dilakukan secara sistematis melalui pengumpulan, pengolahan, dan penarikan kesimpulan dengan metode tertentu untuk memperoleh jawaban atas permasalahan yang dikaji.
Bimbingan Karier
Bimbingan karier yaitu bimbingan untuk membantu individu dalam perencanaan, pengembangan dan penyelesaian masalah masalah karier (Devi & Hardi, 2021). Hartono, (2016) menyatakan bimbingan karier sebagai proses bantuan yang diberikan oleh konselor kepada para murid/konseli dalam bentuk berbagai aktivitas kelompok/individual, agar murid/konseli mampu mencapai pemahaman diri, karier dan mampu memperoleh kemandirian dalam pengambilan Keputusan karier. Bimbingan karier adalah proses bantuan terarah yang dilakukan oleh konselor atau pihak sekolah untuk membantu peserta didik memahami diri, mengenali peluang karier, dan merencanakan masa depan secara sistematis. Bimbingan karier bertujuan agar murid mampu membuat keputusan karier yang tepat sesuai potensi dirinya dan tuntutan dunia kerja. Dapat disimpulkan bahwa bimbingan karier adalah proses bantuan terarah untuk membantu peserta didik memahami diri, mengenali peluang karier, dan membuat keputusan karier yang tepat sesuai potensi serta tuntutan dunia kerja.
Modeling
Modeling merupakan teknik dalam layanan bimbingan dan konseling yang didasarkan pada teori belajar sosial Albert Bandura. Menurut Bandura (1986), individu belajar melalui pengamatan terhadap perilaku orang lain (model), kemudian menirukan perilaku tersebut hingga terbentuk kompetensi baru. Dalam konteks bimbingan karier, modeling membantu murid memperoleh contoh nyata tentang perilaku kerja, cara mengambil keputusan, keterampilan komunikasi, dan sikap profesional yang ditampilkan oleh figur teladan seperti alumni, guru produktif, praktisi industri, ataupun tokoh inspiratif lainnya.
Brown dan Lent (2013) menegaskan bahwa modeling efektif untuk meningkatkan efikasi diri karier (career self-efficacy), karena murid melihat langsung bagaimana seseorang menjalankan peran tertentu dalam dunia kerja. Melalui proses perhatian (attention), retensi (retention), reproduksi (reproduction), dan motivasi (motivation), murid dapat menginternalisasi nilai-nilai kerja serta mengembangkan kesiapan karier yang lebih matang.
Teknik modeling dapat dilakukan melalui berbagai strategi, seperti:
- Modeling langsung (live modeling) dengan menghadirkan role model untuk berinteraksi langsung dengan murid.
- Modeling simbolik (symbolic modeling) dengan menggunakan video, film, atau materi visual lain yang menampilkan figur sukses.
- Modeling partisipatif (participant modeling) dengan murid tidak hanya mengamati, tetapi ikut mencoba perilaku yang dicontohkan model.
Baca Juga: Optimalisasi Bimbingan Karir berbasis Digital untuk Meningkatkan Kesiapan Kerja Siswa SMK
Kematangan Karier
Kematangan karier (career maturity) adalah tingkat kesiapan seseorang dalam membuat keputusan karier secara mandiri dan bertanggung jawab. Super (1990) menyebutkan kematangan karier meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, serta sikap yang mendukung proses pemilihan dan perencanaan karier.
Aspek-aspek kematangan karier meliputi:
- Pemahaman diri (self-understanding) dapat dilakukan mengenali minat, bakat, nilai-nilai, dan kepribadiannya.
- Pemahaman dunia kerja (career information) dengan cara mengetahui jenis pekerjaan, persyaratannya, serta peluang karier.
- Perencanaan karier (career planning) bertujuan murid memiliki gambaran masa depan, tujuan karier, dan langkah konkrit untuk mencapainya.
- Pengambilan keputusan (career decision-making) membuat murid mampu memilih jalur karier secara rasional dan mandiri.
- Kesiapan menghadapi transisi (career readiness) adalah kesiapan memasuki dunia kerja, meliputi mentalitas kerja, keterampilan sosial, dan kedisiplinan.
Santrock (2018) menambahkan bahwa kematangan karier berhubungan dengan kepercayaan diri, motivasi, serta pengalaman belajar yang diberikan lingkungan sekolah termasuk layanan bimbingan karier.
Pembahasan
Penerapan strategi bimbingan karier dengan teknik modeling di SMK Muhammadiyah Sumowono menunjukkan potensi signifikan dalam meningkatkan kematangan karier murid. Berdasarkan analisis teori dan kebutuhan sekolah, beberapa temuan penting antara lain:
1. Meningkatkan pemahaman diri dan kepercayaan diri
Modeling membantu murid memahami kapasitas diri melalui proses observasi terhadap model yang dianggap berhasil di bidang tertentu. Murid menjadi lebih percaya diri karena melihat contoh konkret bahwa kesuksesan dapat dicapai oleh orang dengan latar belakang yang mirip dengan mereka, terutama alumni SMK. SMK Muhammadiyah Sumowono mengundang alumni untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang karier agar meningkatkan pemahaman dan lekepercayaan diri.
2. Memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja
Melalui pertemuan dengan role model dari industri atau video tentang karier, murid memperoleh wawasan mengenai tugas, lingkungan kerja, dan persyaratan kerja. Informasi ini penting untuk meminimalkan miskonsepsi terkait dunia kerja dan membantu murid merencanakan langkah karier yang realistis. Role model dari industri merupakan guru tamu yang didatangkan dari industri untuk memberikan gambaran riil di dunia industri.
3. Mendorong pengambilan keputusan karier yang lebih matang
Teknik modeling membantu murid memahami proses pengambilan keputusan yang dilakukan model, termasuk bagaimana merespons hambatan, memanfaatkan peluang, dan menyusun strategi karier. Hal ini berdampak pada peningkatan kemampuan murid dalam menentukan arah karier mereka sendiri.
4. Menguatkan perencanaan karier
Setelah melihat role model yang sukses, murid lebih termotivasi untuk merancang tujuan karier jangka pendek dan jangka panjang. Murid juga menjadi lebih aktif dalam mencari informasi karier, mengikuti pelatihan, atau memperdalam kompetensi keunggulan yang sesuai minat mereka.
5. Relevan dengan kebutuhan SMK Muhammadiyah Sumowono
Berdasarkan kondisi murid yang masih mengalami kebingungan menentukan pilihan karier, teknik modeling menjadi pendekatan yang tepat karena memberikan contoh yang konkret, mudah dipahami, dan memotivasi. Hal ini selaras dengan karakteristik murid SMK yang cenderung lebih visual dan membutuhkan pembelajaran berbasis pengalaman.
Baca Juga: 10 Cara Memilih Jurusan Kuliah yang Tepat untuk Calon Mahasiswa
Kesimpulan
Strategi bimbingan karier dengan teknik modeling terbukti menjadi pendekatan efektif untuk meningkatkan kematangan karier murid di SMK Muhammadiyah Sumowono. Melalui proses pengamatan dan peniruan perilaku role model, murid dapat mengembangkan pemahaman diri, meningkatkan pengetahuan karier, serta memiliki motivasi lebih tinggi dalam merencanakan masa depan kariernya. Modeling membantu murid; a) memahami langkah-langkah menuju karier yang diinginkan, b) melihat praktik nyata dunia kerja, c) meningkatkan efikasi diri dan motivasi, d) serta menyusun keputusan karier yang lebih matang dan terarah. Dengan demikian, teknik modeling direkomendasikan sebagai inovasi dalam layanan bimbingan karier, terutama bagi sekolah kejuruan yang memiliki tuntutan kuat untuk mempersiapkan lulusan siap kerja dan siap bersaing di dunia industri.
Penulis: Siti Maesaroh
Mahasiswa Magister Pendidikan Guru Vokasi Universitas Ahmad Dahlan
Dosen Pengampu: Dr. Tri Kuat, M.Pd.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Daftar Pustaka
Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice-Hall.
Brown, S. D., & Lent, R. W. (2013). Career development and counseling: Putting theory and research to work (2nd ed.). Wiley.
Devi, N. F., & Herdi. (2021). Perencanaan program bimbingan karier dalam meningkatkan eksplorasi karier murid. Jurnal Edukasi: Jurnal Bimbingan Konseling, 7(1), 1–14. https://doi.org/10.22373/je.v6i2.7563
Hartono (2016). Bimbingan Karier. Jakarta: Penerbit Kencana
Kuat, T. (2017). Implementasi employability skills pada SMK program keahlian akuntansi bidang keahlian bisnis manajemen. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial, 27(2), 118–128.
Madisa, D., Supriatna, M., & Saripah, I. (2022). Program bimbingan karier dalam mengembangkan perencanaan karier murid. Psychocentrum Review, 4(3). https://doi.org/10.26539/pcr.431192
Sari, M., & Asmendri, A. (2020). Penelitian kepustakaan (library research) dalam penelitian pendidikan IPA. Natural Science: Jurnal Penelitian Bidang IPA dan Pendidikan IPA, 6(1), 41–53.
Santrock, J. W. (2018). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Super, D. E. (1990). A life-span, life-space approach to career development. In D. Brown, L. Brooks, & Associates (Eds.), Career choice and development (2nd ed., pp. 197–261). Jossey-Bass.
Tompo, M. N. A., Hidayah, N., & Wahyuni, F. (2024). Strategi layanan bimbingan dan konseling dengan teknik modeling untuk meningkatkan kematangan karier remaja. Prosiding Seminar Hasil Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (SEHATI ABDIMAS), 6(1), 103-111. https://doi.org/10.47767/sehati_abdimas.v6i1.670
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















