Bantul, MMI – Warga Dusun Pucunggrowong, Desa Karang Tengah, Imogiri, Bantul, menggelar rangkaian acara Merti Dusun Srunggan Morogaten sebagai bentuk pelestarian tradisi dan wujud syukur atas berkah yang diterima.
Kegiatan ini berlangsung sejak Minggu, 20 Juli 2025 hingga Minggu, 3 Agustus 2025 dengan berbagai acara meriah.
Acara dibuka pada 20 Juli 2025 dengan jalan sehat, lalu pada 31 Juli 2025 digelar Pengajian Akbar bersama KH Ahmad Zabidi, yang dihadiri oleh warga setempat, tamu undangan dari daerah sekitar, serta mahasiswa KKN Kelompok 70 yang turut mengikuti kegiatan.
Puncak perayaan berlangsung pada 1 Agustus 2025 dibuka dengan Kirab Budaya dan Genduri Ageng yang memamerkan kekayaan budaya local.
Dalam wawancara yang dilakukan kelompok 70, bapak Teguhjiyana, selaku seksi acara pada kegiatan Merti Dusun Srunggan Morogaten menjelaskan, “Merti dusun adalah budaya Jawa yang telah dilaksanakan sejak lama oleh nenek moyang. Tujuannya untuk menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil bumi, pekerjaan warga, dan pendidikan anak-anak, sekaligus memohon ridha-Nya agar segala usaha dilancarkan. Singkatnya, kegiatan ini bertujuan melestarikan budaya Jawa.”
Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarwarga: “Ibaratnya tulang yang terpisah dapat bersatu kembali.”
“Acara ini diikuti oleh seluruh warga Srunggan Morogaten yang terdiri dari empat RT, ada RT 5, RT 6, RT 7, RT 8, dan RT 9. Dibantu oleh Paguyuban Seloso Legi yang memprakarsai kegiatan. Lokasi pelaksanaan bergilir setiap tahun antar-RT, dan tahun ini sudah memasuki putaran ketiga. Waktu pelaksanaan biasanya menyesuaikan musim kemarau, agar tidak terhalang hujan,” jelas Bapak Teguhiyana
Bagi mahasiswa KKN UMBY Kelompok 70, kehadiran aktif mereka di Merti Dusun Srunggan Morogaten menjadi pengalaman yang menarik dan berkesan.
“Kami senang karena warga menyambut kami dengan baik dan kami dapat ikut meramaikan acara ini. Kami juga bisa belajar langsung dari warga tentang makna tradisi Merti Dusun,” ungkap salah satu anggota KKN UMBY Kelompok 70.
Malam harinya, warga menikmati Pagelaran Wayang Kulit oleh dalang Ki Warjiyo dengan lakon Wiroto Parwo, menghadirkan bintang tamu Waluyo dan Suhin.
“Saya pribadi tertarik dan terhibur karena sebelumnya belum pernah menonton pertunjukan wayang. Sepanjang acara saya aktif mendengarkan, meskipun pertunjukan menggunakan bahasa Jawa,” jelas Thalia, salah satu anggota KKN UMBY Kelompok 70.
Sebagai penutup, pada 3 Agustus 2025 digelar pertunjukan Jathilan “Bekso Kridho Budoyo” dari Turi, Sleman, yang memukau penonton dengan tarian khasnya.
Tradisi Merti Dusun Srunggan Morogaten ini diharapkan dapat terus dilestarikan, tidak hanya sebagai bentuk rasa syukur, tetapi juga sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga dan menjaga warisan budaya leluhur.
Penulis: Kelompok KKN 70 UMBY
Mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Dosen Pengampu: Ikhsan Fauzi Adha, S.I.Kom., M.I.Kom.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI
















