Siap bersaing di kancah Global, UNNES Goes Global dorong kualitas mahasiswa untuk terlibat dalam pengabdian di tingkat multinegara dengan GIAT Internasional.
Disandarkan oleh harapan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa UNNES, program ini menjadi langkah besar yang hingga kini telah dilaksanakan sampai dengan angkatan ke-4.
Program UNNES Goes Global merupakan program internasional dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang memiliki tujuan untuk memberikan pengalaman internasional bagi mahasiswa, baik dalam bidang akademik maupun budaya.
Dikutip dari laman resmi UNNES, program ini memiliki empat skema, yaitu UNNES Lantip Internasional, UNNES Giat Internasional, UNNES Prigel Internasional, dan Student Exchange.
Setiap skema dirancang untuk menyesuaikan minat dan kebutuhan mahasiswa dari berbagai program studi serta mendukung peningkatan kompetensi global mahasiswa UNNES.
Diantara keempat skema UNNES Goes Global, GIAT International adalah salah satu program yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional melalui kegiatan akademik dan budaya di luar negeri.
Program ini melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas dan program studi untuk berpartisipasi dalam kolaborasi internasional, pertukaran budaya, kunjungan kampus, dan kegiatan pendidikan dengan lembaga mitra di luar negeri.
Melalui GIAT internasional, mahasiswa didorong untuk mengembangkan pandangan yang lebih luas, melihat secara global, meningkatkan keterampilan komunikasi, dan memperkuat pemahaman antarbudaya.
Program ini juga merupakan sarana bagi mahasiswa untuk menjadi cerminan budaya dan pribadi indonesia di kancah internasional, sambil mempelajari lingkungan pendidikan, sosial, dan budaya di negara lain.
Selain kegiatan akademik, peserta terlibat dalam kegiatan kolaboratif dan dapat berinteraksi langsung dengan komunitas luas.
Hal ini memungkinkan mereka untuk terlibat dalam pembelajaran langsung yang tidak hanya sekedar berfokus kepada materi di buku, tetapi pembelajaran kehidupan.
Oleh karena itu, GIAT Internasional bukan hanya program mobilitas antar negara, tetapi juga pengalaman belajar yang bermakna mendukung perkembangan pribadi dan profesionalitas mahasiswa.
Hingga saat ini tercatat sebanyak empat angkatan telah diberangkatkan ke kampus mitra.
Giat Internasional 4 dilaksanakan pada 5 Mei hingga 23 Mei 2026 di beberapa wilayah di Malaysia, di antaranya kawasan Tanjong Malim, Perak, dan Kuala Lumpur.
Dalam program ini, UNNES bekerja sama dengan dua universitas mitra, yaitu Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM).
Dikutip dari penjelasan beberapa peserta, terdapat dua tahapan seleksi, yaitu tes administrasi dan wawancara.
Sebanyak 89 mahasiswa terpilih dari 147 pendaftar yang lolos seleksi administrasi mengikuti kegiatan internasional tersebut setelah melalui tahapan wawancara.
Para peserta menjalankan berbagai program kerja berbasis edukasi kesehatan, pertukaran budaya, hingga pengabdian masyarakat bersama warga lokal dan pelajar di Malaysia.
Beberapa peserta giat internasional 4 mengungkapkan antusiasmenya dalam sesi wawancara.
Salah satu peserta dari program studi pendidikan Bahasa Inggris mengungkapkan bahwa dorongan utamanya mengikuti program GIAT Internasional angkatan ke-4 karena banyaknya manfaat yang ditawarkan, seperti rekognisi 12 SKS mata kuliah, 4 SKS KKN, dan 4 SKS PLP.
Tidak hanya itu, ia mengungkapkan manfaat lainnya seperti adanya kesempatan untuk bisa menjalin hubungan sosial dengan masyarakat dengan latar budaya yang berbeda di Malaysia.
Peserta lainnya juga mengungkapkan, “saya tertarik mengikuti giat internasional ini karena ingin mendapatkan pengalaman baru dan mempelajari budaya di Malaysia. Selain itu, saya juga ingin membanggakan orang tua saya atas apa yang saya capai.”
Seluruh program kerja untuk UNNES GIAT Internasional ke-4 telah ditetapkan melalui kesepakatan bersama antara pihak UNNES dan kampus mitra.
Salah satu peserta menjabarkan beberapa program kerja edukatif dari UNNES, antara lain seperti DAGUSIBU (aturan-aturan dalam mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat), pelatihan membuat jamu (obat herbal), seminar edukasi tentang kesehatan mental, dan masih banyak lagi.
Di sisi lain, kampus mitra juga menyediakan beberapa program kerja, di antaranya seperti perkenalan dengan mahasiswa UPSI, kunjungan ke Chow Kit, dan aktivitas jelajah alam.

Melalui berbagai kegiatan yang dijalankan selama program ini berlangsung, GIAT Internasional tidak hanya menjadi ajang pertukaran budaya saja, namun juga membawa sejumlah tujuan pendidikan dan pengembangan mahasiswa di tingkat internasional.
Tujuan utama dari program GIAT International ini adalah untuk memberikan pengalaman wawasan multikultural kepada mahasiswa melalui berbagai kegiatan, seperti pengabdian masyarakat, kolaborasi pendidikan, serta pertukaran budaya di lingkungan multikultural.
Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kemampuan akademik, kepemimpinan, keterampilan sosial, serta kemampuan komunikasi guna menjawab tantangan sosial dan membantu memberdayakan masyarakat.
Selain itu, GIAT International juga menjadi upaya Universitas Negeri Semarang dalam memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai universitas dan lembaga mitra di luar negeri guna mendukung dan merealisasikan visi universitas sebagai World Class University.
Program ini turut berkontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goal 4 melalui peningkatan kualitas pendidikan dan Sustainable Development Goal 17 melalui penguatan kemitraan internasional.
SDGs (Sustainable Development Goals) merupakan agenda global yang dirancang oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dalam dimensi pendidikan, ekonomi, sosial dan lingkungan dengan prinsip universal, integrasi dan inklusif untuk memastikan tidak ada yang tertinggal atau no one left behind.
Terdapat 17 tujuan utama dalam agenda ini. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, melalui program GIAT internasional, UNNES berkontribusi dalam mewujudkan setidaknya dua tujuan utama tersebut.
Dengan adanya kesempatan GIAT internasional, mahasiswa dituntut untuk dapat membagikan serta mempraktikkan ilmu yang telah didapat dari perkuliahan ke masyarakat.
Mahasiswa tidak hanya belajar teori secara abstrak, namun juga mendapat kesempatan untuk mengaplikasikan ilmunya dalam masyarakat sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna.
Hal ini sejalan dengan SDGs 4, tentang peningkatan kualitas pendidikan.
Selain membagikan ilmu, mahasiswa juga mendapatkan ilmu baru melalui interaksi dengan komunitas di sana, juga kegiatan-kegiatan yang telah mereka jalankan.
Adanya pertukaran ilmu ini merupakan perwujudan dari SDGs 17, yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan.
Terlaksananya kegiatan ini tentunya tidak lupa meninggalkan kesan yang berharga bagi para peserta.
“Yang paling saya rasakan dari program ini adalah saya mendapatkan banyak sekali pandangan baru tentang budaya, sistem pendidikan, serta makanan lokal Malaysia,” ungkap narasumber.
Tak hanya kesan, harapan juga disampaikan untuk mendukung peningkatan kualitas program ini.
Salah satu peserta memiliki harapan agar kedepannya akses informasi program ini dapat menjangkau lebih banyak mahasiswa UNNES.
Sejalan dengan itu, peningkatan peserta dan mitra kampus juga harus ditambah agar lebih banyak mahasiswa yang dapat berpartisipasi dalam program UNNES GIAT Internasional.
Dengan semangat yang tinggi, UNNES berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswa mendapatkan pengalaman yang berharga melalui kolaborasi antar universitas multinegara.
Penulis:
1. Aulia Intan Wahyuningrum (2302040073)
2. Auralia Syaharani Widya Devi (2302040069)
3. Louissa Aqmarea (2302040080)
4. Oktaviana Susan Margaretha (2302040078)
5. Rahma Auliatus Syifa (2302040076)
Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Semarang
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












