Fringe Event Hari Kedua: Bincang Koneksi Membawa Dialog Inspiratif tentang Jaringan Komunitas Film

Bincang Koneksi
Bincang Koneksi

Hari kedua dari acara Fringe di Sinema Akhir Tahun kami menyaksikan diskusi yang sangat menarik berjudul “Bincang Koneksi,” menghadirkan para komunitas film dari penjuru pulau Indonesia dan juga pemateri profesional untuk menjelajahi pentingnya jaringan dalam industri perfilman. Acara ini dipandu oleh Ana selaku Moderator, dengan panel yang menampilkan dua pembicara utama, Bapak Muhammad Arif Yani dari Komite Forum JAFF, dan Ibu Putri, pendiri ISN, Surakarta 10 November 2023.

Bapak Yani membuka acara dengan perkenalan diri dan menjelaskan peranannya dalam mengelola Komite Forum JAFF sejak 2012. Dia juga berbagi pengalaman dalam menemukan profesi di Indonesia Film Community Network, yang secara aktif menyambungkan kegiatan perfilman di seluruh negeri.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Dia juga berperan dalam festival film dengan menghadirkan film-film nominasi dari berbagai festival, membawa nuansa apresiasi dari pada kompetisi. Selanjutnya, Ibu Putri menceritakan pengalamannya sebagai bagian dari komunitas film. Dia merinci bagaimana kegiatan-kegiatan seperti temu karya dan pertemuan komunitas film di kampus-kampus menciptakan ruang untuk pertukaran ide dan kerjasama.

Diskusi kemudian melibatkan pertanyaan seputar pentingnya pertemuan komunitas film, di mana Bapak Yani menekankan peran penting jaringan dalam membangun festival dan proyek film bersama-sama. Selain itu, Ibu Putri menyoroti pentingnya menjalin hubungan tanpa terlalu tergantung pada dukungan finansial, membangun kerjasama yang kuat antar komunitas.

Acara semakin menarik ketika pertanyaan dari peserta hadir. Salah satunya membahas cara mendapatkan pendanaan melalui pitching, dan pertanyaan lainnya mengenai bagaimana mengembangkan minat perfilman di daerah yang belum memiliki komunitas perfilman yang besar.

Sebagai tambahan, seorang tamu dari lSF memberikan wawasan tentang cara mendapatkan pendanaan melalui keikutsertaan dalam pitching, khususnya untuk film animasi. Selain itu, pertanyaan mengenai pengembangan komunitas perfilman di kota-kota kecil seperti Sukabumi juga dibahas.

Bapak Yani dan Ibu Putri memberikan perspektif tentang bagaimana mengajarkan izin dan pengarsipan kepada komunitas lokal sebagai langkah awal dalam mengembangkan kegiatan perfilman di daerah tersebut.

Acara kemudian mencapai puncaknya dengan penyampaian closing statement dari Ibu Putri dan Bapak Yani. Mereka menekankan pentingnya memulai dari hal yang disukai, seperti ngobrol, untuk membangun hubungan yang kuat dalam komunitas perfilman.

Selain itu, masukan dari tamu khusus, Bapak Budi, memotivasi untuk menjadikan komunitas sebagai entitas yang berkualitas, bukan hanya identitas semata. Dengan demikian, Fringe Event day 2: “Bincang Koneksi” telah berhasil menciptakan ruang diskusi yang produktif, dan inspiratif, memberikan wawasan baru tentang pentingnya jaringan dalam mendukung pertumbuhan industri perfilman di Indonesia.

Penulis:
1. Riyan Azmi Hanafi
2. Karacindy Neditya Sutrisna
Mahasiswa Jurusan FIlm Televisi Institut Seni Indonesia Surakarta

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses