Desa Lemahireng – Dalam upaya mendukung kesejahteraan para peserta balai latihan kerja yang mayoritas berprofesi sebagai penjahit.
Doly Satria Rajagukguk, mahasiswa Program Studi Teknik Industri, merancang sebuah program kuliah kerja nyata yang berfokus pada perancangan kursi kerja berbasis ergonomi.
Program ini berlangsung pada tanggal 5 Agustus 2023 di Balai Latihan Kerja Desa Lemahireng dengan tujuan utama mencegah bahaya Musculoskeletal Disorder (MSD) yang seringkali dihadapi oleh para pekerja dalam pekerjaan yang melibatkan aktivitas duduk berjam-jam.
Pekerjaan sebagai penjahit sering kali melibatkan posisi duduk yang lama, yang dapat menyebabkan risiko MSD seperti nyeri punggung, leher, dan bahu.
Dalam program ini, Doly Satria Rajagukguk berkolaborasi dengan para peserta balai latihan kerja untuk mengidentifikasi masalah dan tantangan yang mereka alami sehari-hari dalam pekerjaan mereka.
Melalui serangkaian diskusi dan observasi, Doly Satria Rajagukguk berhasil mengumpulkan wawasan berharga tentang preferensi posisi duduk, tinggi meja yang sesuai, dan dukungan ergonomis yang diperlukan.
Berfokus pada prinsip ergonomi, Doly Satria Rajagukguk merancang kursi kerja yang dapat diatur ketinggiannya, dilengkapi dengan penyangga punggung yang sesuai, serta lengkungan untuk paha yang nyaman mendukung postur tubuh yang baik.
Kursi ini juga didesain tanpa roda dan dilengkapi dengan alas bawahan yang kokoh untuk mencegah pergeseran yang tidak diinginkan.
Selain itu, dalam perancangan kursi ini juga dipertimbangkan penggunaan bahan berkualitas tinggi yang mudah dibersihkan.
Pentingnya pencegahan MSD dalam pekerjaan menjadi fokus utama program ini. Para peserta diajarkan tentang pentingnya menjaga postur tubuh yang baik, melakukan peregangan, dan istirahat yang teratur.
Selain itu, Doly Satria Rajagukguk juga memberikan penjelasan mendalam mengenai risiko MSD, bagaimana mengenali gejalanya, dan langkah-langkah pencegahannya.
Diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif bagi para peserta balai latihan kerja di Desa Lemahireng.
Dengan adanya kursi kerja yang dirancang secara ergonomis dan pemahaman yang lebih baik mengenai pencegahan MSD, para penjahit akan dapat menjalankan pekerjaan mereka dengan lebih nyaman dan mengurangi risiko gangguan kesehatan yang mungkin timbul akibat aktivitas kerja yang monoton.
Dalam kesimpulan, program kuliah kerja nyata ini berhasil menggarap perancangan kursi kerja ergonomis yang bertujuan mencegah bahaya Musculoskeletal Disorder.
Doly Satria Rajagukguk telah berhasil mengintegrasikan prinsip-prinsip ergonomi dalam perancangan kursi, memberikan edukasi mengenai pencegahan MSD, dan menghasilkan produk yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan para penjahit di Desa Lemahireng.
Melalui kolaborasi ini, program ini memberikan manfaat konkret dan solusi praktis bagi para pekerja di bidang penjahitan.
Dokumentasi





Penulis: Doly Satria Rajagukguk
Mahasiswa Teknik Industri, Universitas Diponegoro
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















