Surakarta, MMI — Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali memperkuat jejaring ilmiah internasional melalui forum diskusi riset yang dilaksanakan secara online sebagai bagian dari rangkaian International Research Network Program EQUITY–The Impact Rankings 2025 pada Senin (7-8/12/2025).
Program ini memperoleh dukungan penuh pendanaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk mendorong riset kolaboratif lintas negara yang berorientasi pada keberlanjutan.
Kegiatan ilmiah ini mengusung tema Synthesis of Carbon Nitride from Basmati Rice Husk Biomass from Pakistan for Photocatalytic Degradation of Methylene Blue Pollutants.
Forum dihadiri oleh 50 peserta dari Indonesia, Pakistan, dan Iraq. Penelitian dipimpin oleh Dr. Maria Ulfa, S.Si., M.Si., dengan dukungan tim riset Indonesia: Dr. Nanik Dwi Nurhayati, S.Si., M.Si., Agung Nugroho Catur Saputro, S.Pd., M.Sc., serta beberapa mahasiswa UNS.
Forum ini digelar secara online menghadirkan pembicara internasional, yakni Dr. Maria Ulfa, S.Si., M.Si., dari FKIP Universitas Sebelas Maret, Dr. Muhammad Adnan Iqbal dari University of Agriculture Faisalabad (Pakistan) dan Dr. Sawsan S. Al-Rawi dari Tishk International University (Iraq).
Para peneliti dari tiga negara berdiskusi mengenai peluang pemanfaatan biomassa sekam padi basmati Pakistan sebagai prekursor karbon nitrida (g-C₃N₄) untuk fotodegradasi zat warna methylene blue—salah satu polutan utama limbah cair industri tekstil.
Diskusi menggarisbawahi pentingnya riset kolaboratif berkelanjutan untuk mengembangkan material fotokatalis ramah lingkungan, meningkatkan efisiensi proses degradasi limbah, dan merancang metode implementasi pada instalasi pengolahan air bersih di masa depan.
Baca Juga: UNS dan DLH Ngawi Bahas Inovasi Pengelolaan Limbah Cair, Didukung LPDP 2025
Pendekatan biomassa dipandang strategis karena ramah lingkungan, mudah diperoleh, dan mempunyai potensi menghasilkan karbon nitrida dengan struktur aktif yang sesuai kebutuhan fotokatalisis.
Dalam sesi presentasi, tim menjelaskan bahwa sintesis karbon nitride dari sekam padi basmati menghasilkan material dengan kemampuan degradasi yang baik di bawah paparan cahaya tampak.
Hal ini menjadikannya kandidat kuat untuk diterapkan dalam pengolahan limbah cair di berbagai sektor industri, terutama pada industri tekstil dan kerajinan berbasis pewarna sintetis.
“Riset ini memperlihatkan bagaimana kolaborasi ilmiah internasional mampu melahirkan solusi berbasis biomaterial yang efektif dan berkelanjutan,” ujar Dr. Maria Ulfa.
Para peneliti dari Pakistan dan Iraq menambahkan bahwa riset lintas negara ini merupakan fondasi penting untuk memperkuat pemanfaatan sumber daya lokal secara global.
Biomassa sekam basmati yang melimpah di Pakistan dapat diolah menjadi material bernilai tinggi, sementara Indonesia dan Iraq berpotensi menjadi lokasi aplikasi teknologi fotokatalitik untuk pengolahan limbah skala laboratorium maupun prototipe.
Kolaborasi ini juga membuka peluang pengembangan kurikulum riset bersama, pertukaran mahasiswa, dan joint publication di masa mendatang.
Melalui dukungan International Research Network Program EQUITY–The Impact Rankings 2025 yang didanai LPDP, ruang lingkup riset dapat diperluas mencakup optimasi struktur karbon nitrida, pemodelan reaktor fotokatalitik, hingga pengujian skala aplikasi.
Program ini berkontribusi pada pencapaian SDG 6 (Clean Water and Sanitation) melalui inovasi teknologi pengolahan limbah cair, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi riset antara akademisi dari tiga negara.
Inisiatif ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun ekosistem riset internasional yang solid, inovatif, dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Penulis: Dr. Maria Ulfa, S.Si., M.Si.
Dosen Pendidikan Kimia UNS
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















