Resensi Buku Rintangan adalah Jalan

Resensi Buku Rintangan Adalah Jalan
Buku Rintangan Adalah Jalan (Foto: Dok. Penulis)

Judul: Rintangan Adalah Jalan
Penulis: Ryan Holiday
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2022
Tebal Halaman: 228 Halaman
ISBN: 978-602-06-4471-4

Ringkasan

Bagian 1 Persepsi

Krisis Keuangan 1857 terjadi di Amerika Serikat mengakibatkan bisnis bangkrut dan harga gabah turun drastis. Namun, Rockefeller tetap berkepala dingin di bawah tekanan.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Dia melihat peristiwa-peristiwa penting yang terjadi sebagai kesempatan belajar, inisiasi pasar. Dalam dua puluh tahun sejak krisis pertamanya, Rockefeller menguasai 90 persen pangsa pasar minyak.

Di sepanjang usianya, semakin besar kekacauan yang terjadi, semakin tenang Rockfeller, bahkan ketika orang-orang disekelilingnya menjadi panik.

Tentu saja orang-orang mengalami masa yang sulit seperti Rockefeller yang mendapat didikan dalam penderitaan dan tekanan.

Namun, sedikit yang beraksi seperti Rockefeller. Sekarang kita dapat belajar melihat segala sesuatu secara berbeda.

Kita bisa melihat kesempatan dalam setiap musibah. Kemudian, kita mengubah keadaan negatif menjadi pendidikan, keahlian, dan kekayaan.

Baca Juga: Resensi Buku: Rayuan Negeri Impian

Bagian 2 Tindakan

Demosthenes dilahirkan lemah dan sakit-sakitan dengan kesulitan bicara. Saat Demosthenes berusia 7 tahun kehilangan ayahnya.

Hak warisan Demosthenes untuk membiayai tutor dan sekolah dicuri oleh para wali. Yang melekat di pikirannya yaitu gambaran seorang orator hebat, pria yang pernah dia lihat berbicara di Pengadilan Athena.

Demosthenes merancang suara latihan yang unik untuk menaklukan kesulitan bicara. Ketika menginjak usia dewasa, dia mengajukan gugatan melawan para walinya yang lalai dan bersikap tidak adil terhadapnya. Kemudian, Demosthenes menang gugatan berkat kekuatan barunya.

Tidak ada orang yang ingin dilahirkan bertubuh lemah. Tidak ada orang yang ingin kehabisan uang.

Tidak ada orang yang ingin terjebak di balik rintangan. Namun, setiap rintangan yang kita atasi menjadikan kita lebih kuat untuk rintangan selanjutnya.

Bagian 3 Tekad

Abraham Lincoln tumbuh dalam kemiskinan di desanya. Kemudian, Lincoln kehilangan ibu saat masih kecil.

Lalu, Lincoln menderita kekalahan dalam pemungutan suara saat maju ke dunia politik. Setelah Lincoln terpilih menjadi presiden, Amerika Serikat mengalami Perang Saudara.

Awalnya, Lincoln berusaha mencegah perang tapi Lincoln berjuang untuk menang secara adil.

Lincoln memiliki tekad untuk menerima tugas berat tanpa menyerah pada keputusasaan. Tekad merupakan hal yang kita bisa kendalikan sepenuhnya. Selain itu, tekad menjadi sumber kekuatan kita untuk bertahan.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Buku untuk Mahasiswa dari Berbagai Bidang Ilmu

Kelebihan

Pembaca mendapat inspirasi dari kisah-kisah nyata tokoh-tokoh besar mengatasi kesulitan yang dihadapi.

Kekurangan

Buku ini masih terdapat beberapa kata yang tidak dipahami masyarakat secara umum.

 

Penulis: Rakha Aryasatya
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Telkom University

Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses