Malang, MMI – Desa Pandanlandung, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, semakin serius mewujudkan konsep SmartVillage dengan memperkuat transparansi informasi dan pelayanan publik.
Program ini diwujudkan lewat kolaborasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari kelompok 13 Universitas Merdeka Malang periode 2025 bersama Pemerintah Desa Pandanlandung.
Dua inovasi utama yang dihadirkan adalah video profil perangkat desa dan infografis pelayanan publik.
Keduanya menjadi terobosan untuk membangun desa yang lebih informatif, ramah masyarakat, dan efisien dalam memberikan layanan.
Video Profil Perangkat Desa: Warga Lebih Dekat dengan Pemerintahan
Pembuatan video profil perangkat desa bertujuan agar masyarakat dapat lebih mengenal siapa saja yang bekerja di kantor desa.
Dalam video tersebut ditampilkan nama, jabatan, serta tugas dan fungsi masing-masing perangkat.
Setelah pergantian kepala desa beserta perangkat lainnya, ini akan memudahkan masyarakat untuk mengetahui perangkat desa yang baru.
Langkah ini juga penting karena selama ini sebagian warga masih bingung harus menghubungi siapa ketika mengurus administrasi kependudukan, perizinan, atau layanan umum lain.
Melalui video ini, masyarakat kini lebih mudah menentukan pejabat desa yang tepat sesuai kebutuhannya.
“Video profil ini tidak hanya memperlihatkan struktur birokrasi, tetapi juga menjadi sarana pendekatan yang lebih ramah dan transparan antara perangkat desa dengan warganya,” ungkap Ketua Kelompok 13.
Infografis Pelayanan Publik: Panduan Cepat dan Praktis
Selain video, tim KKN juga merancang Infografis Pelayanan Publik (Info Pelayanan Desa Pandanlandung).
Infografis ini disusun dengan desain sederhana, ringkas, dan penuh warna agar lebih mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat, mulai dari anak muda hingga orang tua.
Isi utama infografis meliputi panduan prosedur administrasi, seperti:
- Pembuatan Kartu Keluarga (KK)
- Pembuatan Akta Kelahiran
- Penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA)
Setiap prosedur dijelaskan langkah demi langkah secara sistematis, sehingga warga tidak perlu bolak-balik bertanya saat mengurus dokumen.

Infografis ini juga dilengkapi Frequently Asked Questions (FAQ) yang berisi jawaban atas pertanyaan umum, misalnya dokumen apa yang harus dibawa, berapa lama proses pengurusan, hingga biaya yang diperlukan.
Selain itu, pertanyaan seputar penerimaan bansos dan pelayanan seputar kebutuhan warga masuk dalam FAQ.
Baca Juga: Senam Bareng Ibu-Ibu, Mahasiswa PKNM 9 Edukasi Warga Soal Kolesterol
Dengan infografis ini, pelayanan publik bisa lebih efisien, dan warga tidak lagi bingung saat berurusan dengan administrasi desa dan kebutuhan masyarakat.
Inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKN Kelompok 13 Universitas Merdeka Malang ini sejalan dengan visi mereka untuk menciptakan desa yang informatif, transparan, dan partisipatif.
Harapannya, program ini bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan berharap masyarakat bisa lebih percaya dan aktif berpartisipasi dalam pembangunan desa di era digitalisasi.
Dengan adanya program ini, Desa Pandanlandung tidak hanya semakin dekat dengan konsep SmartVillage, tetapi juga menunjukkan bagaimana peran generasi muda melalui KKN dapat membawa dampak nyata bagi kemajuan desa.
Penulis: Jembarrani Wisa
Mahasiswa Universitas Merdeka Malang
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












