Yogyakarta, MMI – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana Yogyakarta melaksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat melalui kegiatan literasi digital dan edukasi QRIS bagi pedagang di Desa Wisata Mbulak Wilkel, Bantul, Minggu (24/05/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keamanan digital, bahaya cyber crime dan cyber gambling, serta penggunaan QRIS yang benar dalam transaksi digital.
Program pemberdayaan masyarakat ini juga merupakan salah satu luaran mata kuliah Kapita Selekta Komunikasi dengan pengampu Dr. Rila Setyaningsih, S.Kom.I., M.S.I.
Program dilaksanakan melalui penyampaian materi edukasi, pemutaran video pembelajaran, media poster, serta diskusi interaktif bersama peserta.
Materi yang diberikan mencakup literasi digital, keamanan digital, etika transaksi digital, serta pemahaman mengenai risiko kejahatan siber dan praktik judi online di era digital.
Kegiatan ini mendapat antusiasme dari masyarakat dan pelaku usaha di Desa Wisata Mbulak Wilkel yang mulai aktif memanfaatkan sistem pembayaran digital dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan pemahaman praktis mengenai penggunaan QRIS yang sesuai ketentuan, termasuk larangan penambahan biaya administrasi kepada konsumen.
Berdasarkan hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test terhadap 10 responden, terdapat peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan.
Total nilai pre-test sebesar 810 meningkat menjadi 840 pada post-test, atau naik sekitar 3,70%.
Peningkatan tertinggi terjadi pada responden NW, PR, dan SW dengan kenaikan masing-masing 20 poin, sedangkan responden SU mengalami peningkatan 10 poin.
Sementara itu, responden CJ dan SO mengalami penurunan sebesar 10 poin, serta responden TL mengalami penurunan 20 poin.
Adapun responden MI, SR, dan TY menunjukkan hasil yang tetap.
Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pemahaman peserta bervariasi dan dipengaruhi oleh faktor usia, pengalaman penggunaan teknologi digital, serta pemahaman awal masing-masing individu.
Secara umum, program ini dinilai efektif dalam meningkatkan literasi digital masyarakat, khususnya terkait keamanan digital, penggunaan QRIS, serta pemahaman mengenai cyber crime dan cyber gambling.
Metode pembelajaran melalui video edukasi, poster, dan diskusi interaktif juga dinilai membantu peserta memahami materi dengan lebih mudah.
Baca Juga: Sosialisasi Bahaya Judi Online di Desa Kesiman Tengah
“Saya jadi lebih paham tentang penggunaan QRIS yang benar dan tidak boleh menambah biaya admin kepada pembeli,” ujar salah satu peserta kegiatan.
Peserta lainnya menambahkan bahwa materi yang diberikan sangat bermanfaat karena membantu masyarakat lebih memahami bahaya cyber crime dan cyber gambling.
Selain itu, kegiatan ini juga dinilai penting dalam membantu pedagang memahami teknologi digital dengan lebih baik.
Melalui program ini, mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta berharap masyarakat Desa Wisata Mbulak Wilkel dapat semakin bijak, aman, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis:
1. Afan Al Fauzi
2. Alfian Fernanda Andriansyah
3. Amirul Mu’minin
4. Shysiliana
5. Vernandito Sultan Mahardika
6. Yanuardo Dwi Rangga
Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi, Universitas Mercu Buana Yogyakarta
Dosen Pengampu: Dr. Rila Setyaningsih, S.Kom.I., M.S.I.
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












