Manfaat Yoghurt Susu Kambing yang Ditambahkan Filtrat Pandan Wangi terhadap Peningkatan Sistem Imun

Pandan
Pandan Wangi.

Yoghurt adalah minuman sehat yang dibuat melalui fermentasi oleh bakteri asam laktat, memberikan cita rasa yang asam dan menyegarkan (Arum, 2014; Nurindah et al., 2016).

Bakteri asam laktat dalam yoghurt membantu memecah protein susu menjadi komponen yang lebih mudah dicerna, yang membuat yoghurt memiliki nilai gizi yang lebih baik daripada susu segar. Selain itu, konsumsi yoghurt dapat mendukung proses pencernaan, mengurangi risiko diare, melindungi dari kanker, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh (Putro et al., 2020).

Yoghurt bisa dihasilkan dengan menggunakan susu kambing yang kaya akan lemak, mineral, protein, serta vitamin A dan B, termasuk riboflavin. Namun, susu kambing juga memiliki kandungan asam lemak kaprat, kaprilat, dan kaproat yang menyebabkan susu kambing memiliki aroma yang khas.

Bacaan Lainnya
DONASI

Penambahan ekstrak alami dari tanaman seperti pandan wangi dapat menyamarkan bau tidak sedap pada yoghurt. Pandan wangi sering dipakai sebagai pewangi makanan karena mengandung senyawa kimia 2-acetyl-1-pyrroline yang memberikan aroma khas. Komponen alkaloid dan flavonoid dalam pandan wangi juga dapat meningkatkan jumlah limfosit sebagai respons imun.

Limfosit adalah jenis sel darah putih yang memiliki kemampuan khusus dalam menanggapi berbagai antigen yang berbeda.

Ketika jumlah limfosit mencapai level maksimal dalam aliran darah, ini menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh telah menghasilkan jumlah sel yang cukup untuk melawan infeksi atau antigen yang mungkin muncul. Sekitar seperempat dari total jumlah limfosit dalam tubuh terdapat di limpa.

Di dalam limpa, terdapat bagian putih yang berfungsi sebagai tempat di mana limfosit diproduksi, yang kemudian berperan penting dalam sistem kekebalan tubuh.

Untuk menambah manfaat yoghurt dapat dilakukan dengan menambahkan filtrat pandan wangi , karena filtrat pandan memiliki sifat yang berguna bagi bakteri asam laktat pada yougurt, sementara flavonoid dapat meningkatkan kekuatan antioksidan pada yoghurt.

Probiotik memiliki kemampuan untuk meningkatkan kesehatan mukosa, mengurangi dampak dari stres oksidatif dan meningkatkan respons kekebalan tubuh (Lolo et al., 2013).

Probiotik memiliki manfaat yang bervariasi, termasuk memperbaiki reaksi alergi dan intoleransi laktosa, meningkatkan penyerapan nutrisi, menurunkan kolesterol, dan meningkatkan kesehatan sistem urogenital. Selain itu, probiotik juga dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh melalui produksi antibodi oleh limfosit B dan T.

Probiotik memiliki peranan penting untuk menguraikan glukosa dan galaktosa, memecah protein menjadi nanopeptida dan asam amino, serta menghasilkan bakterioisin yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen. Pertumbuhan bakteri asam laktat dipengaruhi oleh faktor nutrisi, pH, dan suhu.

Secara imunologi, probiotik merangsang makrofag lokal untuk meningkatkan presentasi antigen kepada sel T, yang kemudian melepaskan sitokin untuk mengaktifkan limfosit B. Limfosit B kemudian menghasilkan imunoglobulin IgA. Di samping itu, probiotik juga memiliki dampak imunologis lainnya, seperti mengatur profil sitokin dan memicu penurunan terhadap antigen makanan.

Pandan wangil, yang memiliki nama ilmiah Pandanus amaryllifolius Roxb, termasuk dalam genus pandanus dari suku Pandanaceae, merupakan salah satu tumbuhan yang sering dimanfaatkan sebagai obat herbal. Pandan wangi, tumbuhan yang biasanya ditemukan di wilayah tropis adalah tanaman perdu yang berbunga setiap tahun dan biasanya memiliki ketinggian antara 1-2 meter.

Daun pandan wangi kaya akan senyawa kimia seperti alkaloid, saponin, flavonoid, tanin, polifenol, dan steroid, yang merupakan hasil metabolit sekunder tumbuhan dengan sifat antibakteri.

Senyawa bioaktif di dalamnya menunjukkan aktivitas antibakteri yang bervariasi, dengan flavonoid misalnya, memiliki tiga mekanisme berbeda untuk melawan bakteri, yakni mengganggu asam nukleotidaa, merusak fungsi membran sel dan menggangu metabolisme energi.

Saponin dengan sifatnya sebagai detergen, menyebabkan kerusakan pada membran dengan membentuk komples dengan strerol yang terdapat dalam membran tersebut.

Polivenol dan flavonoid memiliki aktifitas serupa, terutama dalam hubunganya dengan antibakteri, karena keduanya berinteraksi dengan dinding sel bakteri.

Mereka mengikat pada reseptor enzim transpeptidase sel. Senyawa alkaloid yang aktif berperan sebagai antimikroba dengan merusak komponen peptidogligan yang ada di dalam sel bakteri, sehingga mengakibatkan pembentukan lapisan dinding yang tidak sempurna yang menyeabkan sel mengalami kematian (Darsana et al., 2012).

Tanin bersifat antibakteri karena mampu mengganggu integritas dinding sel atau membran sel bakteri, sehingga menyebabkan gangguan pada permeabilitas membran tersebut. Steroid bekerja sebagai antimikroba dengan cara berinteraksi dengan lipid membran, dan sensitivitas terhadap komponen steroid menyebabkan liposom mengalami kebocoran.

Flavonoid sebagai senyawa tidak hanya memiliki manfaat sebagai imunostimulan dengan meningkatkan aktivitas polimerase limposit dan merangsang aktivasi makrofag, tetapi juga dapat merangsang sel-sel intrseluler seperti makrofag dan sel T untuk meningkatkan sistem imun.

Penulis:

Fiorela Aulia Azmi
Mahasiswa Jurusan Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Padang

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI