Dunia dalam Transisi: Kedalaman Ambisi China dalam Menekan Dominasi Dolar dalam Ekonomi Internasional

dominasi dolar AS
Foto: Dok. MMI

Pendahuluan

Dalam beberapa tahun terakhir China dalam proses menimbun emas.

Dalam hal ini, China mengamankan cadangan emasnya hal ini disebut Fenomena PBoC (Fenomena Peoples Bank of China).

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Strategi ini dilakukan untuk menekan dominasi Dolar AS dalam transaksi Internasional.

Seperti yang kita tau, Dolar Amerika merupakan mata uang yang selama ini digunakan sebagai patokan transaksi internasional.

Hal ini menyebabkan ketergantungan dan tekanan bagi negara-negara lain, dikarenakan jika ada sedikit perubahan kebijakan dari AS maka itu juga akan mempengaruhi kebijakan transaksi.

Ketergantungan ini sering kali dimanfaatkan oleh AS, negara-negara mulai sadar dan akhirnya membangun benteng untuk menekan ketergantungan terhadap Dolar Amerika.

Salah satu negara yang saat ini sedang menyusun strategi untuk menekan dominasi itu adalah China.

Seperti yang kita tau, China merupakan negara yang saat ini hampir menyaingi Amerika dari sisi ekonominya.

China termasuk stabil dan kebijakan nya saat ini juga dapat berpengaruh terhadap kebijakan keuangan global.

Strategi China & Alasan di Balik Akumulasi Emas

Puncak ambisi negara-negara dalam menekan dominasi dolar terjadi pada tahun 2022, di mana Amerika memberikan sanksi terhadap Rusia membekukan uang Rusia yang berada di Bank Amerika.

China yang pada saat itu tergabung dalam BRICS langsung merespon ketidakstabilan yang disebabkan oleh dominasi dolar.

Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk melakukan strategi dedolarisasi yang berjalan bersama dengan negara-negara anggota BRICS.

Sama halnya dengan negara lain, China mengkhawatirkan performa ekonomi AS yang tidak kunjung membaik.

Seiring melemahnya dolar dan krisis finansial mulai terjadi serta banyaknya aset yang menggunakan mata uang dolar (Dolar-Denominated Assets) yang dimiliki oleh China, termasuk cadangan devisa dan aset sekuritas.

China kemudian memberikan usul untuk melakukan reformasi Moneter Internasional di mana Yuan menjadi pengganti Dolar.

Nah akibat dari dilema ini, akhirnya China menggunakan emas sebagai ibaratnya cadangan devisa negaranya. Mengapa emas?

Dari semua aset, emas merupakan aset yang paling stabil hingga saat ini emas selalu mengalami kenaikan harga.

Oleh karena itu, China menganggap emas sebagai aset yang paling stabil sejauh ini.

Tujuan China adalah menjadikan Yuan sebagai mata uang pengganti Dolar, untuk mencapai tujuan itu mata uang China harus stabil.

Maka dari itu, emas menjadi aset yang dipilih oleh China.

Membangun kepercayaan global terhadap mata uang Yuan dengan memiliki fundamental aset yang nyata.


Penulis: Claudia Marcia A. Santioso
Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional, Universitas Cenderawasih


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses