Pendidikan pada fakultas kedokteran memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Materi kuliah yang terdapat di fakultas kedokteran cukup banyak dan mendalam sehingga mahasiswa perlu memahami isi materi tersebut secara menyeluruh dan tidak hanya mengingat saja.
Mahasiswa memiliki kewajiban untuk mengerti konsep, menghubungkan antar bagian materi, dan melakukan praktik pada bidang klinis di masa depan. Oleh karena itu, teknik untuk mempelajari materi menjadi bagian yang penting.
Setiap mahasiswa umumnya memiliki teknik yang berbeda, namun terdapat dua metode yang paling sering muncul, yaitu belajar secara individu dan belajar dalam kelompok. Kedua metode tersebut banyak digunakan oleh mahasiswa kedokteran untuk kegiatan belajar, tetapi pertanyaan mengenai metode yang memiliki hasil lebih baik dari efektif masih sering ada.
Baca juga: Metode Belajar Efektif: Ternyata ada Kaitannya dengan Neurosains di Otak?
Belajar mandiri adalah kegiatan mempelajari materi yang dilakukan secara pribadi tanpa bantuan dari pihak lain. Mahasiswa menyusun jadwal belajar secara pribadi, menentukan materi yang akan dipelajari, dan cara yang paling sesuai untuk diri mereka.
Di fakultas kedokteran, metode ini terjadi hampir setiap hari karena banyaknya materi yang perlu dipahami. Dengan belajar secara individu, mahasiswa memiliki kebebasan untuk mengelola waktu dan menyesuaikan kegiatan dengan kemampuan masing-masing.
Kelebihan dari belajar secara individu adalah mahasiswa dapat melatih sifat mandiri terhadap diri sendiri. Mahasiswa menjadi terbiasa untuk mengelola waktu dan tanggung jawab. Selain itu kondisi sekitar saat belajar biasanya tidak berisik sehingga mahasiswa lebih mudah fokus pada materi. Belajar secara individu juga memiliki keterbatasan.
Tapi kalau belajar kelompok itu kebalikannya. Kita belajar bareng teman, biasanya bisa sambil diskusi. Di fakultas kedokteran cara ini juga sering dipakai apalagi saat bahas kasus atau PBL. Tiap orang biasanya punya pendapat masing-masing, jadi pembahasannya bisa lebih luas dan menarik.
Serunya belajar kelompok, kita jadi nggak merasa sendirian. Kalau ada yang nggak paham, bisa langsung tanya dan biasanya ada teman yang bantu jelasin. Kadang juga ada sudut pandang baru yang bikin kita jadi lebih ngerti. Tapi belajar kelompok juga ada kekurangannya. Kalau ada salah satu anggotanya nggak serius, bisa jadi malah ngobrol ke mana-mana dan buat belajarnya tidak efektif.
Sebenarnya nggak perlu milih salah satu. Belajar sendiri dan belajar kelompok itu sama-sama penting. Biasanya, belajar sendiri dipakai buat ngerti dasar dulu, baru nanti diperdalam lagi lewat diskusi kelompok. Jadi, keduanya bisa saling melengkapi dan bukan saling menggantikan.
Jadi, mau belajar mandiri atau kelompok sebenarnya tergantung kebutuhan masing-masing. Bukan pilih salah satu, tapi tahu kapan harus pakai cara yang mana. Kalau bisa seimbang, belajar jadi lebih efektif dan nggak terlalu berat untuk dijalanin. Apalagi di fakultas kedokteran, bukan cuma pintar, tapi juga benar-benar paham dan siap ke dunia praktik nantinya.
Penulis: Keyla Maudi Al Zahra
Mahasiswa Kedokteran, Universitas Yarsi
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












