Sampah plastik adalah salah satu jenis sampah yang mampu mengakibatkan dampak yang serius bagi lingkungan dan kesehatan.
Dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, sampah didefinisikan sebagai sisa kegiatan sehari hari manusia atau sisa dari proses alam yang berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan.
Sampah dibedakan menjadi dua jenis yaitu sampah organik dan anorganik, sampah organik merupakan sampah yang dapat terurai melalui proses alamiah contohnya daun, ranting, sisa sayur, sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang tidak dapat terurai secara alamiah misalnya plastik, kaleng, styrofoam.
Indonesia adalah negara penghasil sampah plastik laut kedua terbesar di dunia, Data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) serta badan pusat statistik menyebutkan bahwa sampah plastik di Indonesia jumlahnya mencapai 64 juta ton/ tahun.
Indonesia sudah berada dalam fase darurat sampah plastik karena sebagian besar sampah plastiknya tidak terkelola dengan baik sampai dengan tempat pembuangan akhir.
Salah satu yang memicu hal tersebut di antaranya adalah pengelolaan sampah di Indonesia yang masih menggunakan metode open dumping dan landfill serta masih minimnya kesadaran masyarakat akan pengelolaan sampah yang baik.
Sampah plastik di Desa Lemahireng Kecamatan Pedan Kabupaten Klaten banyak ditemukan di sungai sepanjang desa dan di kebun-kebun warga.
Sebagai alternatif penyelesaian yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah plastik adalah dengan diadakannya Pelatihan Zero Waste Plastik menjadi berbagai macam kerajinan.
Pada Kamis (27/07/2023), salah satu peserta tim KKN 2 Universitas Diponegoro Desa Lemahireng Kecamatan Pedan dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Jurusan Kesehatan Lingkungan telah melaksanakan kegiatan monodisiplin Pelatihan Zero Waste Plastik yaitu pelatihan pengelolaan dan pembuatan kerajinan dari sampah plastik di musala Al-Fahtu Dukuh Sidokerso, Desa Lemahireng Kecamatan Pedan dengan sasaran ibu-ibu jamaah yasinan Desa Lemahireng yang bertujuan untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan dampak negatif dari sampah plastik.
Kegiatan pelatihan dilakukan dengan cara sosialisasi dampak plastik bagi lingkungan, trik cara mengurangi pemakaian plastik kemudian dilanjutkan dengan praktik bersama membuat kerajinan bunga dari botol plastik bekas.
Mahasiswa Tim KKN 2 Universitas Diponegoro Desa Lemahireng berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang dampak plastik bagi lingkungan serta mampu meminimalisasi timbulan sampah plastik di lingkungan sehingga tercipta zero waste plastik.
Penulis: Fitri Amilia Meccawati
Mahasiswa FKM/ Kesehatan Lingkungan Universitas Diponegoro Semarang
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













