Fakfak, MMI – Upaya meningkatkan keselamatan instalasi listrik di masyarakat kembali dilakukan melalui program pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh tim dosen Politeknik Negeri Fakfak.
Kegiatan ini mengusung fokus pada peningkatan kapasitas masyarakat dan teknisi dalam memahami serta menerapkan sistem pentanahan listrik gedung (grounding system) yang aman, sesuai standar, dan berbasis praktik lapangan.
Program tersebut melibatkan para teknisi Balai Latihan Kerja (BLK), masyarakat, serta instruktur pengabdian sebagai bagian dari tridarma perguruan tinggi.
WHAT – Apa Kegiatannya?
Kegiatan pengabdian ini berupa pelatihan teknis sistem pentanahan listrik gedung berbasis praktik lapangan yang dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan instalasi grounding sesuai standar PUIL dan SNI.
Pelatihan meliputi pemaparan teori dasar, identifikasi kondisi tanah dan resistivitas, instalasi elektroda pentanahan, serta pengukuran resistansi tanah menggunakan Earth Resistance Tester.
Program juga mencakup evaluasi hasil belajar peserta melalui pre-test dan post-test, pendampingan instalasi, pembentukan teknisi lokal sebagai agen diseminasi, serta dokumentasi kegiatan untuk keperluan publikasi.

Berdasarkan laporan kegiatan, para peserta berhasil memahami fungsi sistem pentanahan, mekanisme kerja grounding, serta bahaya arus bocor jika instalasi tidak memenuhi standar.
Mereka juga mampu melakukan praktik pengukuran resistansi tanah secara mandiri dan pemasangan elektroda pentanahan sesuai prosedur yang benar.
Bahkan, hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman lebih dari 70%, menegaskan keberhasilan metode pelatihan berbasis praktik tersebut.
WHO – Siapa Penyelenggara dan Pesertanya?
Kegiatan ini diselenggarakan oleh tim dosen Politeknik Negeri Fakfak, dengan ketua pelaksana Herman HR, S.T., S.ST., M.T., serta anggota tim Sofyan Sukwara Akfan, M.Hum., yang turut terlibat dalam pelaksanaan pelatihan dan materi pendukung.
Peserta kegiatan berasal dari Teknisi Balai Latihan Kerja (BLK) Fakfak dengan total peserta mencapai 15 orang, yang seluruhnya mengikuti sesi teori dan praktik dengan tingkat kehadiran sangat baik.
Dokumentasi kegiatan memperlihatkan partisipasi aktif peserta dalam diskusi, simulasi, hingga praktik lapangan.

WHEN – Kapan Kegiatan Dilaksanakan?
Program pengabdian ini dilaksanakan sesuai jadwal yang telah tersusun dalam rentang bulan April hingga Oktober 2025. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan secara bertahap mulai dari:
- Survei awal dan identifikasi mitra
- Pengadaan alat serta penyusunan modul pelatihan
- Pelatihan teori dan simulasi grounding
- Praktik lapangan dan pengukuran resistansi tanah
- Pendampingan instalasi mandiri
- Seminar hasil dan diseminasi
Seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana sebagaimana tercantum pada jadwal pelaksanaan pengabdian.

WHERE – Di Mana Kegiatan Berlangsung?
Pelatihan dilaksanakan di beberapa lokasi strategis, yaitu Balai Latihan Kerja (BLK) Fakfak – sebagai pusat pelatihan dan tempat penyampaian materi teori dan lokasi lapangan di sekitar area BLK – sebagai tempat praktik pengukuran resistansi tanah.
Dokumentasi menunjukkan kegiatan berlangsung di aula BLK Fakfak, termasuk sesi pre-test, praktik penyambungan kabel BC, serta pengukuran tanah di lapangan terbuka.

WHY – Mengapa Kegiatan Ini Penting?
Urgensi kegiatan ini sangat tinggi mengingat sistem pentanahan merupakan komponen penting dalam instalasi listrik yang berfungsi melindungi manusia, peralatan, dan bangunan dari sengatan listrik dan potensi kebakaran.
Beberapa alasan utama kegiatan ini perlu dilakukan antara lain:
1. Rendahnya pemahaman teknis masyarakat terhadap sistem pentanahan
Banyak instalasi listrik rumah tangga dan fasilitas umum di Fakfak yang belum memenuhi standar karena kurangnya pengetahuan teknis masyarakat dan teknisi lokal.
Studi sebelumnya juga menunjukkan bahwa wilayah-wilayah tertentu di Indonesia menghadapi kesulitan dalam pengukuran resistansi tanah akibat keterbatasan lahan dan alat ukur.
2. Minimnya kegiatan pelatihan berbasis praktik lapangan
Pelatihan kelistrikan umumnya bersifat teoritis, padahal penguasaan sistem pentanahan membutuhkan praktik langsung.
Pendekatan praktik lapangan terbukti meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami konsep dan menerapkan instalasi secara benar.

3. Upaya mendukung keselamatan instalasi sesuai PUIL dan SNI
Standar keselamatan instalasi listrik nasional menekankan pentingnya kualitas grounding. Program ini membantu masyarakat menerapkan standar tersebut dalam instalasi rumah maupun fasilitas kerja.
4. Mendorong terbentuknya teknisi lokal yang mandiri
Pembentukan kelompok teknisi lokal memberi manfaat jangka panjang, karena mereka dapat menjadi agen edukasi dan pendamping teknis di lingkungan masing-masing.
Seluruh alasan tersebut menunjukkan bahwa program pelatihan grounding ini bukan hanya relevan, tetapi juga memiliki dampak sosial yang luas dalam meningkatkan keselamatan kelistrikan di Kabupaten Fakfak.

HOW – Bagaimana Proses Pelaksanaan Kegiatan?
Pelaksanaan program dilakukan melalui tiga tahapan utama:
Tahap Persiapan dan Perencanaan
Pada tahap awal, tim pengabdian melakukan survei kebutuhan teknis pada masyarakat dan BLK serta menyusun modul pelatihan yang mencakup teori sistem pentanahan, karakteristik tanah, instalasi elektroda, hingga prosedur pengujian resistansi.
Alat pelatihan seperti ground tester, elektroda batang, kabel BC, dan instrumen kelistrikan lainnya dipersiapkan untuk digunakan selama praktik.
Tahap Pelaksanaan Pelatihan
Tahap ini merupakan inti kegiatan yang terdiri dari:
- Pemaparan materi teori tentang grounding
- Simulasi sistem pentanahan
- Praktik langsung mengukur resistansi tanah
- Pemasangan elektroda pentanahan
- Diskusi dan tanya jawab
- Evaluasi materi melalui pre-test dan post-test
Peserta tampak antusias melakukan pengukuran tanah menggunakan earth tester dan mencoba instalasi elektroda secara mandiri. Dokumentasi menunjukkan kegiatan berlangsung aktif dengan pendampingan penuh dari instruktur.
Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut
Tahap akhir meliputi pengolahan hasil test, penyusunan laporan, pembentukan kelompok teknisi lokal, dan penyusunan rencana pengembangan program.

Tim pengabdian menyiapkan diseminasi hasil berupa poster, publikasi jurnal, serta seminar untuk memperluas dampak kegiatan.
Selain itu, sejumlah rencana lanjutan disusun, seperti pendampingan teknis lanjutan, penyusunan modul lanjutan berbasis studi kasus, kolaborasi antar lembaga untuk memperluas pelatihan serta publikasi hasil kegiatan secara terbuka.
Seluruh proses menunjukkan bahwa kegiatan dirancang secara sistematis, ilmiah, dan berorientasi keberlanjutan.
Kegiatan pelatihan sistem pentanahan listrik gedung berbasis praktik lapangan yang dilaksanakan oleh tim dosen Politeknik Negeri Fakfak merupakan langkah strategis dalam meningkatkan keselamatan instalasi listrik serta kapasitas teknisi dan masyarakat di Kabupaten Fakfak.
Dengan peningkatan pemahaman peserta lebih dari 70% dan terbentuknya teknisi lokal sebagai agen diseminasi, program ini menunjukkan keberhasilan nyata dalam penguatan keterampilan teknis berbasis vokasi.
Program ini juga menjadi contoh implementasi tridarma perguruan tinggi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat melalui pendekatan praktik lapangan yang aplikatif, berkelanjutan, dan berdampak luas.
Tim peneliti juga mengucapkan terima kasih atas dukungan pendanaan kegiatan oleh DIPA Politeknik Negeri Fakfak tahun 2025, tanpa dukungan tersebut maka kegiatan ini akan sulit untuk terlaksana.
Penulis:
1. Herman HR, S.ST., S.T., M.T. (Ketua Tim Pengabdian Masyarakat)
2. Sofyan Sukwara Akfan, M.Hum. (Anggota)
Program Studi Teknik Listrik, Politeknik Negeri Fakfak
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












