Sejarah dan Perkembangan Telepon

Sejarah dan Perkembangan Telepon
Figure 1 Macam-Macam Telepon (Sumber: Photo by Tamilles Esposito: https://www.pexels.com/photo/vintage-telephones-on-a-wooden-table-12416860/)

Telepon merupakan alat komunikasi yang memiliki perkembangan cukup pesat dari masa ke masa. Telepon merupakan alat komunikasi dua arah yang dapat menerima dan mengirim pesan.

Berawal dari bell telephone yang merupakan hasil percobaan Alexander Graham Bell hingga sampai saat ini telepon sudah berkembang menjadi smartphone.

Sejarah Telepon

Telepon sendiri telah mengalami sejarah perkembangan yang panjang. Penemuan telepon pertama kali dikaitkan dengan Antonio Meucci, seorang berkebangsaan Italia.

Menurut Antonio Santi Giuseppe Meucci berhasil menemukan alat komunikasi telepon pada tahun 1849. Alat telepon yang diciptakan Meucci menggunakan prinsip elektromagnetik, di mana suara yang dihasilkan oleh suatu alat akan diubah menjadi sinyal listrik yang dikirim melalui kabel dan kemudian diubah kembali menjadi suara oleh alat penerima.

Alat telepon Meucci terdiri dari dua bagian, yaitu transmitter dan receiver. Transmitter berfungsi untuk mengubah suara menjadi sinyal listrik, sedangkan receiver berfungsi untuk mengubah sinyal listrik menjadi suara. Alat telepon Meucci menggunakan kabel tembaga sebagai penghantar sinyal listrik. Dengan demikian, alat telepon Meucci memungkinkan dua orang untuk berbicara dengan jarak jauh melalui kabel.

Namun, Alexander Graham Bell juga diakui sebagai penemu telepon dan menerima hak paten atas sistem dan alat telepon pada tahun 1876. Telepon pertama kali digunakan dengan kabel dan tombol nomor berbentuk bulat (rotary dial). Alexander Graham Bell menemukan telepon pada tahun 1876.

Telepon pertamanya terdiri dari pemancar dan penerima, di mana suaranya diubah menjadi sinyal listrik melalui suatu mekanisme yang melibatkan getaran dan arus listrik.

Telepon bekerja dengan cara mengubah suara menjadi getaran yang diubah menjadi sinyal listrik oleh alat pemancar. Sinyal listrik tersebut kemudian dikirim melalui kabel dan diterima oleh alat penerima yang mengubah sinyal listrik menjadi suara yang dapat didengar oleh penerima.

Seiring berjalannya waktu, telepon mengalami perubahan yang signifikan, termasuk menjadi perangkat pintar yang dikenal sebagai smartphone.

Telepon genggam pertama kali ditemukan pada tahun 1973 dan terus mengalami perkembangan hingga saat ini, dimana telepon telah menjadi salah satu barang yang dibutuhkan manusia setiap harinya, terutama dalam bentuk telepon genggam. Sejarah telepon ini mencerminkan evolusi teknologi komunikasi manusia dari masa ke masa.

Kelebihan dan Kekurangan

A. Kelebihan Teknologi Telepon Zaman Sekarang

Beberapa kelebihan dari teknologi telepon yang ada pada zaman sekarang meliputi:

  1. Mobilitas tinggi: Telepon seluler memungkinkan pengguna untuk menghubungkan dari mana saja dan kapan saja, tanpa terbatas oleh jaringan kabel.
  2. Jangkauan luas: Telepon seluler memiliki jangkauan yang lebih luas daripada telepon kabel, sehingga memudahkan komunikasi di berbagai tempat.
  3. Fitur-fitur tambahan: Telepon seluler sering mendukung fitur tambahan seperti SMS, internet, kamera, dan lain-lain, yang menggantikan beberapa alat komunikasi tradisional.
  4. Penggunaan secara bergerak: Telepon seluler memungkinkan pengguna untuk bergerak dan mengakses layanan komunikasi secara langsung, tanpa bergantian tempat.
  5. Kemudahan dalam interaksi sosial: Penggunaan telepon memudahkan interaksi sosial karena tidak harus bertemu secara langsung untuk berkomunikasi.
  6. Membantu siswa belajar jarak jauh: Telepon dapat digunakan untuk membantu siswa belajar jarak jauh dengan menggunakan aplikasi pertemuan online yang menghubungkan siswa dengan kampus atau sekolah.
  7. Biaya penggunaan yang murah: Telepon IP atau VoIP memiliki biaya yang sangat murah, kemampuan untuk melakukan panggilan video, dan integrasi dengan aplikasi lain seperti media sosial, email, dan chat.

B. Kelebihan Teknologi Telepon Zaman Dulu

Telepon zaman dulu memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan telepon zaman sekarang. Beberapa kelebihan telepon zaman dulu antara lain:

  1. Biaya lebih murah: Telepon zaman dulu memiliki biaya operasional yang lebih murah dibandingkan dengan telepon zaman sekarang.
  2. Lebih awet dan tahan banting: Telepon jaman dulu cenderung lebih awet dan tahan banting dibandingkan dengan smartphone modern.
  3. Tidak mudah kepencet: Tombol-tombol pada telepon zaman dulu cenderung tidak mudah terpencet, berbeda dengan layar sentuh pada smartphone modern.

Dari kelebihan-kelebihan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa teknologi telepon sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, karena memungkinkan komunikasi yang lebih mudah, fleksibel, dan efisien.

C. Kekurangan Teknologi Telepon Zaman Sekarang

Beberapa kekurangan telepon zaman sekarang antara lain:

  1. Ketergantungan pada Teknologi: Penggunaan telepon modern meningkatkan ketergantungan pada teknologi, yang dapat berdampak negatif pada Kesehatan mental dan interaksi sosial.
  2. Gangguan Privasi: Telepon modern rentan terhadap pelanggaran privasi dan keamanan data pribadi pengguna.
  3. Gangguan Konsentrasi: Notifikasi dan aplikasi di telepon dapat mengganggu konsentrasi dan produktivitas.
  4. Keterbatasan Baterai: Telepon modern rentan terhadap masalah daya baterai yang memerlukan pengisian ulang secara teratur.
  5. Ketergantungan pada Internet: Banyak fungsi telepon modern bergantung pada koneksi internet, sehingga tanpa koneksi, beberapa fitur mungkin tidak dapat digunakan.

D. Kekurangan Teknologi Telepon Zaman Dulu

Telepon masa dahulu memiliki beberapa kekurangan yang dapat dibagimana sebagai berikut:

  1. Mobilitas terbatas: Telepon zaman dulu terhubung dengan kabel dan hanya dapat digunakan di tempat yang dekat dengan pengiriman.
  2. Lambat dan belum mencakup semua daerah: Coverage area telepon zaman dulu mungkin tidak mencakup semua daerah, sehingga mengakibatkan keterbatasan dalam penggunaan.
  3. Tidak fleksibel: Telepon zaman dulu tidak memiliki fitur fleksibilitas yang tinggi, seperti layar sentuh dan tombol virtual yang ada pada smartphone modern.
  4. Kurangnya fitur: Telepon zaman dulu memiliki fitur yang lebih terbatas dibandingkan dengan telepon zaman sekarang, seperti kemampuan untuk menggambarkan dan mengakses internet.
  5. Biaya tetap tinggi: Meskipun biaya operasional telepon zaman dulu lebih murah, tetapi beberapa layanan seperti layanan surat dan telegram mungkin masih membutuhkan biaya yang tidak sangat murah.

Dengan kekurangan-kekurangan tersebut, telepon zaman dahulu memiliki beberapa keterbatasan dalam penggunaannya yang dapat mempengaruhi kesadaran dan kepuasan pengguna.

Perkembangan Telepon

1. Bell Telephone (1876)

Pertama kali dibuat oleh Alexander Graham Bell, yang pada tanggal 7 Maret 1876 Alexander Graham Bell berhasil mendapatkan hak patennya.

Telepon pertama yang dibuatnya ini merupakan percobaan laboratorium yang dikembangkan dan disempurnakan dari temuan telegraf. Cara kerja dari telepon ini memakai jarum transmisi dan asam sulfat yang menghasilkan getaran suara ke penerima gelombang elektromagnetik.

2. Telephone Abad 19 (1890)

Telepon sebelum abad 19 mendengar dan berbicara dilakukan di alat yang sama, masuk abad 19 penelepon harus menggunakan alat yang berbeda.

Telepon ini tidak langsung bisa menghubungkan dua orang secara langsung, setelah pengguna memutar tuas maka akan dihubungkan dengan petugas sentral telepon yang kemudian petugas akan bertanya nomor yang akan dituju lalu menyambungkan dua kabel dan memutar nomor.

3. Western Electric 302 (1937)

Perusahaan Amerika Serikat AT&T, mengeluarkan model telepon dengan model rotary dial dan gagang telepon tersambung kabel. Telepon ini dirancang oleh Henry Dreyfuss, telepon pertama yang menggambungkan dial, handset, dan bel dalam satu unit yang terintegrasi.

4. The Trimline (1965)

Model terakhir yang dikeluarkan AT&T. Pada model ini, tombol nomor disematkan langsung ke telepon. Terdapat penambahan tombol bintang (*), tagar (#). Tombol angka menjadi 12 digit.

5. Cordless Phones (1980)

Cordless menjadi era berakhirnya telepon tanpa kabel. Tetapi masih memiliki beberapa kekurangan, seperti terbatasnya jarak pancaran, kualitas suara (noise) dan kerahasiaan yang kurang baik, frekuaensi radio yang digunakan saat itu yaitu 27 MHz.

Umumnya telepon ini memiliki dua bagian yaitu handset dan base unit, base unit terdiri dari phone line interface, pemancar dan penerima radio, power supply, battery charger, dan keypad (indicator LED dan LCD).

6. Motorola DynaTAC (1983)

Merupakan HP pertama dengan seri DynaTAC 8000X dan memiliki baterai yang dapat dipakai menelepon selama 1 jam dan kapasitas memorinya hanya bisa menyimpan 30 nomor kontak. Memiliki layar kecil dan perlu waktu 10 jam untuk mengisi baterainya.

7. Motorola StarTAC (1996)

Dirilis tanggal 3 Januari 1996, merupakan ponsel lipat pertama yang memiliki fitur getar dan ukuran yang kecil dibanding ponsel sebelumnya. Memiliki fitur berkirim pesan, menerima dan malakukan panggilan telepon. Memiliki layar dan dapat digunakan secara mobile.

8. Smartphone

Smartphone tidak menggunakan tombol fisik, hanya layar sentuh yang dilengkapi dengan tombol virtual. Tidak hanya untuk menelepon dan berkirim pesan, tapi juga memiliki fitur kamera, game, dan radio, dan banyak fitur lainnya.

Bahkan di zaman sekarang ini kita hampir tidak perlu membawa dompet untuk melakukan pembayaran, cukup membawa smartphone dan saldo yang cukup kita sudah bisa melakukan pembayaran.

Pengaruh Telepon terhadap Budaya Manusia

Semakin berkembang dan canggihnya telepon, kebudayaan kita juga ikut beradaptasi denggan perkembangan telepon.

Namun, tidak semua pekerkembangan telepon ini membawa dampak positif bagi kebudayaan kita, pekembangan telepon ini juga membawa dampak negatif dalam kebudayaan kita seperti, keterngantungan, berkurangnya interaksi sosial secara langsung, dan juga berpotensi merubah norma-norma sosial dalam masyarakat.

Dampak Positif

  1. Memperkuat Tali Silahturahim: Dengan adanya telepon kita dapat berkomunikasi dengan teman/saudara/keluarga yang jauh dari kita, bahkan sekarang kita tidak hanya mendengar suara mereka, kita juga dapat melihat wajah merekaa. Hal ini dapat membuat ikatan yang semakin kuat antar individu.
  2. Penyebaran Informasi: Telepon atau smartphone juga mempermudah kita dalam menyebarkan sebuah informasi tanpa perlu menunggu waktu yang lama. Sekarang kita dapat mendapat informasi dengan mudah melalui mediamedia yang terlah tersedia.
  3. Mempermudah Anak-Anak untuk Belajar: Selain sebagai media komunikasi, telepon juga dapat digunakan sebagai media pembelajaran. Dengan dibuatnya aplikasi-aplikasi edukasi, belajar menjadi lebih fleksibel dan menyenangkan.

Dampak Negatif

  1. Ketergantungan: Sekarang banyak orang yg tidak bisa hidup tanpa telepon, hal ini menunjukkan betapa besasarnya rasa ketergantungan mansia terhadap telepon.
  2. Berkurangnya Interaksi Sosial: walaupun telepon memudahkan kita dalam berkomunikasi, namun hal ini juga membuat orang lebih suka berinteraksi secara virtual.
  3. Membiasakan Instan: semakin berkembangnya telepon kita dapat segala sesuatu secara instan, kebiasaan ini semakin mengakar dan membuar orang enggan berusaha untuk mendapat yang ia mau.

Pengaruh Telepon terhadap Perilaku Manusia

Semakin berkembangnya zaman, multitasking menjadi marak di kalangan pengguna gadget. Para pengguna gadget merasa bisa melakukan beberapa tugas sekaligus dengan bantuan gadget, meski pada kenyataan perilaku ini dapat mengurangi efektivitas dan konsentrasi pengguna gadget. Seperti penggunaan pada waktu berkendara atau berjalan dapat membahayakan keselamatan.

Ketergantungan pada GPS juga membuat sebagian orang dapat kehilangan kemampuan orientasi alami. Terdapat pula dampak psikologis yang tidak bisa diabaikan. Membandingkan diri dengan orang lain lewat media sosial dapat menimbulkan perasaan tidak cukup atau kecemburuan.

Hal ini dapat mempengaruhi kepercayaan diri dan kesehatan mental seseorang. Satu lagi yang tidak kalah penting, gangguan tidur karena bermain gadget sebelum tidur juga menjadi masalah yang sangat sering ditemui. Cahaya biru pada layar ponsel bisa mengganggu kualitas tidur.

Dampak Postif

Telepon memiliki dampak positif yang signifikan dalam komunikasi, seperti:

  1. Komunikasi Cepat: Telepon memungkinkan pertukaran informasi secara langsung dan cepat antara dua pihak, menghemat waktu yang diperlukan untuk berkomunikasi.
  2. Keterlibatan Emosional: Suara manusia dapat menyampaikan nuansa emosional dan intonasi yang sulit diungkapkan melalui teks atau email, meningkatkan keterlibatan emosional dalam komunikasi.
  3. Koordinasi Efektif: Dalam situasi darurat atau untuk mengkoordinasikan tugas dengan cepat, telepon memungkinkan komunikasi yang lebih efektif daripada metode tertulis.
  4. Penyelesaian Masalah Langsung: Dengan berbicara langsung, pertanyaan atau masalah dapat diatasi secara cepat dan jelas, mengurangi potensi kebingungan atau salah paham.
  5. Interaksi Sosial: Telepon memungkinkan interaksi sosial jarak jauh, memungkinkan orang untuk tetap terhubung tanpa harus berada di tempat yang sama secara fisik.
  6. Efisiensi Bisnis: Dalam konteks bisnis, telepon memfasilitasi negosiasi, penutupan kesepakatan, dan pengambilan keputusan yang lebih cepat.

Dampak Negatif

Meskipun telepon memiliki banyak manfaat dalam memfasilitasi komunikasi, terutama dalam hal keterhubungan dan aksesibilitas, tetapi ada beberapa dampak negatif yang dapat timbul dalam penggunaannya. Berikut beberapa dampak negatif telepon pada komunikasi:

  1. Gangguan dalam Interaksi Langsung: Penggunaan telepon dapat mengganggu interaksi langsung antarindividu. Ketika seseorang terlalu sering menggunakan telepon di tengah-tengah percakapan atau pertemuan, hal ini dapat menciptakan jarak emosional dan merusak keintiman sosial.
  2. Ketergantungan Terhadap Teknologi: Penggunaan telepon yang berlebihan dapat menciptakan ketergantungan terhadap teknologi. Orang-orang mungkin menjadi kurang terampil dalam berkomunikasi secara langsung atau menghadapi situasi sosial karena lebih terbiasa berkomunikasi melalui layar.
  3. Gangguan Perhatian: Telepon sering kali menyebabkan gangguan perhatian. Pesan teks, notifikasi aplikasi, atau panggilan telepon dapat mengalihkan perhatian seseorang dari kegiatan atau pembicaraan penting, yang pada gilirannya dapat merugikan komunikasi.
  4. Ketidakamanan Privasi: Penggunaan telepon dapat mengancam privasi. Dalam era digital, risiko pelanggaran privasi meningkat melalui pemantauan, peretasan, atau penggunaan data pribadi tanpa izin.
  5. Ketidaksepakatan dalam Komunikasi: Terkadang, pesan yang dikirim melalui telepon dapat disalahpahami atau diartikan dengan cara yang tidak diinginkan karena kurangnya ekspresi nonverbal atau intonasi suara yang dapat memperjelas pesan.
  6. Isolasi Sosial: Meskipun telepon memungkinkan koneksi dengan orang-orang di jarak jauh, jika menggunakan secara berlebihan bisa membuat seseorang mengisolasi diri dari interaksi sosial di kehidupan nyata. Seseorang mungkin lebih suka berkomunikasi melalui telepon daripada berinteraksi secara langsung dengan orang di sekitar mereka.
  7. Gangguan Tidur: Notifikasi telepon yang terus-menerus dapat mengganggu pola tidur. Kebiasaan memeriksa telepon sebelum tidur atau merespons notifikasi tengah malam dapat mengganggu istirahat yang baik. Penting untuk diingat bahwa dampak negatif ini dapat bervariasi antarindividu dan tergantung pada sejauh mana seseorang menggunakan telepon dalam kehidupan sehari-hari mereka. Penggunaan yang bijak dan seimbang dapat membantu meminimalkan dampak negatif tersebut.

 

Demikian artikel mengenai sejarah dan perkembangan telepon ini kami buat. Kami selaku mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dari Kelompok 5 mata kuliah Perkembangan Teknologi Komunikasi kelas B mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak/Ibu dosen pembimbing khususnya kepada dosen pengampu kami pada mata kuliah ini Bapak Moh. Dey Prayogo, S.I.Kom., M.I.Kom yang telah membimbing dan memberikan kami materi dengan sangat baik dari awal semester hingga akhir semester ini.

#untagsurabaya #mahasiswailmukomunikasi

 

Penulis:

  1. Stefania Miranda Pote
  2. Joy Kezia Oktaria Tuwankotta
  3. Tiara Alidra Sampurna
  4. Lutfiah

Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI