Grobogan, MMI – Mahasiswa Universitas Diponegoro melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kebonagung, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan. (12/7/2025)
Salah satu program kerja yang dijalankan adalah budidaya tanaman kangkung dan bayam untuk mendukung ketahanan pangan keluarga, khususnya bagi ibu rumah tangga. Sebanyak 15 mahasiswa dari berbagai fakultas bekerja sama menjalankan program ini guna mendorong ibu rumah tangga bercocok tanam sayuran secara mandiri di rumah.
Program kerja kegiatan KKN dari mahasiswa Universitas Diponegoro ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan pangan sehat dan bergizi di tingkat keluarga, serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.
Budidaya tanaman kangkung dan bayam dipilih sebagai fokus program karena keduanya merupakan jenis tanaman hortikultura yang mudah dibudidayakan oleh siapa saja, termasuk ibu rumah tangga yang belum memiliki pengalaman bercocok tanam.
Kedua tanaman ini memiliki siklus panen yang relatif singkat, sekitar 20 hingga 45 Hari Setelah Tanam (HST), sehingga hasilnya bisa segera dirasakan dan dimanfaatkan untuk konsumsi harian keluarga.
Kegiatan bercocok tanam tanaman kangkung dan bayam ini diawali dengan tahap pemeliharaan benih yang menjadi langkah penting dalam memastikan keberhasilan budidaya.
Tahapan ini dimulai dengan perendaman benih menggunakan Pupuk Hayati Cair (PHC). PHC berperan sebagai stimulan alami yang mampu mempercepat proses perkecambahan, meningkatkan daya tumbuh benih, serta membantu menyeleksi benih yang berkualitas baik. “Sebelum disemai lebih baik direndam PHC dulu supaya cepat berkecambah”, ujar Pak Sri selaku salah satu petani di Desa Kebonagung.

Proses perendaman ini berlangsung selama dua hari penuh. Waktu tersebut dianggap cukup untuk merangsang benih agar lebih cepat berkecambah setelah ditanam. Selama proses ini, benih diletakkan dalam wadah berisi larutan PHC dengan perbandingan yang telah disesuaikan agar tidak terlalu pekat dan tetap aman bagi benih.
Setelah dua hari direndam, benih yang telah diseleksi dan dirangsang pertumbuhannya kemudian disemai di dalam polybag. Media tanam yang digunakan merupakan campuran antara tanah gembur dan pupuk organik alami berupa kotoran hewan yang telah dikomposkan.
Penggunaan kotoran hewan sebagai pupuk organik ini bertujuan untuk memberikan nutrisi yang cukup selama fase awal pertumbuhan tanaman, sekaligus menjaga kesuburan media tanam secara alami dan ramah lingkungan. Polybag dipilih sebagai wadah karena praktis dan mudah ditempatkan di pekarangan rumah. Selain itu, metode ini mempermudah pemantauan dan perawatan tanaman selama proses pertumbuhan.

Program ini tidak hanya menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam pembangunan desa, tetapi juga sebagai implementasi dari tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam hal pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN dari Universitas Diponegoro berharap dapat meninggalkan kegiatan yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kebonagung yakni semangat bercocok tanam dan kemandirian dalam mencukupi kebutuhan pangan keluarga.
Penulis: Farah Cahya Ratri
Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Universitas Diponegoro
Dosen Pengampu: Faradhina Azzahra, S.T., M.Sc.
Editor: I. Khairunnisa
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












