Yogyakarta, MMI – RW 06, Tegal Catak, Kelurahan Warungboto, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta menjadi lokasi pelaksanaan Program Kerja Pengolahan Sampah yang diinisiasi oleh Tim KKN Unit II.B.3. Program ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat agar mampu mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan, khususnya sampah organik rumah tangga.

Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam program ini, mulai dari pengelolaan bank sampah, pengolahan limbah rumah tangga bersama Komunitas Great and Green, penyediaan tempat sampah, pembuatan flyer edukatif bagi penghuni kos, pembuatan komposter sederhana berupa galon tumpuk, hingga sosialisasi terkait tata cara penggunaannya.
Permasalahan utama yang ditemukan di RW 06 adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memulai pengolahan sampah organik secara mandiri. Menyikapi hal tersebut, Tim KKN UAD Unit II.B.3 merancang tiga fase kegiatan, yaitu pengumpulan data, penyediaan fasilitas, dan edukasi.
Pengumpulan data dilakukan untuk mengetahui jumlah warga yang belum melakukan pengolahan sampah mandiri sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi masyarakat.
Pada tahap penyediaan fasilitas, tim membuat komposter sederhana berupa galon tumpuk sebagai inovasi pengolahan sampah organik yang praktis dan mudah diterapkan. Komposter ini dirancang untuk menjawab kebutuhan warga yang memiliki keterbatasan lahan dan waktu.
Selain itu, tempat sampah juga disediakan di setiap RT sebagai upaya pemusatan pembuangan botol plastik guna mendukung pemilahan sampah anorganik di tingkat lingkungan.
Baca juga: Inovasi KKN UAD: Pasang Tempat Sampah Botol guna Perkuat Bank Sampah Tukangan, Yogyakarta
Untuk memperkuat kapasitas dan pengetahuan, Tim KKN Unit II.B.3 turut aktif mengikuti kegiatan mingguan Komunitas Great and Green. Pengetahuan yang diperoleh kemudian disampaikan kembali kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi.

Edukasi dilakukan melalui media poster, brosur, serta sosialisasi langsung yang melibatkan partisipasi aktif warga. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman bahwa pengolahan sampah organik dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, tidak rumit, dan memiliki manfaat nyata bagi lingkungan.
Ketua Tim KKN UAD Unit II.B.3 menyampaikan, “Kami ingin menunjukkan bahwa pengolahan sampah organik bisa dimulai dari rumah dengan cara yang sederhana. Galon tumpuk ini diharapkan menjadi langkah awal agar warga terbiasa mengelola sampahnya sendiri.”
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan masyarakat RW 06, Tegal Catak dapat mulai membiasakan pengolahan sampah organik dari rumah secara mandiri serta menjaga keberlanjutan pengelolaan sampah di lingkungan tempat tinggal.

Penulis: Vanda Tazkia Nafsi (2200030213)
Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Ahmad Dahlan
Dosen Pengampu: Dr. Muhammad Hafiz Kurniawan, S.S., M.A.
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












