Upaya Peningkatan Kualitas Literasi Siswa-Siswi SDN 1 Gegerung melalui Kegiatan Mengulas Buku Cerita oleh KKN Unram

Lombok Barat, MMI – Tingkat literasi pada masyarakat Indonesia telah sampai ke titik yang memprihatinkan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menilai kondisi literasi di Indonesia masih memprihatinkan.

Ia menyebut sekitar 75 persen siswa berusia 15 tahun memang bisa membaca, namun tidak memahami isi bacaan.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

“Kemampuan membaca mereka berada di bawah standar PISA level 2, yang berarti mereka kesulitan menangkap ide pokok dari teks yang panjang,” ujar Mu’ti dalam sambutannya pada Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah 2025 di PPSDM Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Selasa, 29 April 2025.

Menurut data UNESCO, tingkat minat baca masyarakat Indonesia tergolong sangat rendah, yakni hanya 0,001 persen. Dengan kata lain, dari setiap 1.000 orang, hanya satu orang yang memiliki kebiasaan membaca secara rutin.

Baca juga: Membaca Pendidikan di Sekolah Dasar untuk Membentuk Generasi Cerdas dan Berkarakter

Kegiatan mengulas cerita dapat membantu menumbuhkan tingkat literasi anak, karena melibatkan mereka dalam membaca, menganalisis konten dari buku, dan menyampaikan kesimpulan dari buku secara lisan di depan kelas.

Penyampaian kesimpulan dari buku tidak hanya mengharuskan anak untuk memiliki kemampuan membaca semata, namun juga memerlukan kemampuan analisis, pemahaman secara general tentang konten buku, lalu memiliki mental dan kemampuan untuk mengkomunikasikannya ke audiens.

Kemampuan yang diperlukan anak untuk mengulas cerita sangat berhubungan dengan tujuan dari KKN Universitas Mataram, Desa Gegerung ini, yaitu meningkatkan literasi anak di desa yang minat bacanya bisa terbilang cukup rendah.

Penyebab rendahnya tingkat literasi pada anak dapat disebabkan oleh lingkungan yang mayoritas masyarakatnya belum gemar membaca buku, sehingga tidak ada yang mendorong/memotivasi anak untuk mulai membaca.

Faktor lain yang dapat memicu rendahnya tingkat literasi ini terdapat pada semakin mudahnya akses terhadap internet dan smartphone oleh anak, sehingga minat anak untuk membaca buku menjadi teralihkan ke gadget tersebut.

Baca juga: Peran Orang Tua dalam Membantu Mengembangkan Kreatifitas Anak dalam Membaca Buku di Rumah

Kemudahan akses informasi dan teknologi menjadi pedang bermata dua bagi peningkatan literasi di masyarakat Indonesia, terutama desa Gegerung ini. Oleh karena itu, Perpustakaan Nasional bersama KKN UNRAM berkolaborasi dalam usaha membangun lingkungan yang mampu membangun kemampuan analisis dan pemahaman anak terhadap informasi yang diterimanya, dan menggunakan informasi tersebut untuk memecahkan permasalahan yang ada di sekitar mereka.

KKN UNRAM mengadakan kegiatan mengulas buku cerita pada anak kelas 5 di SDN 1 Gegerung, dengan bentuk kegiatannya berupa pemberian buku bacaan pada mereka, lalu mereka menganalisis isi bacaannya, menyimpulkan dan menyampaikannya di depan kelas sesuai dengan kemampuan dan gaya bahasanya sendiri.

Kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis anak, kemampuan komunikasi publik, dan mental mereka untuk berani berbicara di depan orang banyak.

Kegiatan ini memiliki output yang cukup memuaskan, dimana banyak siswa/siswi yang mampu untuk menganalisis isi buku, dan menyampaikan kesimpulannya ke audiensnya dengan cukup fasih, walaupun ada beberapa yang masih belum mampu menyampaikan kesimpulan bukunya dengan baik.

Baca juga: Membaca Nyaring sebagai Metode Menumbuhkan Minat Baca pada Peserta Didik di SDN Sirisirisi Dolok Sanggul

Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi mereka untuk meningkatkan lagi motivasi membaca, kemampuan menganalisis, dan public speaking mereka agar menjadi lebih baik lagi di masa depan.

Penulis: Muhammad Royyun Hasan
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mataram

Editor: Anita Said
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

 

 

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses