Hulu Selangor, MMI – Sebanyak 20 mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) berpartisipasi dalam Giat Internasional 2025 di Malaysia.
Kegiatan yang berlangsung di Kampung Gumut, Kalumpang, Hulu Selangor, ini menjadi ruang kolaborasi antarbangsa, mempertemukan mahasiswa Indonesia dengan masyarakat lokal Malaysia dalam berbagai program pengabdian.
Salah satu proyek utama yang menarik perhatian adalah pembuatan video promosi pariwisata Kalumpang. Proyek ini digarap oleh dua mahasiswa UNNES, Muhammad Rajendra Widyadhana dan Rian Aryandani, bersama dukungan penuh Penghulu Kalumpang, Mohammad Ezham bin Mohammad Azmi.
Inisiatif ini lahir dari kebutuhan untuk memperkenalkan potensi wisata Kalumpang secara lebih luas, tidak hanya bagi wisatawan domestik Malaysia, tetapi juga untuk menarik perhatian wisatawan mancanegara.
Video tersebut menyoroti berbagai destinasi unggulan di Kalumpang. Mulai dari Beacon Resort, yang dikenal sebagai tempat wisata keluarga dengan suasana alami, hingga Pasir Putih Resort, yang menawarkan pemandangan menenangkan dan udara segar khas pedesaan.
Selain itu, destinasi seperti Pejabat Pertanian Agro Park memberikan pengalaman wisata edukatif tentang pertanian dan lingkungan, sementara Pasar Malam Kalumpang menghadirkan nuansa budaya lokal dengan ragam kuliner serta interaksi masyarakat yang hangat.
Menurut penghulu setempat, inisiatif mahasiswa ini bukan sekadar karya dokumentasi, melainkan bentuk nyata kontribusi generasi muda dalam mendukung pembangunan desa.
“Kerja sama ini sangat berarti bagi masyarakat Kalumpang. Melalui video promosi ini, kami berharap wisatawan semakin mengenal potensi alam dan budaya yang ada di sini. Kalumpang memiliki banyak hal yang bisa ditawarkan, mulai dari keindahan alam, kuliner, hingga keramahan penduduknya,” ujar Penghulu Mohammad Ezham bin Mohammad Azmi.
Program Giat Internasional 2025 sendiri tidak hanya berfokus pada pariwisata. Selama 26 hari, mahasiswa UNNES juga terlibat dalam berbagai aktivitas, seperti pendidikan, seni budaya, hingga pemberdayaan masyarakat.
Namun, proyek promosi wisata Kalumpang menjadi salah satu momen penting karena berhubungan langsung dengan keberlanjutan ekonomi masyarakat. Promosi pariwisata dianggap sebagai jalan strategis untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa, sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah arus globalisasi.
Baca Juga: Keren! Ciptakan Cara Atasi Perilaku Konsumtif Tim Mahasiswa UNNES Lolos Pendanaan PKM 2024
Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam proyek ini menjadi pengalaman berharga. Mereka tidak hanya belajar bagaimana merancang dan memproduksi konten kreatif, tetapi juga menyelami kehidupan masyarakat Kalumpang secara langsung.
Interaksi dengan penduduk, menyerap cerita lokal, hingga memahami kebutuhan promosi wisata menjadi bekal penting bagi pengembangan keterampilan profesional maupun pribadi.
Kalumpang sendiri dikenal sebagai kawasan yang asri, hijau, dan kaya akan keindahan alam. Sungai-sungai yang jernih, udara sejuk, serta bentang alam yang masih terjaga menjadikannya destinasi ideal bagi wisatawan yang mencari ketenangan.
Selain itu, keramahan masyarakat dan kearifan lokal semakin memperkuat daya tarik kawasan ini. Melalui video promosi yang dibuat, semua potensi itu coba dirangkum agar bisa menjangkau audiens lebih luas, terutama melalui media digital.
Dengan adanya kolaborasi antara mahasiswa UNNES dan masyarakat Kalumpang, diharapkan pariwisata desa ini semakin berkembang. Video promosi yang dihasilkan bukan hanya menjadi dokumentasi, melainkan juga alat strategis untuk menarik wisatawan.
Proyek ini juga menjadi bukti bahwa kerja sama internasional dapat menghadirkan dampak positif, baik bagi mahasiswa yang mendapatkan pengalaman lintas budaya, maupun bagi masyarakat lokal yang mendapatkan dukungan nyata dalam mengembangkan potensi daerah.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen UNNES dalam mendorong mahasiswanya berkontribusi di kancah global, tidak hanya membawa ilmu dari kampus, tetapi juga menghadirkan solusi nyata di lapangan.
Melalui Giat Internasional 2025, jejak kerja sama antara Indonesia dan Malaysia kembali dipertegas, dengan pariwisata sebagai salah satu pintu masuk utama.
Dengan semangat kolaborasi, Kalumpang kini melangkah lebih percaya diri menyongsong masa depan pariwisata yang berdaya saing.
Penulis:
1. Rian Aryandani
2. Muhammad Rajendra Widyadhana
Mahasiswa Teknologi Pendidikan dan Sastra Inggris Universitas Negeri Semarang
Aktif juga di UNNES GIAT INTERNASIONAL 2
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













