Cara Seru Mahasiswa Unpam Ajarkan Anak Panti Mandiri Finansial

literasi keuangan kepada anak
Belajar sambil Bermain dengan Kartu Situasi dan Menjelaskan tentang Mandiri Finansial (Foto: Dok. Penulis)

Pamulang, MMI – Masalah keuangan sering kali menjadi tantangan besar saat anak-anak beranjak dewasa, terutama bagi mereka yang tumbuh di lingkungan panti asuhan.

Menyadari pentingnya fondasi finansial sejak dini, kelompok mahasiswa Program Studi Sarjana Akuntansi Universitas Pamulang (Unpam) menggelar aksi nyata lewat kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Bukan dengan ceramah teori yang membosankan, tim PKM Unpam yang diketuai oleh Ani bersama anggota kelompoknya—Chrystin Zendrato, Riyan Anggara, dan Trifian Nur Haidar—membawa metode edukasi yang interaktif dan menyenangkan bagi anak-anak panti asuhan di kawasan Pamulang, Kota Tangerang Selatan.

Di bawah bimbingan dosen Renanda Septanta, S.E., M.Ak., aksi edukasi ini dikemas lewat permainan peran, diskusi interaktif, serta simulasi langsung yang membuat anak-anak antusias sepanjang acara.

Lantas, apa saja konsep keuangan sederhana yang diajarkan dan bisa kita terapkan juga pada anak-anak di rumah? Yuk, intip 3 poin utamanya!

1. Memahami Konsep Dasar: “Kebutuhan vs Keinginan”

Banyak anak, termasuk orang dewasa, sering tidak dapat membedakan antara apa yang mereka perlukan dan apa yang mereka inginkan.

Dalam kegiatan ini, anak-anak panti berpartisipasi dalam permainan tebak gambar.

Mereka harus menentukan apakah barang seperti buku sekolah, paket internet untuk belajar, permainan, atau makanan ringan seperti boba termasuk dalam kategori yang mendesak atau bisa ditunda.

Dengan metode visual ini, anak-anak belajar cara mengatur prioritas dalam pengeluaran.

2. Menabung Sejak Awal, Bukan Setelah Berbelanja

Salah satu kesalahan yang biasa terjadi dalam pengelolaan keuangan adalah hanya menabung ketika ada sisa uang di akhir hari.

Tim PKM Unpam mengoreksi cara pandang ini.

Anak-anak diajari untuk menyisihkan sejumlah uang untuk tabungan sejak mereka menerima uang saku.

Prinsip “menyisihkan, bukan menyisakan” ini ditekankan agar menabung menjadi suatu kebiasaan yang rutin dan bukan hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu.

3. Membangun “Celengan Target” yang Menarik

Untuk mendorong motivasi anak-anak, proses menabung perlu memiliki tujuan yang jelas.

Dalam aktivitas ini, mereka diajak membuat target jangka pendek, seperti membeli sepatu baru atau buku cerita.

Mereka juga diajari cara menghitung jumlah yang harus ditabung setiap hari di celengan khusus agar bisa mencapai tujuan tersebut dalam beberapa bulan ke depan.

Metode ini terbukti sangat efektif dalam membangkitkan semangat kompetisi yang sehat di antara mereka untuk lebih disiplin dalam menabung.

“Kami berharap edukasi yang sederhana dan aplikatif ini bisa melekat di ingatan anak-anak hingga mereka dewasa nanti, sehingga mereka mampu membangun kemandirian finansial yang kokoh,” ujar Ani selaku Ketua Pelaksana PKM.

Kegiatan yang ditutup dengan pembagian celengan target dan sesi foto bersama ini membuktikan bahwa belajar akuntansi dan keuangan tidak selalu harus kaku di dalam ruang kelas perkuliahan, melainkan bisa dibawa ke tengah masyarakat dengan cara yang berdampak langsung dan penuh keceriaan.


Penulis:
1. Ani (2310112017462)
2. Riyan Anggara (2310112019403)
3. Trifian Nur Haidar (2310112001644)
4. Chrystin Zendrato (231011201734)
Mahasiswa Prodi Akuntansi, Universitas Pamulang


Dosen Pengampu: Renanda Septanta, S.E., M.Ak.


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses