Kabupaten Lumajang, MMI — Pada era digital saat ini, game daring menjadi salah satu bentuk hiburan yang digemari oleh anak-anak. Namun, tingginya intensitas bermain tanpa pengaturan waktu yang tepat dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti berkurangnya waktu belajar, penurunan prestasi akademik, gangguan emosi, serta menurunnya interaksi sosial.
Kurangnya pemahaman akan risiko tersebut menyebabkan sebagian siswa kesulitan membedakan antara penggunaan teknologi yang bermanfaat dan yang merugikan.
Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa Universitas Brawijaya yang tergabung dalam Program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Kelompok 75 Tahun 2025, di bawah arahan Ibu Dr. Jaisy Aghniarahim Putritamara, S.Pt., M.P., melaksanakan kegiatan pembelajaran literasi digital di SDN 02 Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Achmad Murthado Al Farid sebagai bentuk kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya mengatur waktu bermain game daring secara bijak.
Program ini mengusung tema “Literasi Digital untuk Mengurangi Dampak Buruk Game Online” serta bertujuan memberikan pemahaman mengenai manfaat dan risiko bermain game daring, sekaligus memberikan strategi untuk mencegah kecanduan.
Menurut Achmad Murthado Al Farid, teknologi dapat memberikan manfaat besar apabila digunakan secara tepat. Beliau menegaskan bahwa bermain game dapat menjadi sarana hiburan, namun harus diimbangi dengan kegiatan belajar, beribadah, dan aktivitas positif lainnya agar tidak memberikan dampak buruk bagi diri sendiri.
Materi yang disampaikan meliputi pengertian game daring dan contoh permainan yang digemari siswa. Peserta juga diberikan penjelasan mengenai manfaat yang dapat diperoleh, seperti meningkatkan konsentrasi, melatih kesabaran, dan mengasah kemampuan berpikir cepat.
Baca Juga: Muda, Berkarya, Berdampak: Jejak Inovasi Kelompok 61 MMD UB 2025 di Ledoktempuro
Selain itu, siswa diberikan pemahaman tentang dampak negatif yang mungkin timbul, antara lain berkurangnya waktu belajar, penurunan prestasi akademik, dan terganggunya pengendalian emosi apabila bermain secara berlebihan.
Sebagai langkah pencegahan, peserta diajak membiasakan perilaku positif, seperti membatasi durasi bermain maksimal satu jam per hari, menyelesaikan pekerjaan sekolah sebelum bermain, serta memilih kegiatan alternatif yang bermanfaat seperti membaca buku, berolahraga, atau membantu orang tua.
Pada akhir sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan permainan “Tebak 10 Kata” yang seluruhnya bertemakan literasi. Dalam permainan ini, siswa diminta menebak kata-kata yang berkaitan dengan dunia membaca dan pengetahuan.
Kegiatan tersebut berlangsung dengan suasana yang menyenangkan, sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman siswa akan pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Melalui pembelajaran ini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas digital, berkarakter positif, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.
Penulis: Achmad Murthado Al Farid
Mahasiswa Agribisnis Universitas Brawijaya
Kelompok 75 Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya
Dosen Pengampu: Dr. Jaisy Aghniarahim Putritamara, S.Pt., M.P.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













