eSport, Dikembangkan?

Tahukah kalian jika kedua anak presiden yaitu Gibran dan Kaesang adalah penggemar eSport? Bahkan Kaesang sendiri adalah seorang pemain eSport yang sudah masuk ajang professional. Jon-Pan, salah satu instruktur eSport mengatakan bahwa minat remaja pada olahraga mengalami penurunan dikarenakan perkembangan komputer dan gawai yang sangat pesat. Turunnya minat pada remaja membuat para pakar olahraga mencari pengganti hiburan bertema olahraga yang dapat diakses lewat teknologi yang ada di sekitar.

eSport menjadi opsi yang dianggap sangat cocok bagi generasi masa kini untuk mendefinisikan arti olahraga itu seperti apa. eSports sendiri adalah kependeken dari electronic sports yang memiliki arti olahraga yang menggunakan game sebagai bidang kompetitif utama yang dimainkan oleh orang yang professional. Selain itu, istilah eSport juga menggambarkan permainan video game yang bersifat kompetitif. Lalu, apakah eSports layak untuk terus dikembangkan?

Apakah kalian pernah melihat berita turnamen eSport melalui tayangan di beranda instagram atau facebook kalian? Atau pernahkan kalian menjumpai segerombolan orang pergi ke mall untuk menonton eSport? Ternyata tanpa kita sadari popularitas eSport pada masa kini tidak bisa dianggap remeh, popularitas eSport sangat tinggi. Banyak penonton yang menyaksikan turnamen baik secara live maupun streaming lewat internet. Fakta yang sangat menarik dari eSport adalah penghasilan yang diterima oleh mereka juga tidak kalah tinggi dari pekerja kantoran. Sekali menang dalam sebuah turnamen, para atlet eSport bisa pulang membawa uang ratusan juta bahkan bisa lebih. Sangat menggiurkan ya? Selain menjadi atlet, ternyata eSport membuka lowongan pekerjaan bagi banyak pihak. Bagi kalian yang tertarik dengan apapun yang berbau eSport bisa nih mencoba.

Selain pro-player, team manager adalah komponen yang sangat vital perannya untuk meraih kesuksesan dari timnya sendiri. Team manager dituntut untuk selalu disiplin, cakap dalam berkomunikasi, dan memiliki kemampuan yang mumpuni dalam manajemen. E-sport coach atau pelatih eSport juga menjadi komponen pendukung yang juga penting. Pelatih eSport harus memiliki pengetahuan dan taktikal tinggi dalam permainannya. Selanjutnya adalah Shoutcaster atau yang sering disebut sebagai komentator. Komentator adalah aspek yang penting di dalam suatu pertandingan karena mereka harus mumpuni untuk mengangkat hype serta emosi penonton sehingga pertandingan semakin seru dan menegangkan. Selain itu lowongan kerja yang disuguhkan oleh perkembangan eSport adalah event team, broadcast team, graphic dan video designer, dan influencer.

Banyak orang yang berfikir orang yang main game itu tidak sehat, mereka hanya tiduran di kasur, mereka lupa makan gara-gara keasikan main game, mereka nggak sehat karena jarang gerak, dan masih banyak lagi. Bagi kalian yang berfikir jika pola hidup gamer adalah pola hidup yang tidak sehat, kalian salah besar. Tanpa kalian ketahui dengan adanya eSport, para atlet dituntut untuk tetap disiplin dan menjaga kesehatan fisik layaknya atlet olahraga. Tiap atlet eSport dituntut untuk terus dalam kondisi prima lewat jadwal rutin harian mulai dari olahraga fisik guna untuk membuat mereka tetap fokus ketika bertanding, latihan bermain video game, makan, dan lain sebagainya.

Latihan fisik bagi atlet eSports dapat dilakukan dengan latihan kardiovaskular seperti joging, berenang, atau HIIT (High Intensity Interval Training). Latihan kardiovaskular sangatlah penting bagi para gamer. Selain melindungi system kekebalan tubuh, latihan ini juga dapat menyehatkan jantung dan paru-paru, memperbaiki suasana hati, menyehatkan saluran cerna, memperbaiki kolesterol, memperbaiki kadar gula darah, dan juga dapat mengurangi gejala depresi. Tenyata badan para gamer didalam tim eSport harus dijaga agar mereka tetap fokus ketika bermain, suasana hati selalu bagus, dan yang terpenting agar mereka bisa selalu berpikir tentang ide-ide cemerlang guna membentuk strategi yang bagus untuk mengalahkan lawannya.

Selain itu, eSport juga bisa membantu anak untuk bebas mengekspresikan diri mereka sendiri. Seperti yang kita ketahui ketertarikan minat disetiap anak berbeda-beda. Beberapa anak mungkin tertarik dengan dunia permusikan, ada anak yang tertarik di dunia seni rupa, tertarik di dunia akademik, dan tertarik di dengan dunia yang lainnya. Penelitian yang dilakukan oleh Rumah Sakit CS Mott Children milik University of Michigan mengungkapkan bahwa 86 persen anak-anak banyak menghabiskan waktu bermain video game.

Dari 86 persen tersebut terdiri dari anak laki-laki maupun anak perempuan. Hal ini menunjukan bahwa begitu banyak anak-anak yang tertarik dengan video game.E-sports adalah dunia untuk anak-anak yang memiliki ketertarikan dengan dunia video games untuk aktif mengekspresikan diri mereka dengan bebas. E-Sports juga dapat membantu mereka untuk membangun kerja sama tim, membangun strategi yang baik, dan memberikan hiburan bagi mereka.

Ternyata selain membantu anak untuk bebas mengekspresikan diri, ternyata eSport juga bisa membuka kesempatan bagi kaum disabilitas untuk berkembang. Tahukah kalian jika kaum disabilitas lebih susah untuk mecari pekerjaan dibandingkan orang-orang normal pada umumnya? Dilansir dari data Bappenas atau Badan Perencanan Pembangunan Nasional ternyata hanya 25 persen orang-orang Indonesia yang menyandang disabilitas bisa bekerja baik di sektor formal dan informal. Hal ini menarik hati Shena Septiani dan kawan-kawan dari komunitas PUBGM Tuli Indonesia untuk membentuk Komunitas Esport Ability Indonesia.

Sekarang Komunitas Esport Ability Indonesia sudah menaungi dua komunitas game yaitu PUBGM Tuli Indonesia dan MLBB Tuli Indonesia. Komunitas ini dibentuk karena kesadaran diri mereka bahwa para pemain video games yang menyandang disabilitas memiliki kesamaan dengan pemain video games lainnya. Tidak ada perbedaan dengan Esport lainnya, Komunitas Esport Ability Indonesia juga sering membawa atlet mereka untuk bersaing dengan atlet dari tim eSport lainnya. Prestasi yang berhasil mereka raih juga sangat membanggakan. Mereka telah berhasil masuk lima besar di turnamen offline Mall Lagoon Avenue Bekasi dan juara dua turnamen offline mode solo match. Dengan adanya eSport mereka akan merasakan tidak terdiskriminatif, mereka juga tidak akan merasa terbatasi untuk berkembang sesuai dengan minat mereka.

Sekarang kalian tahu ternyata eSport memiliki banyak manfaat. Selain popularitas eSports yang sangat tinggi dikalangan remaja sehingga bisa membuka banyak lowongan pekerjaan, eSports juga bisa mendidik para gamer untuk tetap melakukan pola hidup yang sehat. E-sports juga bisa dijadikan sebagai wadah untuk anak-anak dan kaum disabilitas untuk bebas mengekspresikan diri tanpa adanya hambatan. Setelah mengetahui manfaat eSport, kita juga tidak boleh memandang sebelah mata gamer. Kita harus membuang pemikiran-pemikiran kita tentang atlet eSport yang buruk. Ternyata eSport sangat layak untuk terus dikembangkan dan menjadi salah satu cabang yang ditonjolkan dalam olahraga yang tentunya dapat menarik banyak minat para remaja.

Fhadil Afdhani Rani
Mahasiswa Sampoerna University

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI