Kelompok KKN 239 UNS Ajak Ibu-Ibu PKK Desa Kiyonten Olah Bonggol Jagung Jadi Vas Bunga

kerajinan dari limbah jagung
Sumber: Dokumentasi Penulis

Ngawi, MMI – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret, periode Juli-Agustus 2025, menghadirkan kegiatan “Jagung Berkarya: Daur Ulang Bonggol, Ciptakan Kreativitas Bernilai” di Balai Desa Kiyonten, Kecamatan Kasreman, Kabupaten Ngawi. (22/7/2025)

Avita Nuraini Wibowo, mahasiswa Program Studi Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, UNS selaku penanggung jawab menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mengedukasi masyarakat, khususnya Ibu-ibu PKK, tentang pemanfaatan limbah pertanian bonggol jagung menjadi kerajinan vas bunga bernilai seni dan ekonomi. Dengan menggunakan konsep zero waste, masyarakat diajak untuk mengubah limbah yang biasanya dibuang atau dibakar menjadi produk yang bermanfaat.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Acara yang diikuti oleh 40 peserta ini terdiri dari dua sesi utama. Sesi pertama berupa pemaparan materi mengenai konsep zero waste dan langkah-langkah pembuatan kerajinan vas dari bonggol jagung.

Sesi kedua adalah demonstrasi dan praktik langsung, yang mana peserta dibagi menjadi lima kelompok, masing-masing didampingi seorang mahasiswa KKN kelompok 239 UNS. Setiap kelompok akan membuat satu buah vas bunga.

kerajinan dari limbah jagung

Dokumentasi dengan ibu-ibu PKK dan hasil kerajinan vas bunga dari bonggol jagung

kerajinan dari limbah jagung

Hasil karya kerajinan vas bunga dari bonggol jagung

 Baca Juga: KKN UNS 2024 Kelompok 222 Gelar Pelatihan Pembuatan Totebag dengan Pewarna Alami di Desa Puron, Sukoharjo

Menurut keterangan panitia, antusiasme peserta sangat tinggi. Banyak ibu-ibu yang aktif bertanya dan menyatakan ketertarikan untuk membuat kerajinan serupa secara mandiri di rumah.

Hasil kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan dan kreativitas, tetapi juga mengubah pandangan warga terhadap limbah pertanian, khususnya bonggol jagung yang kini dilihat sebagai peluang usaha kreatif.

Kegiatan ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), utamanya poin Responsible Consumption and Production yang menekankan pentingnya pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk memanfaatkan kembali limbah pertanian, mengurangi sampah, serta mengubah bahan yang ada menjadi produk bernilai ekonomi.

Pendekatan ini menggabungkan upaya pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi sehingga mendukung keberlanjutan desa. Dengan adanya kegiatan ini, Desa Kiyonten diharapkan mampu menjadi contoh dalam pemanfaatan limbah pertanian secara inovatif dan berkelanjutan.

 

Penulis: Kelompok KKN 239 UNS
Mahasiswa Universitas Sebelas Maret

Editor: I. Khairunnisa
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses