Kisah Inspiratif Ajim sang Pujangga Pejuang Literasi

Kisah Inspiratif
Gambar Tokoh Inspiratif (Sumber: Gambar dari Penulis)

Proses awal mula Ajim Robuna (21) mendirikan “Mari baca” perpustakaan berjalan di Cianjur.

Pada awal covid-19, Ajim sebagai mahasiswa semester 2 jurusan bahasa dan sastra indonesia fakultas keguruan dan ilmu pendidikan Universitas Suryakancana (Unsur) Cianjur, ia mendirikan perpustakaan berjalan yang ia berinama “mari baca” sampai saat ini.

“Awal mula berdirinya “mari baca” itu setelah covid-19 pada saat itu saya sedang berkunjung kerumah teman saya dan berbincang mengenai minat baca anak-anak di kampung teman saya itu, anak-anak lebih suka bermain hp dibandingan membaca buku, nah dari situ muncul rasa iba dan sedih yang saya rasakan melihat anak-anak lebih senang bermain hp ketimbang membaca buku, lalu muncul lah “mari baca” ini,” ujarnya, Rabu (3/5/23).

Bacaan Lainnya
DONASI

Namun demikian, Ajim juga sangat peduli dengan lingkungan disekitarnya melihat anak-anak zaman sekarang lebih condong ke main Hp atau gadget dibandingkan dengan membaca buku.

Mari baca itu sendiri yang dibuka setiap hari minggu di jam 07.00 sampai jam 10.00 pagi di tempat tinggalnya ia sendiri yaitu di kampung sukarasana Rt.03/Rw.01 desa karang tengah, kabupaten cianjur.

Ajim juga mengungkapkan, bahwa di mari baca ini banyak sekali kegiatan yang bisa diikuti oleh teman-teman yang ingin bergabung selain mengajar.

“mari baca itu banyak kegiatannya yang bisa diikuti oleh teman-teman yang ingin bergabung, selain mengajar juga, mari baca sering mengadakan bedah buku ataupun berbagai sharing pengalaman hidup yang menguatkan di mari baca itu sendiri,” ungkap pria kelahiran 2001.

Ajim Robuna selain berkuliah dan menjalankan mari baca ia pun merintis wirausaha yang bernama “budimam” di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa semester 8 sebagai ketua umum ukm warung apresiasi sastra (waras) FKIP UNSUR.

Ia juga memiliki hobi di bidang sastra yaitu menulis dan membaca puisi ia pun berharap hobinya dalam menulis puisi bisa menjadi wirausaha yang menjanjikan dan tentunya mencakup pekerjaan kesenian dan sastra.

Adapun salah satu karyanya yang dibacakan oleh temannya dan mendapatkan juara ke 1 dan ajim juga mendapatkan juara 3 dalam lomba baca puisi sekabupaten cianjur yang diselenggarakan oleh partai nasdem yang memperingati hari ibu.

“dulu waktu SMA pernah bikin puisi dan dibacakan oleh teman saya yang mendapatkan juara 1 dan mendapatkan juara 3 baca puisi sekabupaten cianjur diselenggarakan oleh partai nasdem saat memperingati hari ibu,” terangnya.

Ajim sendiri memiliki motto hidup yang selalu memotivasi dirinya untuk terus semangat dalam berkarya dan produktif di semua bidang yang ia jalani.

“motto hidup saya yaitu harus berani mencoba,” ujarnya.

Ajim berharap, untuk anak-anak milenial sekarang tidak bergantung pada gadget atau hp semoga lebih senang lagi maen dan sering pegang-pegang buku.

“ya, saya berharap adanya mari baca ini anak-anak milenial sekarang tidak bergantung pada gadget atau hp tapi lebih sering maen dan pegang-pegang buku,” tutupnya.

Penulis: Rika Rahmawati
Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Univeristas Suryakancana

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Kirim Artikel

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI