Langkah Awal Menumbuhkan Kepercayaan Diri Santri, KKN Hadirkan Pendekatan Psikologis Partisipatif di Ponpes Subulussalam Palembang

kepercayaan diri santri
Langkah Awal Menumbuhkan Kepercayaan Diri Santri, KKN Hadirkan Pendekatan Psikologis Partisipatif di Ponpes Subulussalam Palembang. Sumber: Penulis.

Palembang, MMI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi dari Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang melaksanakan program bertema “Penguatan Kepercayaan Diri Santri melalui Pendekatan Psikologis Partisipatif” di Pondok Pesantren Subulussalam Palembang.

Kegiatan ini dimulai sejak 19 Januari 2026 dan digerakkan oleh tim beranggotakan Salsabila Anugrah Febrianty (penulis utama), Muhammad Musthofa Wafaa, M. Ilham Kurnia, Lesma Sry Meysi, dan Hanifa Eka Putri, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Amirah Andika Rifdayanti, S.E., M.Si.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Program ini menyasar santri yang tinggal di Pondok Pesantren Subulussalam Palembang sekaligus mengikuti pendidikan formal di SMP/SMA ICS Subulussalam Palembang. Tim KKN Rekognisi Kelompok 122 melihat bahwa di balik kedisiplinan santri, masih terdapat potensi besar yang perlu terus dibangkitkan, salah satunya adalah rasa percaya diri.

Karena itu, rangkaian kegiatan dirancang sebagai langkah awal yang sistematis untuk menumbuhkan kepercayaan diri santri, agar mereka berani mengenali, mengekspresikan, serta mengembangkan potensi diri secara positif.

Kegiatan diawali dengan seminar kecil pengenalan psikologi dasar dan materi kepercayaan diri. Santri diperkenalkan bahwa memahami diri sendiri merupakan kunci awal untuk berani melangkah.

Selanjutnya, mereka ditantang memperkenalkan diri secara kreatif di depan teman-teman sebagai pijakan awal mengikis rasa malu dan menumbuhkan keberanian tampil.

Rangkaian kegiatan berikutnya semakin memperkuat proses tersebut. Melalui kotak emosi, santri belajar mengenali serta mengekspresikan perasaan. Kegiatan menonton film edukatif dan menyampaikan kesimpulan di depan umum melatih kemampuan berbicara sekaligus keberanian menyuarakan pendapat.

Baca Juga: Asah Keterampilan: Tim KKN Tematik Universitas Diponegoro Menggelar Kelas Kecantikan untuk Membangkitkan Kreativitas dan Kepercayaan Diri Santri Putri Darul Ilmi

Senam ekspresi diri yang rutin dilaksanakan setiap Rabu dan Sabtu menjadi ruang bebas bagi santri mengekspresikan diri melalui gerak, melepas kekakuan, dan membangun rasa nyaman terhadap diri sendiri. Tidak hanya itu, santri juga diminta menceritakan cita-cita serta langkah menggapainya.

Kegiatan duduk berhadap-hadapan, di mana santri saling menyampaikan kelebihan temannya, menghadirkan suasana saling menghargai yang memperkuat rasa berharga dalam diri. Berbagai games kelompok seperti tebak gambar dan tebak gerakan turut menanamkan keberanian, kerja sama, serta rasa mampu dalam kelompok sosial.

Sebagai bentuk pendekatan yang dekat dengan karakter generasi muda, tim KKN juga menghadirkan ruang ekspresi Gen Z, tempat santri berbagi cerita, keluh kesah, dan perasaan tanpa takut dihakimi.

Rangkaian kegiatan lainnya yaitu dengan pembuatan kartu harapan, di mana santri menuliskan impian masa depan sebagai simbol keyakinan terhadap potensi diri.

Antusiasme santri terlihat nyata. Mereka yang awalnya ragu tampil mulai berani maju ke depan dalam beberapa minggu ini. Mereka yang awalnya pendiam mulai terbuka untuk menyampaikan pendapat mereka.

Perubahan ini juga dirasakan oleh pihak sekolah yaitu Kepala Sekolah SMP/SMA ICS Subulussalam, Abu Hanifah, S.Sos., M.Pd, menyampaikan bahwa program STEP telah memberikan dampak positif yang dirasakan secara bertahap.

“Kami melihat sudah ada sedikit perubahan pada santri, meskipun belum menyeluruh. Namun ini merupakan langkah awal yang baik. Harapannya ke depan program ini benar-benar bisa membangkitkan kepercayaan diri anak-anak, baik ketika mereka berada di lingkungan pondok pesantren maupun di sekolah,” ujarnya.

Baca Juga: Ziarah Makam sebagai Pendidikan Karakter Santri di Pesantren

Senada dengan itu, Guru Bimbingan Konseling, Budi Slamat, A.Md, menilai kehadiran mahasiswa KKN membawa energi positif bagi para santri.

Anak-anak jadi lebih berani dan cepat dekat dengan mahasiswa KKN. Ada rasa kedekatan yang membuat mereka nyaman. Semangat mereka terpancar, terlihat antusias mengikuti kegiatan. Menurut saya, kalian membawa hal positif bagi anak-anak,” ungkapnya.

Ia juga berharap seluruh rangkaian kegiatan yang telah dirancang dapat terserap dengan baik.

“Semoga apa yang telah kalian rangkai untuk kemajuan anak-anak bisa diterima dengan baik. Semoga ada perubahan, dan hal-hal baik ini bisa terus ditingkatkan ke depannya,” tambahnya.

Melalui Program STEP (Santri Training Empowerment Program), tim KKN Rekognisi Kelompok 122 berharap kegiatan ini menjadi fondasi awal pembinaan psikologis santri, sehingga mereka tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga kokoh dalam keyakinan diri, berani bermimpi, berakhlak baik, serta siap menghadapi masa depan.


Penulis:


1. Salsabila Anugrah Febrianty (23051460298)
2. Muhammad Musthofa Wafaa (23051460308)
3. M. Ilham Kurnia (23051460311)
4. Lesma Sry meysi (23051460351)
5. Hanifa Eka Putri (23051460144)
Mahasiswa Psikologi Islam UIN Raden Fatah Palembang


Dosen Pengampu: Amirah Andika Rifdayanti, S.E., M.Si.


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses