Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Angkatan 2021, Laurensia Evita (Lauren), Meraih Pencapaian Membanggakan pada Ajang Thesis Awards 2025, pada Kongres Ilmuwan Muda Indonesia (KIMI) 2025

Thesis Award 2025
Foto: Dok. Penulis

Makassar, MMI – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2021, Laurensia Evita (Lauren), meraih pencapaian membanggakan pada ajang Thesis Awards 2025, bagian dari Kongres Ilmuwan Muda Indonesia (KIMI) 2025 yang diselenggarakan oleh Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI).

Kegiatan ini berlangsung pada 8 Desember 2025 di Grand Ballroom Universitas Hasanuddin Hotel, Makassar.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Kegiatan ini sendiri diadakan untuk memberikan pengakuan formal terhadap kualitas karya ilmiah mahasiswa sarjana sekaligus mengisi kekosongan program apresiasi ilmiah di tingkat S1.

Tahun ini, sebanyak 209 mahasiswa S1 dari berbagai daerah di Indonesia mengirimkan karya tulis ilmiahnya.

Seluruh karya dibagi dalam lima bidang, dan masing masing bidang kemudian memilih tiga karya terbaik. Dari proses seleksi yang ketat tersebut, Lauren berhasil meraih Juara 2 di Bidang Kesehatan.

Acara ini mempertemukan para ilmuwan muda dari berbagai institusi di Indonesia, membangun suasana yang kaya akan semangat akademik dan kolaborasi.

Di ruang ini, para peserta tidak hanya berbagi ilmu, tetapi juga menyatukan harapan mengenai masa depan riset dan perjalanan karir ilmuwan muda Indonesia.

Lauren membawakan karya ilmiahnya yang berjudul Soybean Extract Rich in Lunasin Enhances p21 Expression in DMBA-Induced Breast Cancer Rat: A Potential Adjuvant Therapy, yang berhasil dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi, Archive of Breast Cancer, terindeks Scopus Q2.

Penelitian ini berangkat dari keprihatinan terhadap tantangan terapi kanker payudara yang masih besar: keterbatasan alat, efek samping, resistensi obat, dan biaya pengobatan yang tidak sedikit.

Dalam penelitiannya, Lauren mengkaji Lunasin, biopeptida aktif dalam kedelai yang memiliki potensi antikanker melalui peningkatan ekspresi p21, protein pengatur siklus sel yang kerap menurun pada kanker payudara hingga memicu pembelahan sel yang tidak terkendali.

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kombinasi lunasin dan tamoxifen mampu meningkatkan ekspresi p21 mendekati kelompok normal, membuka peluang pemanfaatan lunasin sebagai terapi adjuvan.

Karya ini disusun di bawah bimbingan Prof. Dr. Drs. Kusmardi, M.S. dari Departemen Patologi Anatomi.

“Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental pertama yang saya kerjakan. Prosesnya mengajarkan saya banyak hal, dan saya menyadari bahwa saya senang melakukan penelitian. Harapannya, temuan ini dapat terus dikembangkan hingga ke tahap clinical trial sehingga manfaatnya suatu hari dapat dirasakan langsung oleh pasien,” ujar Lauren.

Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada pembimbingnya.

“Puji Tuhan saya mendapatkan kesempatan dibimbing Prof. Kus. Beliau tidak hanya memberikan ilmu, tetapi juga dukungan, kepercayaan, dan banyak masukan mengenai pengembangan karir saya sebagai calon peneliti,” tuturnya.

Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Lauren, menegaskan tekadnya untuk terus berkontribusi dalam dunia penelitian demi menjawab tantangan kesehatan masyarakat.

Lampiran Foto Kegiatan

 

Penulis: Siti Sajidah El-Zahra
Editor: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses