Mahasiswa IPB University Hadirkan Papan Penunjuk Arah untuk Tingkatkan Aksesibilitas Umbulan di Desa Ngadireso

Papan Penunjuk Arah
Papan Penunjuk Arah (Sumber: Dokumentasi Penulis)

Malang, MMI – Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University MalangKab06 telah sukses menjalankan program inovatif yang bertujuan meningkatkan aksesibilitas objek wisata Umbulan di Desa Ngadireso. Mahasiswa KKNT ini berinisiatif memasang papan penunjuk arah strategis yang diharapkan dapat memudahkan pengunjung yang ingin menuju Umbulan (31/07/2025).

 

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Latar Belakang Inisiatif: Menjawab Kebutuhan Navigasi Pengunjung 

Program ini dilatarbelakangi oleh observasi mahasiswa di lapangan, di mana banyak pengunjung, terutama dari luar daerah, kerap kesulitan menemukan lokasi Umbulan karena minimnya petunjuk arah yang jelas. “Kami melihat potensi Umbulan sangat besar, namun aksesibilitas menjadi tantangan.

Dengan adanya papan penunjuk arah ini, kami berharap dapat membantu wisatawan dan masyarakat umum untuk lebih mudah mencapai tujuan mereka,” jelas Gathan Ferbiansyah, Koordinator Desa KKNT MalangKab06.

Titik Penentu Arah: Memandu Pengunjung di Setiap Persimpangan

Sebanyak empat titik strategis di Desa Ngadireso telah dipilih sebagai lokasi pemasangan papan penunjuk arah. Pemilihan titik-titik ini tidak sembarangan, melainkan telah melalui koordinasi dan mendapatkan rekomendasi langsung dari salah satu perangkat Desa Ngadireso, memastikan efektivitas dan jangkauan informasi yang optimal. Keempat titik tersebut adalah:

  • Titik 1: Gapura Desa Ngadireso (berjarak 1,33 kilometer dari Umbulan)
  • Titik 2: Area Karmel (berjarak 1 kilometer dari Umbulan)
  • Titik 3: Pertigaan jembatan menuju balai desa (berjarak 440 meter dari Umbulan)
  • Titik 4: Dekat MI (berjarak 230 meter dari Umbulan)

Proses pembuatan dan pemasangan papan penunjuk arah ini juga melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat setempat, khususnya Bapak Ahmad, seorang warga Desa Ngadireso yang memiliki keahlian dalam konstruksi. Beliau dengan sukarela membimbing mahasiswa dalam setiap tahapan pengerjaan.

Sinergi Mahasiswa dan Masyarakat: Belajar Langsung dari Ahlinya

Pak Ahmad sangat membantu kami, beliau tidak hanya mengajarkan teori, tapi langsung praktik. Beliau menunjukkan secara rinci bagaimana menggali lubang yang tepat untuk tiang penyangga, seberapa dalam pondasi harus dibuat agar papan kokoh, hingga teknik pencampuran semen dan pasir untuk cor tiang yang kuat. Beliau bahkan memastikan kami memahami bagaimana agar tiang penunjuk arah berdiri tegak sempurna dan tahan terhadap berbagai kondisi cuaca. Ini adalah pengalaman berharga bagi kami,” tutur salah satu mahasiswa KKNT.

Baca juga: Kreativitas Tanpa Batas! Mahasiswa KKNT IPB University Ajak Anak-Anak Ciptakan Karya Unik dari Sampah Plastik

Selain aspek teknis, program ini juga menjadi ajang transfer pengetahuan antara mahasiswa dan masyarakat. Semangat kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi inisiatif pembangunan desa ke depan.

Dengan selesainya pemasangan papan penunjuk arah ini, diharapkan objek wisata Umbulan akan semakin dikenal dan mudah dijangkau, sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan perekonomian lokal melalui sektor pariwisata.

 

Penulis: Kelompok MalangKab06 KKN-T
Mahasiswa IPB University

Dosen Pengampu: Dr. Syaefuddin, S.Si, M.Sc

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses