“Ibuku Kece” (Cegah Wasting pada Balita : Peran Ibu dan Posyandu dalam Mewujudkan Generasi Sehat)

Menurut hasil Survei Status Gizi Indonesia yang dirilis oleh Kemenkes RI prevalensi wasting pada balita di Kota Tangerang tahun 2024, prevalensi wasting di Kota Tangerang tercatat sebesar 4%, turun signifikan dari 7,1% pada 2023, dan menjadi angka terendah di Provinsi Banten.

Angka ini juga berada di bawah rata‑rata nasional sebesar 7,4% dan di bawah target nasional sebesar 7%.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Pendekatan yang dilakukan oleh Pemkot Tangerang melalui kolaborasi dengan Posyandu, Dinas Kesehatan, kader gizi, dan masyarakat, seperti program Gertak TANGKAS, pemberian makanan tambahan (PMT) lokal, serta intervensi gizi spesifik dan lintas sektor, telah berkontribusi besar dalam menurunkan angka wasting ini.

Dengan memperkuat peran posyandu dan pemberdayaan ibu balita di tingkat lokal, melalui program seperti “Pencegahan Balita Wasting pada Ibu Balita di Posyandu X”.

Pemkot Tangerang dapat lebih efektif menekan dan mengantisipasi potensi peningkatan kasus wasting, meskipun di tingkat nasional terjadi penurunan.

Melalui program posyandu setiap bulannya dengan pemberian edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan, serta pemberian makanan tambahan lokal, ibu-ibu balita di Posyandu X turut berkontribusi dalam upaya menurunkan prevalensi wasting di Kota Tangerang.

Wasting atau gizi kurang akut masih menjadi tantangan besar dalam upaya peningkatan status gizi anak di Indonesia.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi balita wasting menunjukkan bahwa banyak anak Indonesia mengalami masalah kekurangan energi dan protein yang serius.

Sebagai bentuk kontribusi terhadap upaya pencegahan, kegiatan “Pencegahan Balita Wasting pada Ibu Balita di Posyandu X” hadir untuk memberikan edukasi dan praktik langsung kepada ibu-ibu balita tentang pentingnya mengenali, mencegah, dan menangani wasting sejak dini.

Baca juga: Kepemimpinan dan Berpikir Sistem Kesehatan Masyarakat

Apa itu Wasting???

Wasting adalah kondisi kekurangan gizi akut yang ditandai dengan berat badan anak yang sangat rendah dibandingkan tinggi badannya (berat badan terhadap tinggi badan < -2 SD menurut kurva WHO).

Wasting mencerminkan terjadinya penurunan berat badan secara cepat akibat kurangnya asupan makanan atau penyakit infeksi yang berkepanjangan.

Ciri-Ciri Balita Wasting

  1. Berat badan tidak naik atau menurun drastis
  2. Tampak sangat kurus, terutama di lengan dan paha
  3. Wajah terlihat cekung dan lesu
  4. Anak mudah sakit dan kurang aktif
  5. Lingkar lengan atas (LiLA) kurang dari 12,5 cm (pada anak usia 6-59 bulan)

Penyebab Wasting

  1. Kurangnya asupan makanan yang bergizi seimbang, baik dari segi jumlah maupun kualitas.
  2. Penyakit infeksi, seperti diare, ISPA, atau TBC, yang meningkatkan kebutuhan energi dan mengganggu penyerapan zat gizi.
  3. Pola asuh yang kurang tepat, termasuk pemberian MP-ASI yang tidak sesuai.
  4. Kondisi sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk, menyebabkan tingginya risiko infeksi.
  5. Faktor sosial-ekonomi, seperti kemiskinan dan kurangnya edukasi gizi pada ibu.

Dampak Wasting pada Balita

Jika tidak ditangani, wasting dapat berdampak serius bagi kesehatan balita, antara lain:

  1. Peningkatan risiko kematian pada anak.
  2. Pertumbuhan fisik dan perkembangan otak terganggu.
  3. Menurunnya sistem kekebalan tubuh.
  4. Penurunan performa belajar dan produktivitas di masa depan.

Pencegahan dan Penanganan Wasting

Langkah Pencegahan

  1. “Pemantauan pertumbuhan anak” secara rutin di Posyandu.
  2. “Pemberian ASI eksklusi” selama 6 bulan pertama.
  3. “Pengenalan MP-ASI yang bergizi dan tepat waktu”.
  4. Edukasi ibu balita tentang gizi seimbang.
  5. “Peningkatan kebersihan lingkungan dan sanitasi”.
  6. “Pemberian suplemen gizi” jika diperlukan sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

Penang Annan Kasus Wasting

  1. Konsultasi ke puskesmas untuk mendapatkan rujukan bila diperlukan
  2. Pemberian makanan tambahan yang sesuai (PMT lokal)
  3. Pemberian terapi gizi sesuai status gizi anak
  4. Penanganan penyakit penyerta/infeksi

Baca juga: Pancasila dan Pemerataan Gizi Balita: Mengambil Tindakan Konkret dari Segala Sisi

Bahan Makanan yang Dianjurkan untuk Mencegah Wasting

Beberapa bahan makanan lokal bergizi tinggi yang mudah diperoleh dan dianjurkan untuk diberikan kepada balita antara lain:

  1. “Sumber protein hewani”: telur, ikan, ayam, hati ayam
  2. “Sumber karbohidrat kompleks”: nasi, kentang, ubi, singkong
  3. “Sumber lemak sehat”: minyak kelapa, santan, alpukat
  4. “Buah dan sayur”: wortel, bayam, pepaya, pisang
  5. “Sumber zat besi”: daging merah, hati, kuning telur

Penting untuk memberikan makanan yang bervariasi dan mudah dicerna agar anak mendapatkan semua zat gizi yang diperlukan.

Mengingat pentingnya pencegahan wasting pada balita, maka dilaksanakanlah kegiatan IBUKU KECE (Ibu Kuat, Edukatif, Cerdas, dan Energik).

Kegiatan IBUKU KECE merupakan kegiatan penyuluhan mengenai pengertian, penyebab, ciri – ciri, pencegahan, dan penanganan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita.

Kegiatan ini dilakukan di Posyandu Teratai di Wilayah Kerja Puskesmas Cipadu, Kota Tangerang oleh mahasiswa Pendidikan Profesi Dietisien Universitas Esa Unggul.

Metode penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, pengisian pre-test dan post-test, serta sesi tanya jawab oleh ibu balita untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan.

Media edukasi yang digunakan yaitu berupa jam meja yang berisikan kegiatan yang dianjurkan untuk balita, mulai dari bangun tidur, makan, dan juga pemberian snack.

Selain itu ibu balita juga diberikan media berupa leaflet yang berisikan materi penyuluhan pencegahan wasting, dengan tujuan dapat disimpan dan juga diterapkan dikehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan IBUKU KECE (Ibu Kuat, Edukatif, Cerdas, dan Energik) ini, diharapkan para ibu balita dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai pencegahan wasting, dan juga pentingnya datang ke posyandu secara rutin setiap bulan.

Baca juga: SIGAP (Solusi Gizi Anak Prima) Cegah Gizi Kurang Menuju Balita Sehat

Wasting bukan hanya soal berat badan rendah, tapi bisa berdampak pada masa depan anak.

Dengan kasih sayang ibu, mari cegah wasting sejak dini! Yuk, jaga kesehatan si kecil dengan gizi yang cukup, rutin ke posyandu, dan pastikan ia tumbuh sesuai usianya!

Anak sehat, bunda bahagia!

 

Penulis: Sasha Safira, S.Gz

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Profesi Dietisien, Universitas Esa Unggul

Daftar Pustaka

(Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2024)

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2024) Survei Status Gizi Indonesia 2024. Jakarta.

 

Editor: Anita Said

Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses