Mahasiswa KKN-UST Padepokan 09 Gandeng Masyarakat Padukuhan Pelembutuan melalui Gerakan Budidaya Jamur Tiram untuk Daya Saing Ekonomi Lokal dengan Bahan Lokal Bekatul dan Serbuk Kayu

budidaya jamur tiram putih
Mahasiswa KKN-UST Padepokan 09 Gandeng Masyarakat Padukuhan Pelembutuan melalui Gerakan Budidaya Jamur Tiram untuk Daya Saing Ekonomi Lokal dengan Bahan Lokal Bekatul dan Serbuk Kayu. Sumber: Penulis.

Bantul, MMI — Mahasiswa KKN-UST Padepokan 09 mengambil langkah konkret untuk menggerakkan roda ekonomi dan memberdayakan masyarakat di Padukuhan Pelembutan, Desa Canden, Jetis, Bantul.

Program unggulan yang digulirkan berfokus pada pengembangan budidaya jamur tiram, yang diharapkan mampu menjadi sumber penghasilan baru sekaligus mengoptimalkan potensi lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Inisiatif budidaya jamur tiram ini muncul sebagai solusi atas kondisi lahan pekarangan dan lahan kecil yang banyak terlantar di wilayah tersebut.

Melalui musyawarah bersama tokoh masyarakat dan kelompok wanita tani lokal, mahasiswa KKN menyediakan bibit jamur tiram serta materi pelatihan teknis budidaya pada hari Sabtu pagi (17/02/2026), di Joglo Sarean Padukuhan Pelembutan.

Pemilihan jamur tiram didasarkan pada peluang usaha yang menjanjikan dan tingkat kesulitan budidaya yang relatif rendah bagi pemula.

Mahasiswa berharap program ini tidak hanya berhenti pada tahap pendampingan awal, namun dapat menjadikan masyarakat mandiri dalam mengelola usaha budidaya secara berkelanjutan serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.

Baca Juga: Strategi Kunci Budidaya Jamur Tiram

Pemilihan bahan baku bekatul dan serbuk kayu didasarkan pada ketersediaannya yang mudah diakses serta kemampuannya sebagai media tanam yang optimal untuk jamur tiram.

Proses pengukusan diterapkan untuk membunuh mikroba tidak diinginkan dan menstabilkan kondisi media tanam, sehingga menghasilkan jamur dengan kualitas lebih baik dan nilai ekonomi yang menjanjikan.

Mahasiswa berharap program ini dapat menjadikan masyarakat mandiri dalam mengelola usaha budidaya secara berkelanjutan serta memperkuat ketahanan pangan lokal.

“Kami memilih kombinasi bekatul dan serbuk kayu sebagai media tanam karena mudah didapatkan dari sekitar kita, sementara proses pengukusan dilakukan untuk memastikan bibit tumbuh dengan baik. Ini merupakan tanggapan atas keinginan masyarakat untuk memiliki aktivitas produktif yang ramah lingkungan dan tidak membutuhkan biaya besar,” ujar Rio perwakilan mahasiswa KKN-UST Padepokan 09.

Baca Juga: Inovasi Bakso Jamur Tiram dan Tepung Kacang Merah: Solusi Kreatif dari Pelatihan untuk Ibu-Ibu Perumahan Dinoyo Royal Park

Purwanto, kepala Rukun Rumah Tangga 05 Padukuhan Pelembutan menyambut baik dukungan dari mahasiswa KKN.

“Dulu kami pernah mencoba budidaya jamur tapi tidak berlanjut karena kurangnya pengetahuan tentang teknik pemeliharaan dan pemasaran. Dengan adanya bibit dan bimbingan dari teman-teman mahasiswa, kami jadi lebih percaya diri untuk menjalankan usaha ini dan berharap hasilnya bisa meningkatkan pendapatan kami,” ungkapnya.

Di sisi lain, mahasiswa juga menyusun strategi pemasaran bersama masyarakat, mulai dari pendaftaran sebagai penjual di pasar desa hingga eksplorasi pemasaran secara daring melalui akun media sosial kelompok.

Kegiatan ini bertujuan untuk membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus mengajarkan kemampuan digital dasar bagi pelaku usaha lokal.

Pelatihan dan pendampingan budidaya dirancang secara bertahap, mulai dari pembuatan tempat tumbuh jamur, teknik penanaman bibit, hingga cara panen dan pengolahan awal produk.

Program ini diharapkan dapat menjadi wadah kolaborasi yang menginspirasi generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian yang inovatif serta mencintai potensi sumber daya lokalnya.


Penulis:
1. Rio Sempana
2. Rizqi Ziaul Haq Akhdani
3. Frederick Sandy Moa
4. Aflah Badariyah
5. Nur Wahyu Utami
6. Siska Ariananda
7. Dea Fitriyani
8. Warih Nur Fatiya Dewi
9. Joti Ristu Rahmawati
10. Amelia Azzahra Putri
11. Cinta Velyscha Puspitasary Sarmuji
Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST)


Dosen Pengampu: Dr. Dinar Westri Andini, M.Pd., MCF.


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Referensi

Canti, M., Hartanti, A. T., Subali, D., Christos, R. E., Givianty, V. T., & Christina, I. (2022). Pelatihan budi daya jamur tiram untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Abdimas Galuh, 4(2), 611-622.

Inayah, T., & Prima, E. (2022). Budidaya Jamur Tiram dan Pengolahannya Sebagai Upaya Meningkatkan Ekonomi Kreatif Desa Beji. Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 96-99.

Rahmawati, R., Idsan, R. S., & Purnamawati, I. (2022). Strategi Pengembangan usaha budidaya jamur tiram putih (pleurotus ostreatus) di kabupaten langkat, sumatera utara (studi kasus: UMKM Rumah Jamur). Waluyo Jatmiko Proceeding, 15(1), 95-102.

Tukimun, T. (2024). Pembangunan Kumbung Dalam Upaya Pengembangan Usaha Budidaya Jamur Tiram di Desa Sukomulyo Penajam Paser Utara. Jurnal Pengabdian Masyarakat Lamin, 3(1), 44-55.

Jannah, Z., Jazuli, M. F., Anjanarko, T. S., Darmawan, D., Masithoh, N., Chasanah, U., … & Ernawati, E. (2023). Pendampingan digital marketing UMKM budidaya jamur tiram putih di Desa Jumputrejo. Economic Xilena Abdi Masyarakat, 1(2), 1-6.

Wahyuningsih, E., Sulistiyawati, I., & Rahayu, N. L. (2022). Pemanfaatan serbuk gergaji kayu untuk budidaya jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) di kelompok masyarakat Desa Pasir Kidul. Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2), 148-155.

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses